RSS

memanjalan si nanny 2

03 Jan

Dalam sebulan terakhir ini saya cukup senang dengan kerjanya. Anak pun sangat dekat. Kata-kata “saya anggap kamu saudara ketika kerja dengan saya”, terlontar karena puasnya saya.

makanan yang saya makan, makanannya juga. Ketika jalan2 bersama keluarga ia juga diajak.

tapi beberapa minggu terakhir, menjelang awal tahun baru, sikapnya rada aneh. Insting perempuan saya berkata dia caper. Sangat-sangat caper. Bahkan sangat haus perhatian. Saya jadi risih dibuatnya.

saat tidur siang atau malam ia suka mengigau keras. Berteriak-teriak tidak akan memaafkan saudaranya itu. Ia sangat dendam bahkan mendoakan saudaranya itu mati.

lalu ia pun menangis sesengukan. Dan saat itu saya masih iba dan menanggapi. Tapi itu sangat sering terjadi. Setiap tidur demikian. Ia pun menangis cukup lama. Saya saja kalaupun menangis tidak akan selama itu. Siapapun orang tuanya yang meninggal tidak akan sedramatis dia menangisnya.

saya semakin risih. Insting saya jelas-jelas sadar kalau dia sengaja. Sengaja yang berlebihan. Sayapun memutuskan tidak menanggapi.

tau apa yang terjadi. Dia memukul-mukul dirinya sendiri dengan tali pinggang. Suami jadi saksi dan sempat memperingatkannya. Lucunya didepan suami dia tidak melankolis begitu. Dia akan kembali “kumat”, kalau hanya saya dan anak dirumah.

saya sempat dibuatnya ketakutan. Saya sampai keluar rumah dan mengunci diri di kamar karena malas menanggapinya.

puncaknya dia mengedor-gedor kamar saya berulang kali. Awalnya dengan nada rendah saya bilang nanti bicaranya, saya mau tidurkan anak. Dia berusaha terus..saya bilang nanti dengan suara sedikit naik. Begitu lagi diulang, dan akhirnya saya marah. Sayapun berteriak keras dan marah. Entah apa kata tetangga.

dia pun terisak-isak kembali. “mengapa tidak ada yang peduli sama saya..keluarga saya juga begitu..”…oooo…ooo…saya tidak mudah dipancing dengan kata-kata telenovela itu.

saya tetap diam dikamar dan menunggu suami. Dan saat suami pulang, kamipun berbicara. Dengan awal saya marah-marah. Dia sesengukan, memegang tangan saya erat-erat…menangis tersedu, tidak ada penjelasan.

selesai saya berbicara, saya tanyakan apa maksudnya?apa dia ingin pulang ke rumahnya?tidak masalah saya bilang..

ternyata dia menangis, hanya karena sibuk memikirkan sikap saudaranya itu, hingga menjelek-jelekkannya di kampung….

teng…teng…WHATS….thats all the reason of this bullshit?? “pak’ma keh” (bahasa aceh)…dia sudah buat saya ketakutan, dan hanya itu alasannya..kembali saya marah..jelas dia caper…

melihat saya sudah naik pitam, suami ambil alih…ia dinasehati, ia diingatkan dengan tegas untuk tidak demikian..jika mengulang sikap yang sama, maka tiket ke medan akan kami siapkan..

hah saya lega suami mendukung. Karena malam itu saya benar..benar..benar ketakutan dengan sikapnya yang memukul-mukul diri..saya hanya khawatir pada anak saya..semoga allah memberikan perlindungan, pertanda dan langkah yang memudahkan bagi saya untuk mengambil sikap yang benar. Semata-mata hanya demi anak saya.

setelah itu, hingga hari ini dia tidak banyak bicara. Tidak lagi mengigau..tidak lagi menangis termehek-mehek…syukurlah..semoga tahan lama

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 3, 2010 in aku dan dia, Darmawan big Family

 

2 responses to “memanjalan si nanny 2

  1. iyra

    Januari 6, 2010 at 10:50 pm

    seremmmm..cari baru ajaaaaaaaaa

     
    • suci

      Januari 7, 2010 at 1:09 pm

      hah..ya ni..tapi dia cukup sayang sama rafi, ra..kalo itu perasaan kak rada bener..tapi beberapa hari ini gak kumat-kumat lagi kok. insyaalah seperti amanah ayah dan mama, sebelum rafi setahun ya..doakan saja rafi dalam kondisi aman..hehehe

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: