RSS

PNPM dan KUR, Kail Anti Kemiskinan

19 Apr

Jakarta

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang didampingi Ibu
Negara Ani Yudhoyono, Kamis (17/04) lalu, mengadakan
kunjungan kerja ke Kabupaten Purwokerto, Jawa Tengah.

Presiden mengatakan kunjungan tersebut adalah kunjungan
kerjanya yang perdana ke Purworejo. Meski demikian ia
merasa senang dengan pembangunan khususnya terkait dengan
usaha pertanian di kawasan yang disinyalir menjadi lumbung
padi untuk provinsi Jawa Tengah itu.

Presiden didalam pidato pembukaannya mengatakan bahwa
tujuan dari kunjungan perdananya ke Purworejo ini ialah
untuk melihat langsung keberlangsungan berbagai program
pemerintah dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan
memajukan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Saya percaya pemerintah provinsi Jawa Tengah dan
pemerintah daerah Purworejo telah melaksanakan tugasnya
dengan baik. Terlihat dari suburnya ladang-ladang dan
persawahan di sepanjang perjalanan tadi,”kata Presiden yang
berharap keuletan pemerintah daerah dapat terus bertahan
dan dilanjutkan sehingga menjadi lebih baik.

Pernyataan itu disampaikan Presiden di depan sejumlah
menteri Kabinet Bersatu, anggota pemerintah daerah
Purworejo, perwakilan dari bank Mandiri, BNI, BRI dan
Bukopin serta perwakilan kelompok tani yang berada di
kawasan Purworejo.

“Saya berharap setiap program dijalankan dengan pro rakyat,
jangan ada penyimpangan yang bisa menyusahkan masyarakat,
dan jika ada masalah segera laporkan ke pemerintah baik
daerah maupun pusat sehingga bisa dicarikan solusinya,”ujar
Presiden.

Salah satu program yang ditinjau langsung kinerjanya oleh
Presiden, adalah Program Nasional Pengembangan Masyarakat
(PNPM) Mandiri yang dirintis oleh pemerintah pada tahun
2007 dan efektif dilaksanakan pada tahun 2008 ini.

Menurut Presiden program tersebut memiliki nilai penting
karena lebih mengedepankan rakyat kecil, membantu secara
nyata kepada masyarakat yang membutuhkan pinjaman dan telah
terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang
mengikuti program tersebut. Untuk itu, ia berharap program
PNPM dapat terus berlangsung hingga 2015 mendatang.

“Siapapun Presidennya nanti, berkewajiban untuk melanjutkan
program ini karena benar-benar bisa menurunkan tingkat
kemiskinan,”tegas Presiden seusai mendengarkan laporan dari
Menteri Kesejahteraan Rakyat Aburizal Backrie, di podium
SMA 8 desa Nanggak, Kabuaten Purworejo.

Terkait dengan tingakat kemiskinan, Presiden menyampaikan
setidaknya berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik)
selama sepuluh tahun terakhir angka kemiskinan di Indonesia
telah menurun.

“Tidak benar kalau ada berita yang mengatakan sebaliknya,
bahwa angka kemiskinan meningkat. Lihat dulu
angka-angkanya,”kata Presiden dalam pidatonya. Meski
demikian pemerintah belumlah puas, hingga akhirnya mampu
mencapai angka nol untuk kemiskinan.

Presiden mengajukan tiga kegiatan yang bisa dilakukan oleh
siapapun khususnya para petinggi, guna menurunkan angka
kemiskinan. Pertama, dengan memberikan bantuan langsung
kepada masyarakat miskin baik berupa bantuan beras dan
pangan lainnya, pelayanan kesehatan gratis dan juga
peminjaman kredit yang mudah dengan jumlah tertentu bagi
yang akan membuka usaha.

“Banyak yang menilai jalan ini tidak mendidik, seperti
peribahasa yang mengatakan jangan berikan ikannya tetapi
kailnya. Tetapi untuk mereka sepertinya langkah yang tepat
adalah memberikan mereka ikan, dan secara bertahap
memberikan kailnya,”kata Presiden.

Untuk program ini, pemerintah telah menganggarkan sejumlah
dana yang setiap tahunnya meningkat. Pada tahun ini,
pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp58 triliun untuk
mendukung program beras miskin. Sebelumnya, sebesar Rp51
triliun pada tahun 2007, Rp41 triliun tahun 2006, Rp24
triliun tahun 2005 dan Rp19 triliun tahun 2004.

“Program PNPM dan KUR lah yang akan menjadi kailnya nanti.
Dimana tahun lalu, pemerintah telah menyalurkan bantuan
kepada lebih dari tiga ribu kecamatan, dan tahun ini
sebanyak empat ribu kecamatan. Diusahakan tahun depan
seluruh kecamatan Indonesia,”kata Presiden disambut sorak
para peserta acara.

Sedangkan untuk program kedua, ialah dengan membantu usaha
mikro yang dijalankan oleh masyarakat miskin. “Saat ini
pengangguran di Indonesia mencapai sembilan persen, kita
harus turunkan, caranya beri pekerjaan meskipun dari usaha
kecil,”ujar Presiden.

Selain itu, Presiden juga meminta lebih banyak lagi bank
yang akan mencanangkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Karena, melalui program ini kesulitan rakyat untuk
menyediakan jaminan saat meminjam akan hilang.

“Pada November 2007, pemerintah memberikan anggaran sebesar
Rp3,5 triliun tetapi itu belumlah cukup. Sementra di
Pekalongan telah tersedia Rp700 miliar untuk 160
nasabah,”jelas Presiden.

Ia pun berharap dana yang nilainya cukup besar itu, untuk
dimanfaatkan sebaik mungkin dan tidak diselewengkan. “Jika
ada kekurangan dalam program ini berikanlah
saran,”tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Kesejahteraan Rakyat Aburizal
Backrie didalam sambutannya mengatakan bahwa program PNPM
merupakan kelanjutan dari program pemerintah sebelumnya
yakni Program Pengembangan Kecamatan (PPK), yang telah di
mulai di Jawa Tengah sejak tahun 1998 lalu.

Dalam laporannya, Menkokesra menjelaskan pada tahun 2007
lalu setidaknya sebanyak 2993 kecamatan yang terdiri dari
28 ribu desa telah mengikuti program PNPM dengan anggaran
sebesar Rp757 juta hingga Rp1,5 miliar per kecamatannya.
“Nantinya, dana tersebut akan dikelola sendiri oleh
masyarakat,”jelas Backrie.

Sementara untuk tahun 2008, program PNPM dilaksanakan
secara nasional dan mengikutsertakan 3999 kecamatan yang
terdiri dari 16.417 desa tertinggal dan 20 ribu desa non
tertinggal. “Besar anggaran mencapai Rp1,5 hingga Rp3
miliar per kecamatan,”jelasnya.

Untuk tahun 2009, pemerintah mencanangkan seluruh kecamatan
di Indonesia yang lebih dari 5720 kecamatan dengan anggaran
kurang lebih tiga miliar masing-masing kecamatan.

Khusus untuk Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2008, alokasi
dan lokasi PNPM Mandiri Pedesaan dilaksanakan di 29
Kabupaten, 224 dari 563 kecamatan, dan 3.478 pedesaan dari
8.655 desa yang ada.

Besar anggaran yang dialokasikan mencapai Rp461 miliar yang
didapatkan dari dana APBN sebesar Rp369 juta dan APBD
sebesar Rp 92 juta lebih.

Melihat suksesnya program PNPM membantu meningkatkan
kesejahteraan masyarakat, Backrie mendorong pemerintah
untuk tetap menjalankan program ini. “PNPM mampu mendorong
partisipasi dan prakarsa masyarakat untuk meningkatkan
kesejahteraan keluarga, membangun sarana dan prasarana
dasar masyarakat,”ujarnya.

Begitupula dengan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang
melibatkan empat bank yaitu BRI, BNI, Mandiri dan Bukupin.
Setidaknya sejak mulai efektif berfungsinya dana KUR awal
tahun ini, sebanyak Rp3,5 triliun telah dipergunakan untuk
membantu usaha 200 ribu masyarakat Purworejo.

“Melihat efektifnya dana KUR ini dalam memayungi dan
membantu masyarakat, maka kami semua (pemerintah) berharap
agar masyarakat mau mendukung dan tentunya begitu pula
pihak penyedia dana,”ujar Backrie.

Suci Dian H

telah diterbitkan di Jurnal Nasional

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 19, 2008 in entertainment

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: