RSS

Wirausaha, Trend Bisnis Baru Pemuda Indonesia

03 Des

Mendorong Kewirausahaan Remaja Indonesia

Lulus dari Universitas dan mendapatkan gelar, belum menjamin seseorang mendapatkan pekerjaan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2007 sarjana yang menganggur jumlahnya empat kali lipat dari tahun sebelumnya, yakni 409.890 orang.

Bila dilihat secara keseluruhan jumlah pemuda yang menganggur di Indonesia lebih dari 10 juta orang. Angka tersebut jelas menunjukkan adanya masalah besar dalam perkembangan perekonomian dan sosial di Indonesia yang mengakibatkan melonjaknya jumlah pengangguran berpendidikan di Indonesia. Atau bisa pula disebabkan karena pemikiran yang didoktrinkan kepada para remaja Indonesia adalah mencari pekerjaan, dan bukan sebaliknya, menciptakan lapangan pekerjaan.

dsc00805aaaa.jpg

“Setiap tahunnya akan tambah 1.000 orang pengangguran lagi, padahal jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia cukup terbatas,” ujar Manajer Social Investment dan Internal Communication Shell Indonesia, Sri R Wahyu Endah, yang ditemui saat berkunjung ke kantor Jurnal Nasional, 16 November lalu.

Berangkat dari permasalahan itulah akhirnya Shell sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perminyakan dan pelumas, memfasilitasi para remaja Indonesia yang inovatif melalui kegiatan yang bertajuk “Shell LiveWire”.

Sri mengatakan, program pengembangan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) ini sudah menjadi fokus utama kegiatan tanggung jawab sosial korporasi atau CSR (Corporate Social Responsibility) Shell sejak 2003 lalu. Tujuannya yakni untuk membantu anak-anak muda yang memiliki ide bisnis cemerlang untuk dapat mewujudkan aspirasi mereka, sekaligus membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat yang ada di sekitarnya.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengubah pandangan para remaja sebagai pencari kerja (job seeker) menjadi pembuka lapangan kerja,” ujar Sri. Perusahaan multinasional ini juga ingin mengubah paradigma anak muda yang selama ini menilai kewirausahaan itu bukan pekerjaan yang keren, dan patut dibanggakan. Padahal, kata Sri, jika dilakukan dengan benar, wirausaha bisa menjadi pekerjaan yang bergengsi dan bahkan karier.

Sri memaparkan, program Shell LiveWire sendiri sebetulnya bukan program yang baru bagi perusahaan asal Inggris dan Belanda ini. “Setidaknya sejak 1982, sudah ada 26 negara yang mengoperasikan program ini dan beberapa negara lainnya akan menyusul termasuk Indonesia,” ucapnya. Untuk Shell di kawasan Asia, program ini sudah, dan akan diadopsi di negara Pakistan, Singapura, Filipina, dan Australia.

Khusus di Indonesia, program ini sudah dikenalkan sejak 2003 dengan nama Young Entrepreneurs Start UP (YES!) atau wirausaha pemula. Hingga 2007, program yang ditujukan untuk para pemuda berusia antara 18-32 tahun ini, terus berkembang dan banyak menarik minat pemuda.

Terbukti pada tahun lalu saja, Shell kebanjiran 1.447 proposal bisnis muda yang baru berasal dari tiga kota saja yakni Jakarta, Bandung dan Yogyakarta. Tahun ini, jumlah peserta di Jakarta yang ikut serta terdaftar kurang lebih 150 orang.

“Pemuda-pemuda dari negara yang sedang berkembang memang terkenal memiliki ide-ide yang sangat inovatif seperti Indonesia,”ujar Fathia Syarif, Manager Media Relations, External Affairs and Communication Shell Indonesia, turut menambahkan. Tetapi, ide kreatif itu sering tak bisa berjalan karena terbentur persoalanan dana. Di sinilah Shell ingin berperan, dengan memberikan dorongan dan jalan memulai mimpi mereka.

Kegiatan ini tidak semata-mata hanya menampilkan lokakarya saja. Serangkaian kegiatan ikut disertakan antara lain mentoring, workshop yang bertajuk “Shell Bright Ideas Workshop”, pelatihan (coaching), ajang kompetisi Business Start Up Award hingga proses konsultasi dan pembimbingan.

Menurut Sri, kegiatan pelatihan kewirausahaan ini sangat berarti bagi pemuda yang ingin menyatakan mimpi bisnisnya. “Kebanyakan para pembisnis muda ini terkendala dengan minimnya dana dan sempitnya jaringan kerja (network). Belum lagi jika ada masalah tidak tahu harus mengadu ke mana,” kata Sri memaparkan.

Setidaknya Shell berharap dengan adanya kegiatan ini, pikiran dan ide-ide para pemuda dapat terbuka, terpancing dan akhirnya terealisasikan, serta mampu bertahan. “Melalui worshop inilah mereka diberikan peluang dan jalan untuk memulai dan mengembangkan bisnis impian mereka,” katanya.

Terlebih lagi, workshop tersebut menampilkan sejumlah pengusaha sukses dari masing-masing daerah. “Anak-anak di daerah sangat antusias, terlebih lagi kita mengundang para pengusaha sukses lokal,” ucapnya. Dengan tujuan pemuda-pemuda itu akan lebih terpacu, dan juga karena para pengusaha lokal yang jauh memahami bagaimana perkembangan pasar.

Ide yang dimunculkan oleh pebisnis muda yang selama ini mengikuti kegiatan ini, menurut Fathia, termasuk unik. Salah satunya adalah bisnis loundry express yang dikelola oleh seorang mahasiswa di Yogyakarta yang berawal dari cerita teman-temannya, yang mengeluh malas mencuci pakaian karena kelelahan.

Dimulai dari menggunakan jasa ibu-ibu sekitar untuk mencuci menggunakan tangan, meningkat dengan menggunakan satu mesin cuci baju dan kini dia sudah punya beberapa mesin cuci. “Usaha mereka tetap jalan,”kata Fathia menjelaskan. Sri menambahkan, yang terpenting dalam mengikuti kompetisi ini adalah ide-ide bisnis yang dikirimkan termasuk ide-ide inovatif, dan orisinal, serta tidak berbau kriminalitas.

Untuk ke depan, Shell berencana untuk mengadakan workshop serupa di 24 kota besar di Indonesia yang akan ikut melibatkan lembaga pendidikan tinggi seperti Universitas. Beberapa bulan terakhir acara ini sudah digelar di kota Bandung, Yogyakarta, Jakarta, Surabaya dan Depok.

Suci DH

diterbitkan di Jurnal Nasionak, 29 November 2007

 
12 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 3, 2007 in reportase

 

12 responses to “Wirausaha, Trend Bisnis Baru Pemuda Indonesia

  1. Rizal

    Desember 18, 2007 at 2:17 pm

    saya setuju dg artikel nih…sekalipun aq dah ker kantoran, tapi aq msh ingin buka usaha. sekalian buka lpgan pekerjaan buat org2 d sktarku.
    sbnrnya aq jg pgn bergabung dg kmntas ini untuk semakin memantapkan niatku dan jiwa bisnisku neh.,..gmn ya caranya????

     
  2. Fitri

    Februari 3, 2009 at 8:56 pm

    klo soal modal usaha kr2 pemecahannya gmn yach? btw trims artikelnya menarik.. salam kenal,

     
  3. suci

    Februari 4, 2009 at 3:50 pm

    masalah modal memulai usaha memang kerap jadi kendala, fit. tapi sebenarnya kalo kita mau open mind dan berani ambil resiko, banyak kok caranya. diantaranya yang paling populer ya lewat kredit bank..

    sekarang ada banyak bank yang memberikan bantuan modal usaha alias pinjaman hampir capai 10 juta (lumayan buat modal usaha)lewat program sejenis KUR (kredit usaha rakyat) yang notabennya program dari pemerintah. tapi kadang kalo gak ada orang dalam, mereka pinginnya usaha kita itu dah jelas dan paling tidak dah jalan selama setahun.

    tapi ada juga via bank-bank daerah atau syariah yang rada longgaran dikit. di kampungku (aceh), itu ada bank daerah yang mempermudah peminjamnya membalikkan pinjaman. padahal dipinjam hampir 10 juta, tapi tiap hari di cicil misalnya 12 rb ampe 200 ribu tergantung usaha. bahkan, kalo usaha lagi mau libur, kita gak wajib bayar..enakkan..yah intinya kudu sering sercing tempat-tempat yang memberikan pinjaman dengan baik….

    ada juga ya nabung dulu beberapa bulan atau setahun, nah tabungan itu nantinya dijadikan modal deh…kalo gak pinjam ke saudara terdekat yang lumayan tajir..hahahahaa

    tapi itu semua harus ada good and strong will…selamat mencoba ya

     
  4. boogie

    Maret 3, 2009 at 8:04 pm

    saya sangat-sangat antusias dengan artikel ini karena akan mendorong para kawula muda untuk keluar dari cengkraman para kapitalisme, kita kudu punya brain thinking.

    memamg klasiknya alasan kenapa kita para kawula muda tidak berfikir ke arah usaha/membuka lapangan pekerjaan yaitu modal usaha, saya setuju sekali dengan komentar suci diatas yaitu
    banyak cara koq klo qta punya tekad dan niatan.

    kita dilahirkan memang sudah dicetak untuk menjadi orang sukses, kita telah diciptakan oleh yang maha pencipta sebagai mahkluk yang sempurna, kita diberikan 5 panca indra yang tak ternilai harganya. so tidak ada alasan untuk tidak berhasil.

     
  5. KolongMelarat

    Mei 8, 2009 at 2:08 pm

    Kapitalisme merupakan suatu ancaman yang mengerikan, namun tidak dapat dipungkiri bahwa itulah kenyataan yang ada.

    Yang memiliki modal yang kuat akan bertahan dan berkembang apalagi di wilayah perkotaan. Golongan yang kekurangan modal, walaupun memiliki ide cemerlang dan menciptakan hal baru akan sangat mudah ditelan oleh mereka yang bermodal yang merupakan market follower.

    Contohnya : Ketika muncul suatu ide bisnis baru di suatu kota yang dikategorikan bisnis yang lancar/menjanjikan dengan modal pas – pas’an, maka lihat saja selanjutnya, golongan kapitalisme akan segera memasuki bisnis tersebut dimana pada awalnya mereka sebagai market follower namun pada akhirnya sebagai market leader. Trus kemana tuh pencetus ide bisnis baru dengan modal pas – pas’an yang pada awalnya dengan susah payah menjalankan ide baru ?, yah mungkin masih bertahan, mungkin juga gulung tikar, ato mungkin juga cari lahan baru.

    Itulah bisnis, pada kenyataannya yang kuat memakan yang lemah. Yah, pada intinya harus tabah & sabar, harus siap kalah dan ngak stress🙂, do plan and action, en hopefully u got a lot of luck lho!!.

    Gud luck

     
  6. khabib

    Oktober 18, 2009 at 12:01 am

    Entereprener club DAHSAT LUAR BIASA?
    oya,,,,,,,,,, cara untuk join gmn cranya yah,,,,,,,,,,,?
    trimakasih,,,,,,,,,,,artikelnya sangat bagus?,,,,^_^

     
  7. optimizingtalent

    Januari 26, 2010 at 12:36 pm

    Pengangguran memang semakin meningkat, bahkan tak terbendung. Mari kita ubah pola berusaha kita. Anda gabung saja dengan saya😀 di http://alinurdin.blogdetik.com

     
  8. fay

    Mei 5, 2010 at 7:42 pm

    DBS…..member byk tp g siap dg fasilitas-y……DBS saya pasif…pdhl msh ada deposit sy 100.000 n lg saya sampe skr g tuh bonus yg masuk k account saya.

     
  9. Download RPP

    Januari 2, 2011 at 10:59 pm

    Ide kecil tapi kalau dijalankan akan menuai sukses besar..=yang penting go-nya dulu ya mba..

     
    • dedhy

      Mei 31, 2011 at 2:04 pm

      Sip.. mau kerja sama

       
  10. Resep Masakan

    Januari 2, 2011 at 11:01 pm

    @Setuju dengan yang diatas saya….

     
  11. erwin

    Mei 20, 2011 at 2:54 pm

    waralaba murah dan menguntungkan..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: