RSS

Presiden Panen Raya di Purworejo

19 Apr

Jakarta

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kemarin (17/04),
melakukan panen raya perdana padi supertoy HL2 di Desa
Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Presiden yang didampingi oleh ibu Negara Ani Yudhoyono
beserta sejumlah menteri kabinet bersatu, mengucapkan rasa
bangganya atas keberhasilan peneliti Cikeas, Bogor yang
didukung oleh Sarana Harapan Indopangan dan Gerakan
Indonesia Bersatu.

Khususnya dalam menemukan varietas padi unggul yang
diyakini bisa meningkatkan kesejahteraan para petani
sekaligus mendukung upaya swasembada beras pemerintah.“Pemerintah menyambut baik semua kontribusi

di bidang penelitian karena pemerintah menanti partisipasi
dari putra bangsa,”ujar Presiden.

Untuk lebih mendorong, Presiden meminta kepada seluruh
pimpinan baik kabupaten/kota dan provinsi serta seluruh
jajaran kementerian untuk memberikan dukungannya.

“Pemerintah akan meningkatkan dukungannya kepada penelitian
yang bertujukan untuk meningkatkan produksi pangan dan
pertanian Indonesia. Dengan cara inilah maka cita-cita
mencapai swasembada pangan dapat dipercepat,”kata Presiden.

Pemerintah juga diminta untuk lebih proaktif dan jemput
bola untuk mencari bakat-bakat unggul seperti ini, karena
telah terbukti mampu mendorong upaya pemerintah untuk
melakukan swasembada pangan sekaligus meningkatkan
kesejahteraan rakyat.

Terkait upaya swasembada pangan, Presiden Yudhoyono
mengatakan saat ini sesungguhnya Indonesia telah mencapai
swasembada beras. Mengingat pasokan nasional dilaporkan
telah mencukupi.

Akhirnya sejumlah pihak menyuarakan untuk dilakukannya
ekspor beras, mengingat saat ini dunia tengah mengalami
krisis pangan sehingga harga sejumlah bahan pokok seperti
beras mengalami kenaikan. Tentunya akan memberikan
keuntungan bagi negara jika pemasukan dari ekspor beras
berlansung.

Tetapi, sempat muncul perdebatan mengenai keperluan untuk
ekspor beras tersebut yang lebih menyuarakan untuk
mengamankan stok di dalam negeri.

“Pemerintah kemudian menetapkan untuk mengedepankan
swasembada beras, dan ekspor dapat dilakukan jika produksi
beras terus meningkat dan stok di Bulog masing-masing
daerah tercukupi,”papar Presiden.

Sementara itu terkait pelaksanaan uji tanam padi supertoy
HL2 di Purworejo, Bupati Purworejo, Kelik Sumrahadi, dalam
laporannya kepada Presiden mengatakan bahwa penanaman padi
supertoy di Purworejo sudah mulai dilaksanakan sejak tahun
2007, di lahan seluas sekitar 103 hektar pemilik petani
setempat Marjono.

Diperkirakan total panen pertama April ini mencapai 15,5
ton per hektarnya. Sementara, pada panen kedua meningkat
menjadi 17 ton per hektarnya dan terakhir sebesar 10 hingga
11 ton per hektarnya.

Lebih lanjut, Kelik menjelaskan keunggulan varietas padi
ini selain morfologi tanamannya lebih baik dan hasilnya
yang lebih banyak. “Varietas padi ini dalam setahun mampu
panen sebanyak tiga kali tanpa penanaman kembali,”katanya.

Bantuan dari Presiden

Dalam kunjungan itu, Presiden juga memberikan sejumlah
bantuan kepada masyarakat khususnya para petani dan
masyarakat yang menjalankan usaha.

Adapun bantuan yang diberikan yakni sumbangan paket sembako
sebanyak tiga ribu paket yang diberikan kepada masyarakat
sekitar.

Selain itu, Presiden juga memberikan bantuan langsung untuk
masyarakat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)
Mandiri kabupaten Purworejo tahun 2008 sebesar Rp24,847
Miliar yang diterima oleh Bupati Purworejo.

Adapula pemberian simbolis Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari
pimpinan Bank BNI, Mandiri, BRI dan Bukopin ke sejumlah
perwakilan kelompok tani.

Masing-masing dari BNI sebesar Rp4,5 miliar untuk 52
debitur, Bank Mandiri sebesar Rp12,1 milliar untuk 228
debitur, Bank BRI sebesar Rp14 miliar untuk 2267 debitur
dan dari bank Bukopin sebesar 1,46 miliar untuk 283 debitur.

Selain itu Presiden juga memberikan bantuan berupa 25 hand
tractor oleh Yayasan Kesetiakawan dan Kepedulian kepada
kelompok tani Giri Mulya Desa Boro Kulon, kecamatan Banyu
Urip.

Diikuti oleh Masyarakat Gerakan Indonesia Bersatu yang
memberikan dua unit trasher dan sejumlah alat-alat
pertanian kepada Kelompok tani Gemah Ripah I desa Grabag.

Ibu Negara Ani Yudhoyono juga tidak ketinggalan dengan
memberikan satu mobil pintar, dan dua buah motor pintar
yang dipersembahkan atas nama Solidaritas Istri Kabinet
Indonesia Pintar (SIKIB).

Seusai penyerahan bantuan tersebut, Presiden dan Ibu Negara
Ani Yudhoyono melakukan aksi tanam bersama, dimana Presiden
menanam pohon kayu putih dan Ibu Negara menanam pohon
Gayam.

Dilanjutkan dengan secara simbolis sejumlah bibit pohon
kepada warga sekitar sebagai bagian dari penanaman 1000
pohon.

Seusai penanaman pohon, Presiden dan rombongan melanjutkan
dengan kegiatan panen padi. Kesempatan itupun dipergunakan
oleh Presiden untuk melakukan dialog dengan para petani khususnya

yang ikut serta dalam program uji
coba tersebut.

Dalam dialog yang dilakukan lebih kurang 30 menit dibawah
terik matahari di tengah sawah milik Marjono itu dibahas
berbagai macam hal antara lain, terkait harga gabah kering,
distribusi pupuk, metode panen yang efektif dan swasembada
pangan.

Presiden mengatakan, “jika produksi beras dan pangan terus
naik, maka kita harus bersyukur karena memiliki ketahanan
pangan. Pangan kita cukup sehingga tidak lagi perlu
mengimpor dari negara lain yang harganya juga lebih mahal”.

Untuk itu, Presiden meminta seluruh masyarakat Indonesia
yang jumlahnya mencapai 230 juta itu untuk tenang. “Karena
pangan kita sangat mencukupi meski dunia mengalami
kekurangan,”jelasnya.

Bersamaan dalam dialog itu, Marjono, sebagai perwakilan
kelompok tani tersebut, secara jelas meminta kepada
Presiden untuk meningkatkan harga beli gabah kering yang
sementara ini mencapai Rp2.500 per kilogramnya.

Menanggapi itu, Presiden mengatakan bahwa pemerintah terus
mengupayakan untuk berlaku adil kepada para petani dan juga
para konsumen sehingga tidak ada yang dirugikan. Tidak lain
dengan mencari harga standar yang dihasilkan dari
perhitungan yang matang.

Sebelumnya, Presiden SBY yang tiba di Yogyakarta, disambut
oleh Gubernur Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono XI, Gubernur
Jawa Tengah Ali Mufidz dan Ketua DPRD Yogyakarta.

Adapun para menteri yang mendampingi Presiden yakni Menteri
Pertanian Anton Apriyantono, Menteri PU Djoko Kirmanto,
Menteri Komunikasi dan Informasi Muhammad Nuh, Menteri
Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Surya Darma Ali,
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Backrie,
Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Menteri Dalam
Negeri Mardiyanto dan Seskab Sudi Silalahi.

Suci Dian H

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada April 19, 2008 in reportase

 

3 responses to “Presiden Panen Raya di Purworejo

  1. wong cakep

    April 26, 2008 at 8:42 am

    aku akan salut sama Presiden jika dia mau memangkas tanaman padi itu, hingga kemudian di gebluk, di silir hingga jadi gabah dan kemudian diantar ke petani hingga dia yang jemur dan melihatnay dibawah terim matahari. dan akan lebih salut jika pemerintah pemda juga ikut bersamaan dengan anggota DPR dan DPRD nya. saya ingin tahu bagaimana keluh mereka berjemur dibawah sinar matahari yang terik sekali.

    sepertinya kejam, tapi memang lebih baik dari pada omong doang.

     
  2. Ping balik: Inner Power

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: