RSS

Keracunan Tempe

11 Nov

Tidak dengarkan hati nurani memang berbahaya…

Apalagi jika orang yang bilang….
Hahaha…jujur saja itu benar-benar kualami. Perut yang terasa mules, mual berkelanjutan, perut yang terasa menegang, hah…kacau deh pokoknya pencernaan. Tanda-tandanya orang keracunan..
Awalnya, pagi itu ku berniat memberikan dia sedikit kejutan. Bahan masakan kesukannnya sudah siap dituangkan ke penggorengan. Bumbu-bumbu tumis nan pedas, sudah teriris rapi di atas telenan kayu ku yang pertama darinya. Begitu pula dengan sayur kacang panjang dan tumisan lainnya. Tidak lupa kurendam dulu tempe-tempe yang sudah teriris di air garam, agar ketika di goreng gurih seperti kesukaannya.
“Hem..baunya sedikit asam..,”ujarku dalam hati, karena ia belum datang membawakan pesanan nasiku. Tapi, tak apalah kurasa tidak akan seperti yang tempe kemarin yang rasanya sudah tak pantas lagi dimakan. Mereka pun masuk ke penggorengan satu per satu. Saat itu ia sudah datang dan membantu menggorengnya.
Ia tampak sangat manis sekali ketika berusaha menggoreng tempe dengan cara yang tepat. Tidak tersirat wajah yang sedang asik dengan pengalaman baru sih..tapi wajah yang lugu dan sempat membuat hati ku tertawa. Dia manis sekali.
Usai semua masakan selesai dan dihidangkan di beberapa piring makan, kami pun mulai membuka bungkusan nasi. Satu per satu suapan nasi disela-sela jari masuk ke rongga mulut dan dilumat hingga halus dan ditelan. “Hah…baru kenyang..”ujarnya. Aku pun senang sekaligus puas dengan ucapannya itu.
“Lho tempenya kok gak dimakan?”tanyaku.
“Kayaknya, dah gak bagus dek..” ucapnya..
Hah, gak bagus lagi? Padahal aku tidak merasakan sesuatu yang berbeda, yah..hanya bau itu saja. Tetapi tak lama setelah aku selesai mencuci semua perlengkapan makan dan mulai duduk berbincang dengannya…”ke belakang dulu ya..perutnya kepedesan.”kataku sambil tertawa..
Tak diduga, isi semua perut ku (maaf) tidak mau berkompromi dan akhirnya semua kembali keluar. Semua..ya semua, aku sampai kelelahan menahan tekanan di perut ku…keringat dingin mulai bercucuran, perutku bertambah sakit, tidak dapat bergerak sedikit pun.
Oh tidak, Aku keracunan….
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada November 11, 2007 in aku dan dia, home

 

2 responses to “Keracunan Tempe

  1. ikram

    November 11, 2007 at 4:05 pm

    masak bareng pacar ya? ciee..

    ” oh no…aku ketahuan…masak sama dia ..(ala lagu kamu ketahuan pacaran itu ya)…”

     
  2. agusdd

    November 11, 2007 at 4:09 pm

    Itulah pengalaman si bawang putih yang ku cinta. hmm mengharukan ya…

    eh sobat pembaca, aku saranin ya, baca petunjuk masak sebelum memasak yang sesungguhnya, salah satunya pelajari berbagai karakter dan jenis makanan. contohnya adalah tempe. tempe adalah makanan enak, tetapi jika berlebihan maka bisa jadi ketempean, keluar-keluar gitu alias muntah-2. — maksudnya keracunan karena milihnya g pas 🙂 hiii…

    begitu ceritanya…..
    buat sayangku, gpp kok, makanannya enak, siip deh, abi mau lagi sayang, besok masak lagi yah.. abi temani lagi..

    maaf ya sayang, bukannya bi g bermaksud memakan tempenya, tetapi abi tahu tempe itu bisa bermasalah jika memang sudah terlanjur bau. ada alasan lain sebenarnya lagian rasanya udah g enak. tapi juga salah abi kayaknya, karena kemarin banyak airnya dan air itulah yang jadi masalah, karena pasti sayur tempenya g mateng. itulah sumbernya — menurut analisa abi makanya umi keracunan, hiiii… tapi lucu juga umi meringis2 gitu….

    maaf y…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: