RSS

Liputan Istana

18 Feb

Presiden Sidak ke Karawang


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan inspeksi mendadak ke pasar, perajin tahu tempe dan petani di Karawang Barat, Jawa Barat, Jumat (1/2).

Berdasarkan informasi para penjual di Pasar Baru, Karawang, harga beras, gula dan daging masih stabil. Harga beras Rp5.000 per kilogram, daging biasa sekitar Rp50.000 dan daging has berkisar Rp50.000-Rp.55.000, gula Rp6.400, telur Rp11.500.

Sedangkan harga yang mengalami lonjakan tinggi terjadi pada terigu, minyak goreng dan kedelai. Harga kedelai jika di pengusaha Rp6.000 menjadi Rp8.000 di pasar per kilogramnya. Sementara terigu naik menjadi Rp7.000 dari Rp5.000. Sedangkan minyak goreng meningkat menjadi Rp11.000 dari Rp7.000.

Presiden juga mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama untuk mengembalikan harga-harga bahan pokok. “Beras dijual harganya harus pas, kalau tidak kasihan petaninya, menangis semua nanti petaninya. Tetapi, penentuan harganya juga harus bisa dibeli masyarakat, jadi semuanya bisa sejahtera,” ujar Presiden kepada sejumlah penjual.

Sejumlah warga menghendaki agar pajak PPN komoditas ikut diturunkan. Presiden menjelaskan tidak semua pajak bisa dihilangkan karena juga digunakan untuk kepentingan berbagai sektor seperti kesehatan dan pendidikan.

“Pajak itu digunakan untuk mengatur APBN, jadi tidak boleh untuk keuntungan saja. Tidak mungkin PPN dihapus, saat ini pemerintah bertugas untuk segera menstabilkan harga agar tidak naik terus,” ujarnya.

Bersamaan dengan itu Presiden juga memberikan penjelasan kepada masyarakat Karawang terkait melonjaknya harga minyak tanah. Menurutnya, harga yang sekarang ada di pasar itu sudah sangat murah dan sudah disubsidi oleh pemerintah.

“Seharusnya harga minyak tanah itu mencapai Rp8.000 per liter, tetapi kemudian disubsidi oleh pemerintah sebanyak Rp6.000 per liternya. Jadi dipasaran harganya bisa turun menjadi Rp2.000, dan bila ditambah biaya ongkos maka menjadi sekitar Rp2.500,”jelas SBY kepada sejumlah pedagang.

Akan tetapi mengapa tetap terjadi kelangkaan dan harganya mahal, menurut Presiden hal tersebut di picu oleh sejumlah oknum yang nakal. “Seharusnya dikirimkan ke rakyat, tetapi kemudian ada yang dibawa ke pabrik-pabrik. Akibatnya minyak menjadi langka dan harganya mahal,” ungkapnya.

Untuk itu, pemerintah menghimbau kepada sejumlah pejabat pemerintah daerah dan masyarakat untuk ikut mengawasi dan melaporkan bila terjadi penyimpangan seperti demikian. “Sudah jadi tanggungjawab kita bersama untuk mengawasi agar pelanggaran-pelanggaran demikian tidak terjadi lagi,” katanya.

Pemerintah akan terus berupaya membentuk kebijakan yang adil bagi semua seperti yang disampaikan oleh Presiden. Sementara itu Andi Malaranggeng, mengatakan Presiden dan pemerintah akan terus maju untuk mengatasi kemiskinan dan kenaikan harga. terbukti kemarin presiden memanggil seluruh menteri,pejabat dan pengusaha untuk membicarakan kebijakan yang tepat dan kini turun langsung ke lapangan untuk melihat langsung keadaannya.

Saat berkunjung ke petani kedelai, di Ciranggong, Kecamatan Majalaya, Karawang, Presiden mendengarkan masukan dari patani. Wawan, petani kedelai, menyampaikan bahwa harga kedelai sekarang Rp 6 ribu per kilogram di tingkat petani. Saat ini produksi kedelai bisa mencapai 2,1 ton sampai 2,3 ton per hektar. “Kemarin, kelompok kami sudah dapat menghasilkan 40 ton per musim,” kata Wawan.

Presiden SBY berharap hasil produksi kedelai tersebut bisa lebih ditingkatkan. “Saya intruksikan kepada Pak Anton (Menteri Pertanian; red) dengan jajarannya, ajak para gubernur, bupati, walikota, untuk betul-betul meningkat produksi dengan teknologi dan cara tanam yang bagus, supaya petani bisa berkibar benderanya lagi. Bukan hanya dua ton, tapi tiga ton, insya Allah,” Presiden menegaskan

Suci Dian Hayati

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 18, 2008 in reportase

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: