RSS

Panggilan Yang Indah (1)

24 Jan

Panggilan kali ini bukan antara dua manusia, tapi panggilan dari Tuhan YME, Allah SWT, kepada hambanya. Tidak terkecuali yang beragama ataupun tidak, muslim ataupun bukan, muda ataupun tidak. Panggilan yang sering kita sambut dengan ucapan, “Innalilahiwainnalilahi rajiun…”

Kemarin, saya mendengar dua kisah panggilan Allah yang begitu indah. Mengharukan..tidak percaya masih ada yang mendapatkan rejeki sedemikian baik dan indahnya…membuat saya begitu ingin mendapatkan panggilan yang serupa.

Kisah pertama, adalah tentang seorang istri, ibu dan mertua. Sudah lama, suaminya terserang penyakit stroke. Sebagai istri yang baik, setia dan sholeh. ia selalu mendampingi dan merawat sang suami, selayaknya saat suami masih dalam keadaan sehat.Suatu hari, ibu yang tidak pernah terdengar mengeluh kepada suami maupun anak dan menantunya itu, jatuh sakit. Tidak lama setelah ia merawat suaminya. Ia pun harus dirawat selama dua hari (jika saya tidak salah menangkap ceritanya) di rumah sakit, dan selanjutnya minta dirawat jalan.

Sakit yang dideranya tidak begitu parah. Hanya sakit perut karena maag dan kelelahan. Tapi ya, dia memang tidak mau banyak makan lagi. bahkan kata anaknya, saat dirumah sakit ia tidak tega melihat pasien di sebelahnya yang bertubuh jauh lebih besar darinya, terlihat seperti kekurangan makanan karena jatah rumah sakit yang sedikit, dan meminta anaknya untuk memberikan jatahnya kepada si pasien tetangganya itu. Jelas si anak menolak.

Saat dirumah ia juga tidak mau terlalu banyak makan. katanya buat apa terlalu banyak makan, toh nanti akan dia lepeh juga, sudah susah katanya.

Suatu malam, anak yang menjaganya terbangun dari tidurnya di tengah malam karena mendengar ada seseorang yang mandi. dilihatnya ternyata itu si ibu. dengan aneh dia bertanya mengapa ibunya mandi malam-malam..”Yah, besok kan datang ramai orang, jadi kan enak kalo kita bersih badannya..”jawab si ibu dengan tenang.

si anak sedikit tertegun, mungkin terbesit kalo memang si ibu akan tidak lama lagi bersama. Tapi itu ia gubris dan kembali mengajak si ibu tidur kembali.

Saat azan shubuh berkumandang, si anak dan menantunya memijiti badan si ibu. Bhakti yang tulus. Anak di sisi kaki, menantu di sisi tangan. Menantunya bertanya mengapa badannya semua dingin..”Ah, kalo orang mau sembuh ya wajarkan badannya dingin semua..”jawab si ibu ringan..

Tak lama, anak menantunya yang masih balita tiba-tiba berkata ringan sambil tertawa riang. “Dadah..mbah…dadah…”

si anak dan menantu bingung mengapa anak itu melambai-lambaikan tangannya ke arah si ibu..?? saat mereka berpaling ke arah si ibu, ternyata kehidupan sudah meninggalkan jasadnya.

Tidak ada rasa sakit yang terdengar, tidak ada nafas yang tersengal-sengal. ia hanya pergi..pergi begitu saja..ditemani orang-orang yang disayang dan tampa siksaan…tidak menyusahkan siapapun yang di sisinya.

indah bukan…??betapa beruntungnya kita jika bisa dipanggil dengan demikian indah..dan mudah..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 24, 2010 in home

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: