RSS

Gerhana Matahari Perdana di 2010

14 Jan

Bersiaplah menyaksikan gerhana matahari pertama di tahun 2010 ini, sekaligus gerhana matahari terpanjang yang pernah terjadi selama tiga millennium, di hari ini (15/01). Yup, tepatnya sekitar pukul 14.00 siang hingga 16.00 sore. Jadi persiapkan kaca mata gelap anda.

Berita akan terjadinya gerhana matahari ini dilaporkan oleh anggota Asosiasi Astronom India, Ajay Talwar seperti yang dilaporkan media Space Daily, Senin (11/01) lalu. Berdasarkan prakiraannya, gerhana ini akan terjadi sekitar pukul 11.00 pagi hingga 15.00 sore waktu India atau sekitar dua jam lebih awal dibanding waktu Indonesia.

“Gerhana tersebut akan terlihat pertama kali di Wilayah Selatan Kanyakumari di Tamil Nadu, lalu melewati Rameshwaram dan Dhanushkodi. Di tempat itu pula gerhana matahari akan terlihat lebih bagus. Setelah itu, gerhana akan berlanjut ke Kerala dan berakhir di Mizoram,”ujar Talwar.

Sayangnya, menurutnya masyarakat di belahan wilayah lain tidak akan terlalu jelas melihat proses gerhana matahari tersebut, seperti yang terjadi di India. Seperti yang dijelaskan oleh NASA dalam situsnya, pada hari ini matahari akan terlihat memutar, dimulai dengan menyambangi benua Afrika terlebih daulu, melewati Chad, Afrika, Kongo, Uganda, Kenya dan Somalia.

“Setelah meninggalkan Afrika, gerhana tersebut akan melewati Lautan India dengan durasi maksimum sekira 11 menit 8 detik. Setelah itu, perjalanan gerhana akan dilanjutkan ke Bangladesh, India, Myanmar dan China,”jelas Talwar.

Seiring dengan perputaran matahari dan bumi, maka waktu terjadinya gerhana itu di setiap wilayah akan berbeda-beda bahkan cenderung berkurang. “Di wilayah Rameshwaram, gerhana akan berlangsung selama 10 menit 8 detik, dilanjutkan ke Kanyakumari dengan durasi yang berkurang menjadi sekira sembilan menitan, begitu seterusnya,” tandas Talwar.

Ia juga menjabarkan bahwa hingga tahun 3000 mendatang dimungkinkan tidak akan ada lagi gerhana matahari dengan kurun waktu terlama seperti hari ini. Bahkan yang bisa mencapai empat jam lamanya.

Hanya 90 Menit di Bandung

Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfir dan Iklim LAPAN, Thomas Djamaluddin, menyampaikan bahwa gerhana terpanjang yang akan terjadi hari ini tidak akan terlihat penuh seperti gerhana matahari penuh atau cincin.

Karena khususnya di Jakarta penampakan proses itu hanya akan berkisar 11,1 persen. Sementara di Bandung sekitar 8,3 persen. “Prosesnya pun tidak sesempurna gerhana matahari cincin,”ujarnya.

Fenomena alam tersebut, untuk di Jakarta bisa disaksikan dari pukul 14.33 hingga 16.00 WIB. Sementara di Bandung mulai berlangsung pukul 14.39 WIB hingga 15.55 WIB.

Menurut Thomas, ketidaksempurnaan penampakan proses tersebut di sebagian besar kawasan Indonesia dikarenakan pada saat terjadi gerhana posisi matahari yang melintasi kawasan Indonesia tidak dalam posisi tegak lurus.

“Cincin tidak akan kelihatan. Cincin hanya akan bisa terlihat jika berada tepat di bawahnya. Gerhana cincin tersebut akan terlihat jelas di Afrika Tengah, India Selatan, Myanmar dan Cina,” kata Djamaludin dalam pesan singkatnya kepada Jurnal Nasional.

Untuk itulah, ia berharap masyarakat Bandung dan Jakarta tidak perlu khawatir akan diliputi kegelapan sekurang-kurangnya selama dua jam itu. Sebab persentasenya tidak cukup besar untuk terjadinya kegelapan total.

Puncak gerhana matahari yang melalui wilayah Bandung diprediksikan pukul 15.18 WIB. Meski demikian, ia meragukan fenomena alam itu bisa terlihat dengan jelas.

Berbeda dengan di daerah Nangroe Aceh Darussalam ataupun Sumatera keseluruhan yang bisa melihat proses gerhana itu mulai dari 10 hingga 60 persen. Dengan begitu menurutnya di kawasan sumatera khususnya NAD akan mengalami kegelapan, sebab gerhana matahari di Aceh Darussalam akan tampak hingga 60 persen.

“Gerhana ini akan terjadi dengan persentase sepuluh sampai 60 persen, jadi paling besar di Aceh. Nanti akan sangat gelap di sana,” kata Thomas.

Sementara itu, Anda yang berada di Kalimantan dan Jawa hanya akan melihat gerhana matahari sebagian. Karena hanya melihat hampir 20 persen dari penampakan proses gerhana. Gerhana kali ini, lanjut Thomas, menjadi unik karena menjadi gerhana matahari pertama dan terakhir pada 2010. Gerhana matahari sebelumnya terjadi pada 26 Januari dan 22 Juli 2009.

Thomas menandaskan, gerhana yang terjadi pada 26 Januari 2009 diisitilahkan gerhana matahari cincin, sementara gerhana matahari 22 Juli 2009 sebenarnya gerhana matahari total.

“Tapi di Indonesia hanya terjadi gerhana sebagian,” ujar Thomas pula.

Bosscha Siap Fasilitasi

Dhani Herdiwijaya, peneliti fisika matahari di Observatorium Bosscha menyampaikan kesiapan salah satu fasilitas pengamat perbintangan terbesar dan tertua di Indonesia itu untuk melayani masyarakat yang tertarik untuk menyaksikan gerhana matahari hari ini.

Setidaknya Bosscha menyiapkan dua alat khusus untuk mengamati gerhana hari ini yakni teropong Coronado yang dilengkapi tiga filter, yaitu visual white light, hidrogen alfa, dan kalsium II. Sertacoleostat, sebuah alat yang bisa menghasilkan citra dan matahari secara analog.

“Coleostat mirip dengan proyektor. Dengan alat ini, pengunjung bisa aman menyaksikan proses gerhana tanpa perlu takut merusak mata,” ujarnya. Teropong surya ini merupakan fasilitas terbaru di Bosscha yang baru saja diresmikan akhir tahun lalu.

Tetapi ia mengingatkan karena yang diamati di Indonesia nantinya bukan berupa gerhana matahari cincin, maka masyarakat diminta agar tidak melihat langsung fenomena langka ini dengan mata telanjang. “Kalau dilihat langsung, seperti melihat matahari di hari biasa saja. Tentu bisa merusak mata,” katanya.

Selain itu, karena cuaca di Indonesia saat ini memasuki musim hujan, ia berharap pada hari Jumat ini cuaca tidak mendung terlebih lagi hujan. Karena tentu kegiatan pengamatan gerhana matahari itu akan sulit dilakukan. Meski demikian,ia menambahkan Bosscha akan menyiapkan saluran khusus yang memperbolehkan para pengunjung melihat tayangan langsung gerhana tersebut dibelahan dunia lain.

Sementara itu, bagi Anda warga Jakarta yang ingin ikut serta menyaksikan fenomena itu bisa menyaksikannya di Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK)-TMII. Pengamatan itu akan dimulai dilaksanakan pukul 13.15 hingga 16.15 Wib.

Seperti yang disampaikan dalam siaran pers LAPAN, pihak PP-Iptek mempersiapkan tiga teleskop pengamatan untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena alam itu. Yakni teleskop CPC 800, Firscope 114” dan Solarmax Coronado.

Sebelumnya, para pengunjung juga akan dibekali dengan berbagai materi terkait astronomi, matahari dan gerhana matahari. Bahkan, bagi anak-anak pihak penyelenggara juga akan menyelenggarakan workshop pembuatan solar view yang akan diperunakan dalam pengamatan.

Suci DH/ SpaceDaily.com (diterbitkan di Jurnal Nasional)

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 14, 2010 in reportase

 

4 responses to “Gerhana Matahari Perdana di 2010

  1. hervind

    Januari 14, 2010 at 4:15 pm

    wah uda lewat donk T T

     
  2. suci

    Januari 14, 2010 at 5:06 pm

    kok telat???kan masih besok..makasi ya sudah bertandang..

     
  3. suci

    Januari 14, 2010 at 5:07 pm

    ups ya saya masih lupa mengedit tulisannya, khususnya “hari ini”, karena itu untuk tulisan cetak besok..jadi tenang belum telat kok..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: