RSS

diam dan marahku

18 Mar

sepertinya sudah dua orang yang tidak setuju dengan caraku mengekspresikan marah

biar tahu saja, aku lebih memilih diam, tidak memandang mata (atau mengacuhkan), dan mengasingkan diri

dari pada berteriak-teriak dan membanting barang

ku pikir itu cara ku yang terbaik,

karena tidak akan ada orang tersakiti dengan perkataanku yang mencaci maki buta

tetapi sepertinya dua orang ini lebih senang aku mengekspresikan marahku

mereka tidak ingat, didikan itu ku dapat sedari kecil

tentu sulit mengubahnya

sedih dan sakit juga kurasakan saat mereka menyampaikan ketidaksukaan itu

aku hanya menganggab mereka tidak bisa menerimaku

bahkan dengan teganya mereka mengatakan aku egois

padahal diam ku itu, agar mereka tidak lebih tersakiti.

nb: sepertinya  butuhketemu psikolog deh

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 18, 2008 in aku dan dia

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: