RSS

Arti Angpao Di Hari Lebaran

23 Okt

Selain tradisi makan lontong plus rendang ditambah dengan acara bersilaturahmi keseluruh keluarga, ternyata hari lebaran idul fitri itu juga menjadi hari ajang mencari duit dengan mudah bagi mereka yang berusia remaja dan anak-anak. coba acungkan tangan yang tidak pernah menerima sepersenpun angpao dari sanak keluarga ketika bersilaturahmi dimasa kecil dulu? saya rasa bagi mereka yang mampu, jelas tidak ada.

Entah dari mana asal muasal pemberian angpao di hari lebaran itu bermula. Bahkan tradisi pulang kampung saja hanya ada di negara-negara Melayu sepertinya, karena di tanah gurun timur tengah tidak ada acara pulang-pulang kampung. tetapi kalo acara open house sepertinya rame juga di tanah arab sana.

kalo, dulu menurut emak ku pemberian angpao ini sebenarnya hanyalah hadiah atas keberhasilan seorang anak setelah melampaui puasa sebulan penuh dengan baik alias gak ada yang bolong. harapannya di bulan puasa mendatang ia akan lebih mantap lagi menjalankan puasa (kok gak jadi ikhlas gitu ya?). nah, yang bertugas memberikan angpao adalah mereka-mereka yang sudah tua dan bekerja.

alhasil, kini aku yang sudah bekerja harus mengalokasikan dana THR ke kantong-kantong angpao juga ke persiapan lebaran untuk di rumah. well, bisa dikatakan uang THR habis sekejab mata.heheh..bukan tak ikhlas, tapi rasanya ada yang tidak benar dalam pemberian angpao ini. seakan-akan mengajarkan anak-anak dan adik-adik kita untuk mementingkan menengadahkan tangan dibandingkan menelungkupkan tangan. alias memberi pelajaran suka minta-minta deh.

lihat saja sepupuku yang bernama atir ini. saat ini ia masih duduk dibangku SD, tetapi tanpa ada rasa malu-malu ia langsung menghampiriku sambil berkata dengan manis, “uang THR nya dong kak..”. aku yang kala itu sedang berkumpul ditengah-tengah keluarga, langsung terbengong diikuti dengan tawa saudaraku semua. aku sama sekali tidak menyangka ia akan sepolos itu. untunglah hari itu masih ada yang tersisa di dompetku, jadi masih bisa menjaga harga diri setidaknya. kalau tidak bisa-bisa aku dicap kakak pelit nanti.

orangtuanya saja sampai tertawa dan kurasa pasti sedikit malu juga, karena mereka termasuk keluarga berada. tapi si tante langsung menimpal, “Oh dia lagi usaha kumpulin duit THR buat beli korban kambing untuk idul adha nanti”. hehe, tapi tetap saja aku terkejut dengan kepolosannya. tapi satu yang positif dari cerita itu, yaitu tante ku mengajarkan anaknya untuk membelikan uang THR nya dengan sangat baik.

nah, bagaimana dengan cerita rekan-rekan saat lebaran kemarin? ku tunggu ya…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 23, 2007 in home

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: