RSS

Hampir Rp 1 Triliun untuk Pembangunan Sosial

27 Sep

Jakarta | Kamis, 27 Sep 2007

Habis manis sepah dibuang. Itulah peribahasa yang sering dipakai masyarakat yang hidup di sekitar pertambangan. Tapi Freeport menampik anggapan itu. Mindo Pangaribuan, juru bicara PT Freeport Indonesia kepada mengatakan, pihaknya telah menanamkan dana US$100 juta atau hampir Rp 1 triliun untuk berbagai program pembangunan berkelanjutan di Papua selama 2006. Jumlah itu termasuk US$27 juta atau sekitar Rp245 miliar untuk pengelolaan lingkungan hidup, dan US$77 atau Rp700 miliar untuk pengembangan sosial kemasyarakatan.

Dana itu antara lain untuk menjalankan program pengembangan masyarakat yang ditujukan untuk memberdayakan masyarakat Papua. “Berbagai program pengembangan dilaksanakan berbasis pada kebutuhan dasar masyarakat, meliputi bidang kesehatan, pendidikan, dan pengembangan ekonomi,” ucap Mindo kepada Jurnal Nasional.

Sejak 1996, Freeport bersama mitra usaha patungannya telah menyisihkan sebagian dari pendapatan kotor perusahaan (satu persen dari pendapatan) untuk memberi manfaat bagi masyarakat setempat melalui Dana Kemitraan Freeport Bagi pengembangan Masyarakat.

Dana Kemitraan tersebut dikelola dan disalurkan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Komoro. Jumlah dana untuk 2006, mencapai US$52 juta. Total jumlah kontribusi bagi dana kemitraan sejak penggagasannya mencapai kurang lebih US$242 juta.

Organisasi tersebut telah membuat proyek-proyek yang diharapkan bermanfaat bagi warga desa di Kabupaten Mimika, termasuk rumah sakit di Timika dan Banti yang memberi pengobatan bagi ribuan pasien setiap tahunnya. Sedangkan, program pendidikan, lembaga itu telah menyediakan beasiswa ataupun bantuan pendidikan bagi ribuan siswa Papua.

Program pengembangan ekonomi dan program-program pembangunan berbasis desa yang menyediakan sarana air bersih, listrik, gereja, dan prasarana lainnya di desa-desa terpencil di daerah pegunungan Papua.

Marwan Batubara, anggota Dewan Perwakilan Daerah tidak puas dengan program tersebut. Dia menunjukkan bukti, meskipun pendapatan domestik bruto Papua barat menempati peringkat ke tiga dari 30 provinsi di Indonesia pada 2005, tetapi Indeks Pembangunan Manusia Papua, yang diekspresikan dengan tingginya angka kematian ibu hamil dan balita akibat kekurangan gizi, berada di urutan ke 29. Menurut dia, kondisi tersebut merupakan potret akumulasi penghilangan ruang penghidupan suku-suku di pegunungan tengah Papua dan penghancuran lingkungan yang telah terjadi selama puluhan tahun.

Diterbitkan di Jurnal Nasional

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada September 27, 2007 in reportase

 

One response to “Hampir Rp 1 Triliun untuk Pembangunan Sosial

  1. agusdd

    September 30, 2007 at 9:31 pm

    Aku setuju dengan Batubara, sebesar apapun itu kita kan g tahu angkanya secara riil. kenyataanya kondisi masyarakat disana masih sangat terbelang. Bisa saja namanya orag orang menyajikan data yang kita juga g tahu, tapi kalo bener, pasti ada kesalahan. Dana sampe 200 jutaan itu gede lo, apalagi dolar.. aku juga mau…

    cuba kalo aku yang dikasih, buat beli krupuk dah seberapa tuh😛 , ha….

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: