RSS

The Secret (karya Rhonda Byrne)

29 Apr

aku tidak percaya, setelah bertahun-tahun kebingungan dengan jati diri seperti apa yang akan ku bangun

buku satu ini menjadi jawabnya…

dengan mudahnya ia menjawab bahwa sesungguhnya aku tidak bingung, melainkan tidak memandang apa yang kuingin menjadi nantinya

aku memang penggemar buku-buku psikologi,

entah mengapa dulu aku tidak jadi psikiater saja, hahaha

tapi buku ini benar-benar merubah aku menjadi yang baru

yah, setidaknya begitulah pandanganku sendiri dan abi

ok, sekarang mengapa aku begitu percaya dengan buku ini.  berikut kejadian-kejadian yang sangat mencengangkan ku setelah mempraktekkan isi buku ini….

25 April 2008

hari itu aku punya acara peliputan di gedung kartini jakarta pada pukul 09.00 pagi. biasanya aku akan diantar abi, tetapi aku sedikit lupa bagaimana kejadiannya, akhirnya hari itu aku tidak bisa diantarnya. jadilah aku terpaksa naik busway dan berangkat sekitar setengah sembilan kurang.

well, itu jelas-jelas akan membuat ku terlambat. secaranya pengalaman sebelumnya, paling cepat busway dari rawamangun hingga ke dukuh atas saja butuh satu jam pada jam kerja seperti pagi itu. namun di hati ku bilang, “aku akan tiba tepat waktu..” terus saja di ulang-ulang..dan entah mengapa dan bagaimana aku tiba di lokasi peliputan jam sembilan kurang sepuluh menit.

hari itu aku langsung nyatakan dalam hati, bahwa benar apa yang diutarakan di the secret, bahwa aku bisa mengontrol hidup dan lingkungan ku dengan keinginan ku.

27 April 2008

aku harus liputan bersama presiden ke surabaya dengan menaiki pesawat dinas kepresidenan yang berada di bandara halim perdana kusuma. tetapi, saat konfirmasi aku salah mendengar lokasi menunggu, yang seharusnya langsung di halim. aku malah mendengarnya di istana negara.

untunglah, di separuh perjalanan menuju istana aku di telepon pihak biro pers dan baru tahu ternyata aku salah. waktu itu jam menunjukkan setengah 7, padahal jam 7 presiden take off.

“hah..” betapa terkejutnya aku, tetapi langsung ku praktekkan the secret, “aku akan sampai kurang dari 15 menit”…

abi yang hari itu mengantar mengebut sebisa-bisanya, kami tersesat karena tidak tahu jalan masuk, motor sempat mogok karena kepanasan dibawa jalan 90 km per jam, dan banyak halangan lainnya. tapi syukurlah, aku tiba sepuluh menit sebelum keberangkatan..hebat bukan…

29 April 2008

cerita kali ini agak sedikit berbeda dengan yang lain, yang spesifik masalah waktu. kali ini masalah pengontrolan emosi. sebelumnya, aku sadar bahwa aku terlalu cepat emosi, namun setelah membaca the secret, aku sadar semakin banyak aku mengeluh dan berpikir negatif maka akan semakin berlipat keburukan yang menimpaku.

the secret meminta ku untuk merubah cara pandang, khususnya untuk diri sendiri. aku pun sedikit-sedikit mulai mempraktekkan dan memang terasa betul pada pengontrolan mood sehari-hari.

seperti cerita kemarin, saat abi dan aku berencana untuk nonton film di atrium jakarta. kurang dari setengah jam lagi jadwal menonton di mulai, abi dapat panggilan untuk rapat. awal aku kesal karena acara kami tergangu tapi ya sudahlah buat apa, lagi pula cuma 30 ribu.

tetapi yang membuatku sedikit meledak lagi, alasan yang ia berikan ke atasan yang menelpon, ia sangat jujur bilang kami mau nonton. jelas saja tidak diizinkan, sejak kapan ada cerita seperti itu..tapi aku tetap mengontrol diri, meski di dalam juga dah meletup-letup

lalu, aku berfikir dari pada tiket ini dibuang, mending di jual lagi, tapi belum tentu ada orang yang mau menonton dan aku malas mencarinya…aku lihat pasangan-pasangan siapa tau ada yang mau. tapi tidak ah, buat apa mereka diberi. langsung terbesit kasi saja ke pegawai rumah makan tempat kami makan malam. yah, dia saja.

jadi ketika ku bayar, ia langsung ku beri. “mas ni ada tiket buat nonton di bioskop, tadi kita mau nonton tapi gak jadi ada acara. jadi nonton aja ya”…tau jawabannya? “makasi mbak,. seumur-umur saya belum pernah nonton”..

see, benar-benar dasyat the secret. aku berhasil mengontrol emosi, waktu, kehidupanku, dan juga kebahagian buat yang lain…

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada April 29, 2008 in aku dan dia

 

3 responses to “The Secret (karya Rhonda Byrne)

  1. taufan

    Mei 12, 2008 at 3:56 pm

    mungkin harus membaca buku ini juga kali ya D

     
  2. suci

    Mei 16, 2008 at 12:30 pm

    wah ember kudu baca memang, asik kok bahasanya. tapi kalo emang kurang suka masalah sosial n hal-hal berbau psikology jadi agak membosankan bukunya, seperti yang dibilang ama abi (my viancee)

     
  3. Paket Wisata Dieng

    November 23, 2016 at 11:25 am

    wahh keren mbak artikelnya, sayang warna tulisannya kurang friendly

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: