RSS

Bertandang Ke Mamuju, Sulawesi Barat

10 Jun

Perjalanan menuju makasar dan mamuju, bisa dibilang hasil rengekan lobian dengan koordinator wartawan istana di kantor, mbak sally baik. Pasalnya, setiap kalio ikut acara bapak kita, SBY, selalu saja jurusannya gak jauh-jauh di pulau Jawa. Kalau tidak di Surabaya, ke semarang, kalo gak di Jogja. Padahal kalau gratisan gitu kan mending yang jauh sekalian. hahahaha…alhasil lobian disetujui.

Nah, ini dia segelintir Foto-foto yang mewakili perjalanan selama empat hari di tanah Sulawesi. Pertama, ini dia pesawat yang dinaiki rombongan wartawan Kepresidenan dari Makasar ke mamuju. Pesawatnya bukan boeing, karena panjang landasan airport Mamuju belum bisa mendukung saat itu. Tapi kini banyak perbaikan, maklum provinsi baru, jadi banyak duitnya.

Perjalanan udara itu jika saya tidak salah ingat tidak lebih dari sejam lamanya. Tapi, dasar aku anak darat, sebenarnya lebih menarik kalo bisa lewat jalur darat. Tapi, tidak ada yang mendukung. Huh, kesel padahal aku satu-satunya wartawan wanita dalam rombongan itu.

Sejak disahkan menjadi provinsi terbaru di Indonesia, kunjungan presiden kemarin itu memang adalah yang pertama kalinya. Meski sesungguhnya, itu adalah undangan yang ketiga kalinya disampaikan ke presiden. Sehingga, segala sarana dan prasarana tentu dipersiapkan dengan baik oleh pemdanya.

Jalan-jalan tanpak sudah diperlebar dan diaspal dengan baik. Menurut pengakuan, supir kendaraan khusus wartawan, jalan tersebut baru-baru saja diperbaiki. Kini, jalan ke makasar sudah muluuussssss.

Sesampainya di kota Mamuju, pemandangan pantai langsung menarik perhatian kita. Lautnya yang biru, ditambah teriknya matahari, seakan-akan mengajak kita untuk segera berenang. Tetapi, lagi-lagi aku kecewa sedikit, karena dilokasi pantai yang ku lihat, tidak ada pantai yang dihiasi pasir-pasir putih, atau coklat setidaknya. hehehe, jadi enggan juga untuk nyebur.

Agar perjalanan lancar, tentu saja perlu diakomodir dengan perut yang penuh. Jadilah kita makan-makan dulu di sebuah restoran yang jadi Favoritnya Gubernur Mamuju. Menunya? Tentu Ikaaaangggg. N’ is still going in a same menu to the next day in Mamuju. hahaha, sampai kita para wartawan yang bukan asli urang Sulawesi, jadi enek makan ikan terus. Seafood mulu booookkk…

Esok paginya, akhirnya semua wartawan yang dah kangen sama sayur dan nasi uduk plus nasi goreng berinisiatif mengelilingi kota kecil itu untuk mencari makanan-makanan selain Ikan dan hewan seafood lainnya. Dapatlah diku mi titi, hahaha, alias mi siram sebenarnya kalo di kota Medan.

Nah, ada yang unik di kota Mamuju ini. Salah satunya adalah kendaraan transportasi tradisional di dalam kota yang juga dikenal dengan nama becak. Uniknya dimana? Coba lah perhatikan, bangku penumpang becak ini bila dibandingkan di kota-kota lainnya sangat sempit. Kalau aku yang naik tentu tak ada lagi space untuk teman perjalanan. hahaha, kecil amat sih. Sayangnya, aku belum sempat mencicipi naik becak mini itu.

Senja di kota Mamuju, sangat indah dan membuat rindu. Deburan ombak, dan merahnya langit membuat mata dan hati tidak jemu-jemu mengingatnya. Momen itupun tentu tidak ku hindari.

Seasik-asiknya, foto-foto pemandangan tentu saat perut memanggil tuk diisi tidaklah bisa ditolak. Ajakan ke RM Surya terpaksa ku tolak, karena perut yang tak tahan mencium bau ikan. ALhasil, bakso jawa di pinggiran pantai Mamuju menjadi pilihan pertama. Sruuuuppp, enak-enak….temannya? air kelapa muda dong…

Nah, foto diatas adalah salah satu hasil alam kota Mamuju, Sulawesi barat yang paling populer. Lihat saja, lobster yang gadang nian, dan ikan kakap merah yang menggiurkan. Foto ini diambil di salah satu konter pameran yang dihadiri Presiden saat di mamuju.

akhirnya, setelah tiga hari menjejakkan kaki di kota Mamuju, tibalah kita di kota Makasar. Panase rek….dasar kota pantai ya. Ok, langkah pertama oleh-oleh buat keluarga. Sarung…sarung makasar….mana ya?

 
13 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 10, 2008 in 141945

 

13 responses to “Bertandang Ke Mamuju, Sulawesi Barat

  1. iyra

    Juni 12, 2008 at 4:46 pm

    “Jalan-jalan tanpak sudah diperlebar dan diaspal dengan baik. Menurut pengakuan, supir kendaraan khusus wartawan, jalan tersebut baru-baru saja diperbaiki. Kini, jalan ke makasar sudah muluuussssss.”

    dari jaman soeharto sampai sekarang tetep ga berubah..klo kedatangan pejabat..buru-buru deh diperbaiki dengan waktu sesingkat dan kualitas seminim mungkin. tapi anggarannya pasti gede ya..

    loh kog jadi sinis

    Sarung…sarung makasar….mana ya?
    mana?????????????????

     
  2. suci

    Juni 12, 2008 at 7:18 pm

    hehehe, maafkan manisku, mengingat kondisi kantong yang terbatas, saat itu yang terbelikan sarung cuma untuk orang-orang tua saja.

    sedangkan untuk anak-anak, kak sudah siapkan gantungan kunci untuk kalian dan sebuah kalung klhusus untuk ira dan abe adek-adek ku tersayang…

    ok ok…

    ketemuan tar di jakarta ya.. jangan lupa senin depan ma dah di jakarta

     
  3. bulanrita

    Agustus 26, 2008 at 9:45 pm

    i support tuh mbak ama tulisannya. Sebagai salah satu “putri” daerah sana yang lagi nyari bekal di kampung orang, aku senang dengan segala perubahan yang ada. cuman, emang masih sayang sih mbak, eksistensi proses arah yang lebih baik itu terkadang adanya ntar klo ada hajatan orang-orang penting…so,hajat hidup orang banyak, mikir-mikir dulu tuh. Harap maklum deh. But, apapun…aku sih tetap berharap semoga smua stakeholder benar2 bekerja dengan hati…IKHLAS tanpa pamrih gitu deh…untuk kemajuan propinsi ‘bungsu’…

     
  4. ahmad amiruddin

    Januari 23, 2009 at 7:24 am

    waH“`asyik dong mba da rasain angin sepoi2nya pantai Mamuju…
    aku putra asli sana mba tapi, jauh di negeri orang..semoga akan banyak lage perubahan yang akan
    saya temui sebalik dari sini.amInnnnnn..!!!!!!!!!
    sarungnya da dapat mbak…hikZ…hikZ…hikZ…wassalam~~

     
  5. suci

    Desember 22, 2009 at 4:25 pm

    @ahmad

    alhamdulillah dapat mad…malah sekarang sering dipakai…kapan-kapan kalo kesana beli lagi ah, sama kain semi sutranya..ternyata emak suka..hahaha

     
  6. ayu

    Februari 1, 2010 at 6:10 pm

    hai ahmad aku putri sulbar peranah donk ke desa yang indah itu .desaku namanya salokayu di sana bxak durian loh

     
  7. aku

    Oktober 22, 2010 at 5:45 pm

    Awwe, enaknya jalan2 di ???
    barusannya za tau kalo ada lobster sebesar itu di Mamuju ..

    uupps. maaf ,, za ndak bisa komentar dengan bahsa yg baik dan benar. hahaha, maklum anak Mamuju yg masih cinta dengan gaya bahsa yg sperti ini,, mamuju bega ne ??. (wink).

     
    • kevin

      Desember 31, 2013 at 2:56 pm

      unusko…

       
  8. inke wuran

    Juli 8, 2011 at 8:52 am

    mamuju, i luph u….

     
  9. vhyna chakra wibawa

    Juli 8, 2011 at 8:55 am

    manakarra kota kelahiran qw….

     
  10. Hesron Ngelow

    Februari 29, 2012 at 7:54 am

    bagaimana kodonk nasib saudara-saudara kita yang ada di kalumpanmg, yang sampai sekrang jalannya melewati swah yang lumpurx sampai dilutut,,,!! kasiannnnnnnn,,,,,,,,,,,,

     
  11. Rim Kuplu

    Oktober 4, 2012 at 3:05 pm

    kenapa ga ketemu ya di mamuju. padahal sy tugas di mamuju jg….

     
  12. aryan

    Oktober 11, 2012 at 3:14 pm

    apa nama Bandara di Mamuju ? tks.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: