RSS

Tentang Dia

05 Des

Lelakiku Yang Beruntung

michan sayang bichan

Bicara masalah beruntung, Ibuku lah yang paling percaya kalo keberuntungan selalu menyertaiku. Pindah sekolah (meski tidak yang bagus-bagus amat) malah bawa beruntung bisa lolos di Universitas tertua di Indonesia, sebulan setelah lulus kuliah langsung dapat panggilan kerja, dan masih banyak lagi kejadian-kejadian kecil yang ‘mama’ kategorikan keberuntunganku.

Termasuk dirinya. Aku beruntung karena ia orang tersabar yang pernah aku kenal, dan juga sangat penyayang. Aku beruntung, karena akhirnya ia menetapkan hatinya kepada ku, dan aku beruntung karena ia mampu membantuku melewati hari-hari berat.

Tetapi, tak kusangka ia juga orang yang beruntung, meski di awalnya ia perlu bekerja keras. Itulah bedanya denganku, jarang aku harus bekerja keras, atau aku sendiri yang tidak sadar…

Salah satu keberuntungannya adalah tiket gratis melihat negara tetangga, Malaysia. Tugas dadakan ini jelas sangat mengejutkan dirinya, terlebih lagi dia saja satu-satunya orang yang dipercaya untuk menjalankannya. Tetapi seperti kukatakan sebelumnya, ia harus kerja keras dulu untuk mendapatkannya. termasuk satu hari sebelumnya kala mengorder pasport untuk keberangkatannya.

Pada hari itu, aku sangat miris melihat perjuangannya untuk mendapatkan hadiah itu. Hingga suaranya begitu terdengar kelelahan hanya untuk mengurus pasport. Seharusnya pengalaman ini mudah baginya, terlebih lagi ia punya kartu mandraguna, Sayangnya nol pengalaman malah membuatnya kesulitan.

Tetapi, akhirnya ia berhasil mendapatkannya dan mendaratkan dirinya di negara melayu itu. Sepulangnya dari sana tampak rasa kebanggaan, kebahagian dan juga ketidakpuasan karena hanya sehari disana, ia tunjukkan kepadaku. Sayang-sayang, kau memang lelaki keberuntungan..bukan hanya untuk dirimu tetapi juga diriku..

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 5, 2007 in aku dan dia

 

One response to “Tentang Dia

  1. ilma

    Desember 17, 2007 at 7:37 pm

    Suci, aku baru tau dari teman2 kalo kamu dan Agus akan menikah…
    Wowww.. Maaf ya, aku nggak ngeh melihat keakraban kalian, kukira hanya sekedar teman kerja🙂. Wah, bener2 pinter deh nutupinnya :))

    Selamat ya say.. kapan nih bagi2 undangan.. Don’t forget me yah.

    ” heheh…masak sih pandai menutupnya? yah, kami tetap berusaha profesional sih mbak tapi gak tahan kalo ada liputan yang bisa jadi ajang jalan2..hahaha, ok deh, tapi acaranya di Aceh sana ni…doakan saja ya..”

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: