RSS

“Bekerja itu harus karena senang…”

21 Nov

Tulisan berikut ini berkisah tentang seorang wanita bernama Rahmi Hafieda yang berprofesi sebagai VP Coporate Audit di PT Elnusa, Jakarta. Lucunya, tugas menulis tentang beliau ini akibat dadakan. Karena teman yang ditugaskan tidak dapat mengerjakan akibat sakit dan akhirnya terpontang-pantinglah aku mencari wanita yang memiliki pesona penuh di dunia perminyakan.

Bertemu pun tidak pernah dengan wanita yang menurut karyawannya ini sangat ramah, apalagi berjabat tangan dan mengenalnya. Melalui jalur telepon lah aku berbincang-bincang dengannya untuk memenuhi syarat tugas. Satu kalimat yang cantol di ingatanku, “Bekerja itu harus karena senang, bukan karena keharusan”.

Pada awalnya, kupikir itu benar juga dan terbukti dengan keberhasilannya menyenangkan pekerjaannya. Tetapi, pikirku selagi kita bekerja di bawah ketiak orang tentulah tidak semuanya menyenangkan. Bahkan, hampir semua pekerjaan yang dikerjakan karena keharusan. Tidak lain karena sudah tanggung jawab kita pada seseorang yang memberikan tugas.

Rahmi Hafieda:Tergila-gila Dengan Keteraturan

festival-tani-elnusa-327a.jpg

Serba tertata dan rapi. Begitulah kesan pertama kala memasuki ruang kerja Vice President Corporate Internal Audit dan Risk Management Elnusa, Rahmi Hafieda yang terletak di lantai 16 Gedung Elnusa, Jakarta.

Beberapa lukisan pemandangan dan sosok perempuan yang menghiasi dinding ruangannya sama sekali tidak kesan sempit dan semrawut, sebaliknya malah menambah keindahan ruang itu.

Fida begitu ia biasa dipanggil, telah bergabung di PT Elnusa sejak 25 tahun lalu, tepatnya November 1982. Berawal dari syarat kampus yang mengharuskannya bekerja magang dengan salah satu perusahaan negara, akhirnya ia jatuh hati ke perusahaan anakkan Pertamina itu, dan terus meniti karier hingga saat ini.

Banyak yang bertanya mengapa ia begitu setia meniti karier di Elnusa. “Saya tinggal jawab, saya kan pemegang saham,” ujarnya sambil tertawa. Tetapi, sebenarnya dia banyak mendapat tantangan, dan kejelasan jenjang karier.

Menurutnya, mereka yang sering berpindah-pindah tempat pekerjaan, salah satunya karena sedari awal tidak tahu ke arah mana perkembangan kariernya, di perusahaan itu. “Berbeda dengan saya yang sedari awal sudah tahu ke mana karier saya akan berkembang di Elnusa.”

Di mata para karyawannya, wanita berambut sebahu ini dikenal sebagai atasan yang ramah, suka tersenyum dan berdedikasi tinggi. “Semua orang sangat sayang dengan beliau. Beliau itu orangnya asyik dan baik, tidak seperti kebanyakan karyawan audit yang ‘serem-serem,”ujar Hanny H Soemarno salah satu rekan kerjanya.

Menjadi satu-satunya perempuan di jajaran tim internal audit Elnusa yang hanya beranggotakan lima orang itu, sama sekali tidak melunturkan semangat Rahmi yang memang sudah dikenal sebagai pekerja keras oleh rekan kerja maupun karyawannya. “Sampai-sampai rekan kerjanya yang laki-laki, jadi malu sama beliau. Tidak jarang ibu merelakan waktu dengan keluarga dan istirahatnya hingga larut malam hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya,” ujar Hanny.

Namun, Fida mengatakan, tolak ukur bekerja keras bukan dari lamanya waktu bekerja atau berapa kali ia lembur menyelesaikan pekerjaan. “Saya melihat konteks kerja keras itu dilihat dari hasilnya bukan jumlah waktu yang dihabiskan. Ya, buat apa bekerja keras jika tidak ada hasilnya,” ujar lulusan Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.

Menurutnya, bekerja itu harus dinikmati, dan disenangi. Bukan malah sesuatu yang harus dikerjakan. “Dengan begitu tidak akan ada kesulitan yang tidak bisa diatasi, karena dijalankan dengan hati yang senang,” ujar Fida yang menjadikan integritas sebagai prinsip dalam bekerja. “Kesulitan itu sangat bergantung dari cara kita menyikapi suatu masalah,” tuturnya menambahkan.

Meski demikian, ibu dari Cheska (22 tahun), Dana (20 tahun) dan Tara (16 tahun) tak melupakan waktu bagi keluarga. Istri Ari Tri Handoko ini selalu berupaya menumbuhkan rasa pengertian terutama anak-anaknya, khususnya saat perusahaan menuntut dedikasi yang lebih darinya.

“Tidak ada seorang pun di dunia ini yang ideal, dan begitu seimbang, semua itu pasti ada pengorbanannya,” ucapnya. Fida mengaku tidak gampang membagi waktu pada awalnya. “Tetapi saya yakin bisa, toh, ibu menteri saja bisa membagi waktunya. Masa saya tidak bisa,” ujarnya sambil tertawa.

Masalah pengaturan waktu kerja ini pun ia tularkan kepada karyawati-karyawati lainnya terutama yang kini tengah fokus mengejar karier. Menurutnya, seseorang itu boleh bekerja keras jika tingkat kepuasan yang akan ia dapatkan seimbang dengan upaya yang telah ia kerahkan. “Kalau tingkat kepuasannya tidak seimbang tidak usah deh,”kata wanita berkulit putih itu.

Nah, untuk mencapai kepuasan ia menganjurkan jangan semata-mata mengejar nilai uangnya saja. Alasannya, tidak sedikit seseorang yang bekerja hanya demi mengejar uang terpaksa kehilangan waktu, kesehatan, dan bahkan keluarganya. “Jadi lakukanlah karena integritas, karena senang”.

Arti waktu dan keluarga menjadi begitu penting terutama bagi perempuan yang empat November lalu usianya genap 50 puluh tahun. Fida yang sangat menggemari benda-benda seni ini kerap berupaya agar kehidupan rumah tangga, pribadi dan pekerjaannya berjalan dengan seimbang.

Begitu pula dengan kesehatannya. Fida sadar bagi wanita seusianya kesehatan adalah nomor satu jika tidak ingin hidup dengan berbagai keterbatasan fisik. Untuk itulah, wanita berdarah Madura ini kerap menyempatkan diri untuk berolahraga.

“Saya memilih olah raga joging, karena murah, meriah dan gampang,”ujarnya. Selain itu olahraga ini juga memberikan kesempatan yang lebih banyak baginya untuk lebih dekat dengan keluarga dan berkomunikasi dengan anak-anak. “Jadi saya dapat dua keuntungan yaitu komunikasi dan kesehatan, hanya dengan joging”.

Fida mengatakan, ada tiga lokasi alternatif yang dijadikannya untuk berlari ria yakni di Senayan, di taman kota Bumi Serpong Damai (BSD), atau bisa juga di sekitar komplek perumahannya. “Yang penting tidak membosankan,”katanya.

Selain menghabiskan waktu dengan berolahraga, ia juga mengisi waktu luangnya dengan kegiatan bersih-bersih rumah. “Jika masalah bersih-bersih saya berani jamin deh,” tutur wanita lahiran Surabaya ini.

Kecintaannya pada kerapian dan keteraturan terbawa hingga di kantor. Tidak hanya keteraturan benda-benda yang ada di ruangannya, tetapi juga dengan keteraturan dalam mengerjakan tugasnya. “Semuanya diupayakan selesai tepat waktu”.

Tetapi, jangan pernah mengajaknya bertanding adu masakan karena sudah pasti ia tolak mentah-mentah “Jika tidak dalam keadaan terpaksa karena pembantu tidak ada, saya memilih tidak masak deh. Anak-anak juga sudah paham kalau saya tidak bisa masak, jadinya tidak memaksa,” ucapnya.

Suci DH

diterbitkan di Jurnal Nasional, 22 November 2007

Biodata

Nama : Rahmi Hafieda

Tempat /tgl Lahir : Surabaya, 04 November 1957

Agama : Islam

Pendidikan : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Pengalaman Kerja : Kepala Seksi Laporan Accounting Elnusa (1982-1983)

Wakil Kasub Departemen Accounting Elnusa (1983-1985)

Kasubdep Gen.Acct. Accounting/Finance (1985-1988)

Kadep Anggaran Finance (1988-1990)

Koperasi Elnusa (1989-1994)

Manager Accounting (1990-1991)

Finance Analysis manager, Asst, Direktur Umum dan Keuangan (1992-1994)

Direktur Keuangan dan Administrasi PT Infomedia Nusantara (1994-1998)

Direktur Keuangan PT Petroteknik (1999-2000)

Vice President Finance (2000-2003)

Vice President Internal Audit And Risk Management (2003-2007)

Vice President Corporate Audit And Risk Management (2007- sekarang)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada November 21, 2007 in reportase

 

One response to ““Bekerja itu harus karena senang…”

  1. Wardiman

    Februari 6, 2008 at 1:09 pm

    Senang rasanya bahwa di Elnusa masih ada Kartini yang senantiasa peduli terhadap pekerjaannya. harapan saya tentu Bu Fida bisa lebih ulet dan teliti dalam mengAUDIT Elnusa Group agar Temuantemuannya semakin berbobot dan punya nilai tambah buat Perusahaan. Sekali lagi Selamat dan Sukses Selalu.

    Salam,
    Wardiman
    Auditor PT. Sigma Cipta Utama

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: