RSS

Mari Dukung Kampanye Hemat Konsumsi Air

21 Jan

Berikut tulisan saya mengacu pada tulisan siaran pers dari perusahaan Oracle, tentang pentingnya segera menggalang aksi hemat air dimulai dari tingkat rumah tangga..

Ada ancaman tahun 2020, Indonesia akan menghadapi krisis air booooo….

Hemat Air dengan Teknologi “Smart Water Meters”

Berdasarkan penelitian Departemen Kesehatan yang dipublikasikan pada tahun 1994, diperkirakan pada tahun 2020 Indonesia akan menghadapi krisis nasional yang disebut krisis air.

Krisis tersebut terjadi, karena cadangan air di Indonesia yang mencapai 15 ribu m3 per kapita per tahun, tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat Indonesia yang rata-rata mencapai 60 liter per kapita per tahunnya.

Bahkan data tersebut juga menyimpulkan, cadangan air Indonesia saat ini hanya bisa memenuhi kebutuhan air sebanyak 1.700 m3 per orang per harinya.

Selain itu, data yang lebih mencengangkan lagi didapati dari data ‘Tingkat Ketersediaan Air Tanah di Indonesia tahun 2009’ yang dipublikasikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia pada bulan September.

Menurut BMKG, cadangan air tanah di hampir sebagian pulau Jawa dan Sulawesi masuk kategori kurang, yakni kurang dari 40 persen jika dibandingkan dengan dalam jelajah akar tanaman.

Lalu, apakah yang terjadi jika kita kekurangan air? Salah satunya adalah terjadinya wabah kematian yang disebabkan oleh dehidrasi. Maupun, kematian karena kelaparan akibat gagal panen diberbagai wilayah yang sumber airnya mongering.

Menghadapi kemungkinan krisis air tersebut, tentu tidak ada salahnya mulai saat ini secara bersama-sama kita menggalangkan aksi hemat pemakaian atau konsumsi air. Diantaranya dengan memastikan bahwa konsumsi air di rumah tangga dipergunakan dengan sehemat dan setepat mungkin.

Salah satu metode untuk memastikan tingkat konsumsi air di dalam rumah tangga tidak secara berlebihan adalah dengan menggunakan teknologi “smart water meters” (meteran air pintar). Alat ini jika dibandingkan dengan meteran air yang biasanya ada di sekitar halaman rumah Anda, memiliki sejumlah kelebihan.

Seperti yang dijelaskan dalam situs perusahaan Oracle, yakni suatu perusahaan piranti lunak internasional, meteran pintar ini menampilkan data tingkat konsumsi air secara computing dan tidak secara akumulasi di akhir bulan.

Namun di setiap harinya bahkan tergantung pada keinginan si pengguna, alat ini juga dapat menunjukkan konsumsi air setiap setengah jam, misalnya.

‘Smart Water Meters’ juga menampilkan secara mendetail, kapan terjadinya puncak penggunaan air dan kapan tingkat konsumsi itu kembali menurun. Yang secara jelas hal itu tidak ditampilkan melalui alat meteran air biasa. Selain itu alat ini juga bisa mendeskripsikan, misalnya berapa galon air yang Anda gunakan ketika mandi.

Dengan berbagai informasi itu, tentunya diharapkan si pemilik rumah atau konsumen akan bisa memanajemen pemanfaatan airnya. Yang secara tidak langsung pula bisa mengkontrol pemanfaatan air agar di akhir bulan biaya yang ia keluarkan tidak terlalu tinggi. Karena, alat ini juga ternyata bisa memprediksikan jumlah uang yang akan Anda keluarkan di akhir bulan jika tingkat konsumsi air dipertahankan tetap tinggi.

“Teknologi smart meter dapat menghasilkan data yang dapat digunakan untuk memberikan konsumen informasi yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan-keputusan yang lebih pintar mengenai penggunaan air mereka,” kata Stephan Schoo, senior vice president and general manager Oracle Utilities.

Bahkan menurutnya, dengan adanya informasi seperti itu ternyata mampu mengubah perilaku masyarakat dan mendorong agar mereka lebih menghargai air dan mau melakukan aksi konservasi. Dari penelitian yang mereka lakukan pada lebih dari 1.200 pelanggan air di Amerika Serikat dan Kanda, ternyata diketahui sekitar 76 persen pelanggan menyatakan peduli akan kebutuhan konservasi air di lingkungan mereka.

“Bahkan, sebanyak 69 persen masyarakat yakin dengan teknologi ini bisa mengurangi kadar pemakaian air pribadi mereka, dan 71 persen termotivasi untuk melakukan langkah-langkah pengurangan pemakaian air,”ujarnya.

Jadi kapan masyarakat Indonesia menyusul? Ayo, bersama kita galakkan rencana aksi ‘Konservasi Pemanfaatan Air Tanah’.

Suci DH (telah diterbitkan di Jurnal Nasional)
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 21, 2010 in reportase

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: