RSS

Laki-laki Lebih pintar Matematika dibanding Perempuan?

07 Jan

Ibu saya sangat jago dalam matematika maupun aplikasinya, percayalah. Jika belanja di pasar, ibu saya jagonya. Tapi saya, sebagai anak keturunan pertamanya, nawar saja sering salah (malah nambah dari harga sebenarnya), hitung kembalian salah dan hah..sama sekali gak bakat di matematika..

Nah, ceritanya saya sedang mencari alasan sehingga nanti kalau ditanya lagi kenapa saya tidak mampu bermatematika ria..inilah jawabannya..

Misteri Matematika: Jenis Kelamin Pengaruhi Kemampuan Berhitung?

Kita tentu pernah mendengar, jika kemampuan perempuan di dalam mempelajari ilmu matematika dan aplikasinya, jauh lebih rendah dibandingkan laki-laki. Penilaian itu sempat bertahan hingga sekarang.

Bahkan, jika kita melihat jumlah perwakilan siswa sekolah yang mengikuti kejuaraan olimpiade matematika, maka jenis kelamin yang mendominasi menjadi peserta adalah laki-laki.

Sejumlah peneliti dari Universitas Villanova berusaha mencari kebenaran dari stereotype yang bertahan cukup lama itu. Dan mereka berhasil menemukan bahwa kemampuan perempuan dalam mempelajari dan mengaplikasikan matematika, sesungguhnya tidak jauh lebih buruk dibandingkan laki-laki.

Seperti yang dikutip dari ScinceDailynews, penelitian tersebut menunjukkan bahwa keunggulan laki-laki dalam matematika lebih dikarenakan kepercayaan diri mereka. Menurut Prof.Nicole Else-Quest yang mengepalai kelas meta-analisa di Universitas Villanova, jika para perempuan juga diberikan kesempatan dan perlengkapan pembelajaran yang sama dengan laki-laki, hasilnya perempuan juga akan memiliki kepercayaan diri tersebut.

“Hasil analisa ini menunjukkan bahwa kemampuan perempuan di dalam matematika akan setingkat dengan laki-laki jika mereka diberikan peralatan pendidikan yang tepat dan menggunakan model pembelajaran yang disesuaikan dengan kehidupannya sebagai perempuan,”ujar Nicole.

Rendahnya tingkat kepercayaan diri para perempuan pada matematika ini ditemukan hampir di seluruh negara di dunia. Kesimpulan itu bisa dilihat dari minimnya jumlah perempuan yang terjun ke dunia karir yang didominasi oleh para laki-laki. Misalnya, sebagai ilmuwan, ahli teknologi, insinyur teknik dan juga ahli dan peneliti matematika.

Untuk mendapatkan kesimpulan ini, Nicole dan rekannya melibatkan 493.495 siswa yang berusia 14 tahun hingga 16 tahun. Ratusan ribu relawan itu diambil dari 69 negara. Dan data penelitian tersebut kemudian di olah di Trends in Internasional Mathematics and Science Study (TIMSS) dan the Programme for Internasional Student Assessment (PISA). Sayangnya tidak dituliskan secara mendetail, berapa jumlah relawan berjenis kelamin pria maupun wanita yang ikut penelitian tersebut.

Analisa yang dilakukan TIMSS dipusatkan pada kemampuan dasar matematika seluruh peserta. Sementara PISA mempelajari kemampuan seluruh relawan untuk mengaplikasikan ilmu matematika di dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, melalui dua test yang diberikan tersebut para peneliti juga mengukur seberapa tinggi kepercayaan diri setiap relawan atas kemampuan matematikanya. Juga bagaimana perasaan mereka terhadap matematika, apakah penting untuk dipelajari atau tidak.

Para peneliti juga mencoba menganalisa para relawan berdasarkan latar belakang negaranya untuk melihat adakah kemungkinan pengaruh lingkungan dan kebijakan dari Negara yang menjadikan para perempuan tersebut menjadi kurang percaya diri.

Dari analisa tersebut ternyata mereka dapati, bagi para perempuan yang hidup di Negara yang memiliki banyak ilmuwan berjenis kelamin perempuan, maka kemampuan matematika para perempuan di Negara itu jauh lebih tinggi. Mereka juga lebih percaya diri atas kemampuan dan keahlian mereka terkait ilmu matematika.

“Dari meta-analisa ini menunjukkan bahwa selain kurikulum pembelajaran, kemampuan mempelajari dan mengaplikasikan ilmu matematika juga dipengaruhi oleh lingkungan. Seperti sekolah, para guru, keluarga dan juga kebijakan Negara. Para perempuan jelas menunjukkan bahwa mereka juga ingin sebaik dan sesukses kaum laki-laki di lingkungannya,”ujar Nicole.

SuciDH (diterbikan di Jurnal Nasional rubric Teknologi)

sumber awal bacaan:

http://www.sciencedaily.com/releases/2010/01/100105112303.htm

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 7, 2010 in aku dan dia, iskandar's family

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: