RSS

Manisnya Abiku

16 Jan

Sabarnya Kelemahanku

Seorang teman di dalam Blognya bercerita bahwa ia merasa begitu aneh dengan ungkapan temannya tentang kisah cintanya yang dinilai beruntung. Dengan jelas ia menyiratkan bahwa ia sendiri masih bertanya-tanya benarkah ia seberuntung itu?

Tetapi, bila pertanyaan itu diajukan ke diriku…aku kan menjawab..

“Ya…ya, Aku beruntung. Beruntung mendapatkannya. Sepenuh hati dan sekuat tenagaku tidak akan kulepas dia, sampai yang sesungguhnya memiliki dirinya berkehendak lain.”

Bagaimana aku tidak beruntung… awal pertemuan kita hanya sebatas teman sekampus. Ia memang banyak disenangi wanita, tapi sebatas teman curhat. Jadi ingin tertawa mengingat masa-masa itu. Dia sendiri tidak menyangka aku terpicut hati padanya.

“Dulu sih umi dipandangan abi cuma taman kampus yang selalu bersemangat,”ujarnya waktu kutanya pernah tidak terpikir untuk mendampingiku sebagai kekasih. Menyesal juga menanyakan itu, kesannya aku yang ngebet banget. Tapi ternyata ada beberapa sifat kecilku yang menarik perhatiannya. “Beda aja dibanding cewek-cewek kampus lainnya,”. entah dia jujur atau tidak, tapi ku senang mendengar ia begitu perhatian meski tanpa maksud.

Setelah lima tahun berjalan (Juli nanti), aku sadar keberadaannya bagaikan air ditengah api emosiku, angin diladang tandusku, dan juga bagaikan bintang yang menghiasi langit galauku.

Aku yang dibesarkan dengan metode tradisional dimana anak tidak ada suara di depan orangtuanya, dan selalu terlatih menjadi seorang pemimpin, menjadi lemah di depannya. Bagaimana tidak, kesabarannya dalam menghadapi seribu diam ku akibat marah, cemburuku yang tiada beralasan, dan berbagai kesalahpahamanku selama ini. menjadi kunci untuk masuk ke hati ku dan menguncinya rapat-rapat dari orang lain, meski masih ada jendela. hahahaha…

Tapi jendela itu pun selalu ia jaga rapat, sehingga pandangan di dunia luar hanya berlalu dengan begitunya tidak ada yang berkesan.

kesiapannya selalu menyediakan waktu untuk ku juga mengukir cinta di hati. keinginannya untuk selalu berada di sisiku tidak pernah membuat ku bosan. pernah ku bertanya mengapa abang tidak pernah bosan selalau bertemu? mengapa memilih lebih banyak ke adek dibanding teman-teman dulu? jawabnya lucu dan nyeleneh. “karena kangen sama pipi tembem mi,” Hah!! pipi tembem?

aku cukup sadar aku sangat beruntung mendapatkannya. ohya, satu bukti lagi, satu ketika cincin pemberiannya jatuh ke dalam got tanpa kusengaja. aku sedih tapi bagaimana mencarinya? got itu kotor dan tidak jernih. masa’ aku harus mengubek-ubek saluran itu?

saat paginya ku ceritakan padanya, ia langsung mengubek-ngubek got itu tanpa ada keraguan. aku terharu, menangis, dan bengong. Jelas…kok dia bisa sanggub melakukan itu. jawabannya saat ku bertanya, “Cincin itu satu-satunya yang baru bisa bi berikan kepada umi..”

uuuhhh, mana tahan pisah dari pria sejati seperti ini..setuju tidak

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 16, 2008 in aku dan dia

 

3 responses to “Manisnya Abiku

  1. Tussie

    Januari 19, 2008 at 4:32 pm

    “Seorang teman di dalam Blognya bercerita bahwa ia merasa begitu aneh dengan ungkapan temannya tentang kisah cintanya yang dinilai beruntung. Dengan jelas ia menyiratkan bahwa ia sendiri masih bertanya-tanya benarkah ia seberuntung itu?”

    Maksudnya ini gw ci? hahahahha… gw bukan bertanya-tanya apakah gw seberuntung itu? yang gw persoalkan bukan keberuntungannya, tapi bagaimana mendapatkan keberuntungan itu? Gw jelas beruntung punya RJ…tapi itu lebih dari sekedar beruntung dan kebetulan…itu bukan ditemukan tiba-tiba dan, suddenly finally I found someone….

    lebih dari itu…

    Gw beruntung karena gw memilih dia, karena gw memilih cowo yang tepat buat gw…Temen gw ngga beruntung karena ngga memilih cowo yang tepat buat dia…begitu lho jeng hehehehhe…

     
  2. suci

    Januari 19, 2008 at 10:43 pm

    wah beruntung ya beruntung ya, tsie…dan semua itu tidak bisa dicari-cari.haha, jadi rumor kalo loh masih bertanya-tanya tentang si doi gak bener dong?hehehe, moga langgeng deh

     
  3. Tussie

    Januari 27, 2008 at 4:38 pm

    waduhhhh…susah ya jadi selebritis…dikit2 digosipin…hahahahha….

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: