RSS

Panggilan Yang Indah (2)

24 Jan

Kisah kedua, adalah tentang seorang suami, ayah, mertua dan kakek. “si babah” begitu ia dipanggil dalam keluarga dan tetangganya, terkenal dengan orang yang tidak neko-neko, pekerja keras, suka membantu siapapun itu, sayang pada keluarga dan juga tidak pernah menyakiti siapapun..

saya sempat berkenalan dengannya, dalam sekali pertemuan, ketika tengah menengok rumah anaknya yang dijual dan kini saya beli. kesan pertama adalah, kakek yang sangat bersahabat, bijaksana dan rendah hati..jika saya punya waktu banyak berkenalan dengan nya bisa saja daftar kesan saya itu bertambah.

kemarin, ketika akhirnya perjanjian untuk jual beli rumah anaknya dibicarakan secara serius, saya bertemu dengan menantu, istri dan juga anaknya. Tidak ada kesan yang sangat berbeda saat itu. Tetapi, diakhir pertemuan saya baru tahu ternyata si babah, seminggu yang lalu sudah berpulang ke rahmatullah.si anak begitu terlihat sangat terpukul. Karena tidak ada tanda-tanda apapun. si babah tidak sakit, tidak mengeluh apapun dan yah…dia hidup seperti biasanya..

ia pun bercerita, mencoba mengulang dan merangkai semua memori tentang orang-orang disampingnya yang menjadi saksi kepergian babah. Di hari si babah dipanggil kembali, keponakan si anak tengah menemaninya. Tidak tahu mereka pergi kemana. Yang ada di tengah jalan, motor otomatik yang baru beberapa bulan mereka beli tiba-tiba mogok di jalan.

Si babahpun kemudian mendorong kendaraan barunya itu. “babah memang pekerja keras, jadi dia pasti berfikir..ah seberapa berat sih cuma mendorong sepeda motor saja,”cerita sang anak.

Babahpun sempat kembali ke rumah si anak, untuk meminjam sejumlah uang guna membayar jasa si tukang bengkel. yang ternyata menurut si tukang bengkel tidak ada satu kerusakanpun di kendaraan itu.

ketika babah duduk menanti motornya selesai diperiksa, tiba-tiba badannya rubuh bersender ke pangkuan si keponakan. “babah tidak ada tanda apapun..ia hanya jatuh merebah ke badan ponakan saya..ponakan saya juga bingung, ketika di balik badannya ternyata jiwa nya sudah tidak ada”

lagi-lagi, tidak ada sesak nafas, nafas tersengal-sengal, sakit di dada, yang ada hanya ketenangan…

dalam waktu sebentar berita meninggalnya babah tersebar ke seluruh tetangganya. banyak yang tidak percaya, karena baru saja bertemu dengan babah di jalan. dan ia tampak sehat. satu demi satu tetangganya datang menyatakan bela sungkawa.

menurut si menantu, setidaknya hari itu ada 100 orang lebih yang datang ke rumah. “Bahkan saya sampai minta tolong dipesankan saja KFC karena persediaan di rumah sudah habis, tapi tamu tetap datang”

babah bukan orang penting, bukan pula pejabat. tapi banyak orang yang datang memberikan salam terakhir untuknya. tidak sulit kan? hanya berbuat baiklah kepada orang selayaknya kamu ingin orang berbuat baik pada mu..pesan kakek saya..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 24, 2010 in home

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: