RSS

ASI Eksklusif VS Aturan Pemerintah

05 Jan

Dulu saya tidak terlalu ambil perduli dengan kebijakan pemerintah yang menetapkan cuti bagi ibu melahirkan selama tiga bulan. Toh, Saya belum pernah melahirkan dan belum merasakan pentingnya makna 3 bulan itu.

malah bagi saya cuti selama tiga bulan sangat menyenangkan dan cukup. Kalau kelamaan cuti bosan juga, pikir saya.

namun nyatanya beda. Dengan perkembangan ilmu kedokteran, ternyata seorang ibu butuh cuti melahirkan setidaknya selama 6 bulan. Cukup untuk memberikan asi eksklusif.

ya, dorongan yang digembor-gemborkan oleh pemerintah namun tidak didukung dengan dasar hukum.

seorang teman menulis di status FB nya. “di Norwegia (jika saya tidak salah ingat), seorang ibu melahirkan punyak hak cuti selama setahun”..asik kan..puas deh ngejaga anak.

si ibu juga ketika kembali kerja sudah siap raga dan batin. Kalo kayak kita, kebanyakan ibu pasti pikirannya ke belah-belah.

yang anak dah tidur belum, yang anak dah minum susu belum, yang dan yang dan yang lainnya.

jadi mana nih komitmen pemerintah untuk mendukung ibu menyusui secara eksklusif??

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 5, 2010 in aku dan dia

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: