RSS

baby n sabar

26 Des

Sebagai seorang ibu muda skaligus ibu pekerja, banyak hal yang saya pelajari. Dan ya, pelajaran itu mendewasakan saya..haha..melankolis sedikit

salah satunya, kedewasaan untuk bersikap sabar. Ya,sikap yang acap kali dirasakan sulit untuk dilakukan. Adiknya dari sikap sulit mengatakan maaf.

dulu saat pacaran, suami selalu sabar melihat perubahan sikap saya di setiap akhir bulan. Yup, kala hormon-hormon itu mempengaruhi emosi. Saya sering marah tampa alasan. Tidak ada kompromi. Saya mau orang mengikuti kehendak saya.

tetapi, saat janin bernama Rafi itu berkembang didalam sana. Secara perlahan hormon-hormon itu membuat saya begitu senang. Seakan-akan hidup tampa beban. Dimanjakan suami, menjadi prioritas,dan kehendak saya adalah rajanya.

namun proses itu mengajarkan saya tuk bersabar. Saat makanan yang tertelan terdorong melawan gravitasi. Saat kelelahan mendera kaki. Saat rasa nyeri menjalar dibawah perut.

Rafi dan Umi

dan proses belajar sabar itu berlanjut saat bayi bernama rafi itu lahir dan tumbuh. Saat single, rasa mengatuk harus didahulukan. Sekarang tidak lagi. Rasa marah pun dulu harus diluapkan. Kini harus saya kontrol.

ajaib bukan? Dan kini saya berani bilang kalo tingkat kesabaran saya lebih tinggi dibandingkan suami yang terkenal sangat sabar.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 26, 2009 in aku dan dia, Darmawan big Family, iskandar's family

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: