RSS

uneg-uneg

20 Feb

KESAL ABIS SAMA REDAKTUR

aku masih bingung..jujur bingung banget, batasan kerja reporter ada dimana sih?

setahuku, kita sesuai dengan panggilannya reporter yang berarti tukang lapor, bertugas untuk melapor dan membuat beritanya…dan bila ada kekurangan maka itu menjadi tanggung jawab redaktur untuk merapikan kekurangan itu.

akan ada sedikit perbedaan, saat reporter tersebut bukan reporter harian alias mingguan. dimana ia punya banyak waktu untuk menganalisis, tidak dikejar dead line per harinya, dan masih banyak waktu menguber-nguber nara sumber..

tetapi, kejadiannya kemarin itu, dua redaktur di kantor tidak bisa diajak bekerja sama. aku yang liputan seharian hingga baru sampai di kantor sore dan menulis berita hingga malam, masih ditugaskan untuk menelpon sejumlah pengamat untuk melengkapi laporanku.

“kepalang tanggung, sekalian aja kamu yang nulis,” itu ujar salah satu redaktur kala itu. lainnya, “yang lain juga banyak kerjaan jadi kamu saja,”saat aku minta back up karena beritanya sendiri belum kutulis.

maksud back up itu sebenarnya ada si redaktur yang kulihat hanya memperhatikan perkembangan berita di monitor dan mengambil berita dari rubrik lain untuk dicoplok ke kantongnya.

belum lagi kala aku meminta bantuannya untuk menelpon nara sumber yang sudah dikenal dekat dengannya. Pertama alasannya aku tetap tidak bisa mencapai si nara sumber yang ternyata sakit dan sibuk itu dan kedua dia kayakanya lebih jitu masalah isu yang terkait demokrasi itu.

aku sebenarnya khawatir aja isu ini karena terkait dengan presiden kalo aku asal-asalan bisa kacau. (yang akhirnya pun tambahan nara sumber itu tidak dicetak, BT Kan). wah pokoknya lengkap malam itu kekesalan ku karena KEMALASAN MEREKA MEMBANTU REPORTER. pokoknya suasana kerja tidak bisa sesinergi di google deh…

maksudku, well guys we have a dead line and this is about the president…kok nekat suruh terjun anak kecil ke kolam buaya? alasannya mau buat si anak belajar berenang. Bull shit dah…

so redaktur, cobalah jadi redaktur yang baik, gunakan pengalaman dan kemampuan serta pengetahuan anda untuk membimbing reporter dengan BENAR DAN BAIK, jangan seperti babu yang disuruh ini suruh itu. kita gak akan belajar dari itu, selain belajar mengumpat kalian. hati-hati loh kata-kata orang yang merasa teraniaya berbahaya…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 20, 2008 in aku dan dia, reportase

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: