RSS

Kasus HAM Mendapat Sorotan Presiden

30 Mar

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendukung upaya penyelesaian berbagai kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang belum tuntas dengan seadil-adilnya. Presiden berharap agar aktivis-aktivis pembela HAM di seluruh Indonesia tidak cepat berputus asa dan lelah dalam menjalankan upayanya membela kebenaran. Karena, perjuangan itu membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Hal tersebut dikemukakan Direktur Eksekutif Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Usman Hamid, dalam konferensi pers seusai menemui Presiden di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/3).

Usman Hamid, bersama sejumlah perwakilan keluarga korban pelanggaran HAM di antaranya, Sumarsih, ibu dari Wawan yang tewas tertembak dalam tragedi Semanggi I, Ruminah keluarga korban kerusuhan Mei 1998, Tuti Koto keluarga korban penculikan aktivis tahun 1997, Tirta korban peristiwa Tanjung Priok, dan Azwar Kaeli korban kasus Talangsari, melaporkan langsung kepada Presiden terkait sulitnya memperoleh titik terang kasus yang menghilangkan nyawa keluarga mereka.

“Kebenaran dan keadilan itu datangnya pasti. Tetapi butuh perjuangan, kerja keras dan kerja sama yang baik antar unsur pemerintah dengan unsur masyarakat, agar persoalan-persoalan kekerasan semacam ini dapat diakhiri,” ujar Usman mengutip SBY.

Kepala Negara juga menyampaikan dukungannya atas seluruh upaya Kontras membantu pihak berwenang dalam mengusut berbagai masalah kekerasan dan pelanggaran HAM di tanah air.

Untuk mempercepat proses penyelidikan sejumlah kasus pelanggaran HAM, Presiden telah memerintahkan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) segera menggelar sidang kabinet khusus untuk membahas upaya-upaya percepatan penuntasan kasus.

“Akan ada sebuah diskusi khusus dan pengecekan di tingkat kabinet dan jajaran Menko Polhukam sehingga setidaknya bisa memberikan solusi bagi penyelesaian kasus ini di masa mendatang,” kata Usman mengutip Presiden.

Presiden juga memberikan personal guarantee pada Kontras untuk dapat menghubungi siapa pun pejabat negara terkait upaya mempercepat proses penyelidikan kasus HAM. Dan Presiden mewajibkan kepada para pejabat yang dimintai bantuannya untuk memberikan pelayanan terbaik.

“Silahkan kontras menghubungi pejabat negara siapapun itu terkait proses pendampingan yang dilakukan, dan para pejabat tersebut pun harus memberikan pelayanannya dalam upaya penuntasan kasus,” ujar Presiden seperti ditirukan Usman.

SBY juga mengungkapkan keterkejutannya saat mendengar laporan Kontras terkait hilangnya sejumlah berkas kasus dugaan pelanggaran HAM yang kini diusut Kejaksaan Agung.

“Presiden berjanji akan segera mengecek ke Jaksa Agung secara langsung, untuk kemudian diupayakan langkah lanjutnya di masa yang akan datang,” kata Usman.

Senada dengan Usman, Juru Bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng mengatakan Presiden segera menggelar rapat kabinet terbatas khusus untuk mengumpulkan para menteri serta pembantu Presiden lainnya yang terkait dengan penanganan kasus pelanggaran HAM.

“Itu segera. Presiden akan menggelar rapat kabinet terbatas yang khusus mengagendakan pelanggaran HAM,” kata Andi.

Andi menambahkan Presiden juga mempersilakan keluarga korban dan Kontras untuk menghubungi langsung pejabat yang berwenang guna mengadakan dialog dan membantu mereka dalam pengungkapan kasus pelanggaran HAM.

Suci Dian H (sudah diterbitkan di Jurnal Nasional)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 30, 2008 in reportase

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: