RSS

Hari Pertama Outbond, Pematerian Intelijen

10 Sep

“BANGUN…BANGUN…”…Kukuk ruyuuuukkkkk (3x)…..tetetet (seperti nada sms lama)….Hah!! apaan tuh ribut amat!!, aduh mana masih dingin…rapatkan badan..hm…”Ayo sudah pukul lima lewat 3 menit..” suara nyaring itu berteriak lagi..apaan sih, ya ampun gak tahu semalam kita telat tidur ya…

Meski berat ku meninggalkan kasur keras itu, aku pun mengalah. Habis dibilang jam 6 kudu kumpul lagi untuk sarapan. Otak ku yang masih lambat itu pun berpikir keras, jika tidak segera bangun, bisa-bisa ku akan mengantri panjang. Bahkan, pikiran kedisiplinan TNI yang selalu di barengi hukuman jika melanggar terngiang-ngiang di benak ku. Malulah jika terpaksa di jemur di tengah lapangan yang rindang itu sambil hormat ke sang merah putih karena terlambat.

Aku langkahkan badan ini keluar barak menuju kamar mandi terdekat ‘tuk sekedar sholat dan mempersiapkan badan mengikuti kegiatan. Ya ampun, sesampai di lokasi kamar mandi umum, antrean ternyata tidak hanya dari anggota jurnal nasional saja, melainkan dari peserta tetangga (PMR dan pramuka) juga ikut bergabung.

Alamak, apa kata dunia….semakin padat saja kamar mandi yang terdiri dari 4 ruangan kecil dan satu ruangan besar itu ditongkrongi lebih dari 50 orang…

Lima menit, 10 menit, 15 menit, oh…akhirnya tiba jadwalku masuk kamar mandi, Alhamdulillah..hm, lumayan juga, tidak terlalu bau dan gelap. Tapi, tadi sempat juga ku pikir baunya akan bercampur aduk terutama setelah Razak keluar dengan harus pup yang semerbak itu. (dasar Razak tak kasian kah dia dengan tamu selanjutnya?)..

Setelah menuaikan kewajiban menghadap yang maha kuasa aku pun kembali ke barak. Hari itu ku memilih untuk tidak mandi, selain ramai ku rasa ku tak punya cukup waktu.

dsc09107a.jpg

Awal hari itu, dimulai dengan mengantri untuk mengambil sarapan. Aku lupa apa menunya (mungkin rekan peserta lainnya bisa ingatkan?), yang jelas tidak mengecewakan lah. Tetapi, pagi itu kami tidak dapatkan minuman hangat. Hanya air putih yang dijatah per barak. Alhasil, pagi itu perut ku kembung. Pertama, karena belum ‘setoran’, kedua karena masuk angin tidur tak berselimut dan ketiga ya karena gak di kasih minuman hangat.

Usai sarapan, (lupa jamnya) kami pun diminta latihan upacara pembukaan. Namanya, dah lama gak ikut pramuka dan upacara, jelas rutinitas itu sangat mengagetkan. Kita akan upacara…hehehehe.

Jadi teringat saat salah satu rekan celetuk, wah ada tiang bendera, mbak Yus (koordinator peserta) seingatku langsung celetuk, dah lama kan gak upacara..nah, jadilah kami hari itu upacara. Oya, upacaranya bukan menaikkan bendera, karena itu sudah dilakukan pukul 6 pagi sebelumnya. Jadi, hanya upacara pembukaan kegiatan pelatihan saja (kata lain dari outbond yang digembar-gemborkan panitia).

Yap, siaaaapppp…grak!! lancang kanan, Grak!!Wah sudah lama tidak mendengar perintah-perintah khas baris-berbaris itu.. Kami pun dibariskan menghadap barak, latihan simulasi upacara pembukaan di mulai. Eit, ngapain mas syafei di depan? Ooo alah ternyata dia jadi perwakilan penyematan tanda peserta.

Sibuklah ia belajar baris berbaris dengan anggota TNI yang bertugas. Humppff, maaf ya mas tapi apa hendak ku kata. Geli rasanya melihat dikau mencoba berjalan bak tentara. Mungkin lama tak mengikuti baris berbaris akhirnya ia pun kaku. Tidak jarang kakinya tak serempak dengan petugas TNI pendampingnya, dan tak jarang ia terlambat memulai langkanya. Tapi, salut sudah berusaha keras bok..he..

Kala itu pun, kami diajak berlatih melakukan hormat bersama. Pasalnya, tak indah dipandang kala kami tak dengan serempak mengangkat tangan memberi hormat. Oooohhh, alah belibet juga ni…

Selesai menjalankan upacara, kami semua hari itu dijadwalkan untuk mengikuti ‘kelas lapangan’ yang diisi dengan berbagai materi investigasi ala TNI. Jadwalnya sampai acara makan siang, jadi dijadwalkan hari itu kami akan dicekoki dengan dua materi. Pertama, kami ‘dipupuki’ dengan rasa nasionalisme, dengan menjabarkan arti Indonesia.

dsc09123a.jpg

Setelah ngalur ngidul dengan memilih peserta dari berbagai daerah, tibalah kesimpulannya. Ternyata (ku juga baru sadar), Indonesia berasal dari dua kata Indo dan nesia. Indo berarti campuran dan nesia berasal dari kata nation yang berati bangsa. Dari sanalah akhirnya dienak-enakin cara mengucapkannya jadilah Indonesia yang awalnya disebut sebagai indunesia…hehehe

Selanjutnya aku lupa semua, padahal sudah dicatat tapi tah kemana catatannya (kurasa kebuang). Tetapi ada pelajaran tentang investigasi, psikolog, motivasi, persepsi-persepsian, dan banyak lagi deh…sudah tua ni otak…yang pasti ada yang ramai ada pula yang senyap karena membuat kantuk.

Bagi ku yang berkesan adalah pemotivasian sikap kepemimpinan (10 tanda keberhasilan dan kegagalan seorang pemimpin) dan juga arti Indonesia itu. Yang lain terlalu membuatku mengantuk. Tapi itu semua terangkai dalam dua hari ya..

Setengah hari terkantuk-kantuk, selanjutnya di hari pertama kami diajak bermain game yang sarat maksud. Ini dia favorit ku, kalo itu aku ingat semua permainannya. Pertama, permainan tiga menit, lalu titian tali dua, dilanjutkan ke bermain membentuk bangunan, lalu menembak sasaran tanpa melihat, titian tali satu, permainan membagi harta warisan, dan mencari angka nomor telepon yang hilang. Wah seru semua…

Tapi tak semua kelompok bersama. Untuk mempercepat karena setengah hari kami dibagi-bagi menjadi lima kelompok besar yang rata-rata terdiri dari 17 orang.

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada September 10, 2007 in home, jalan-jalan, reportase

 

3 responses to “Hari Pertama Outbond, Pematerian Intelijen

  1. agusdd

    September 11, 2007 at 1:12 pm

    bagiku g menarik, masa kita sekelas ama permainan yang dulu sudah sering dialkukan SMU. bisa kebayang dong kita yang panitia MAPALA bikin acara gituan? dimerapi lagi, lebih mengerikan dan lebih hot dari pada yang kemarin. itu acara kemarin mah g asik, dah terlalu kuno dan terlalu umum, yang jelas kalo acara dialam g menantang. yang lebih aku bingung lagi masa si kita diajarin kayak gt-an, buat apa nech…???

    katanya profesionalisme dan untuk menunjukkan apa yang disebut dengan peningkatan mutu serta peningkatan kinerja, kalo kayak gt mah percuma. dah buang-buang waktu dan tenaga pula. kerjaan jadi terlantar, belum lagi temen2 lain yang pada keok… hee…

    mungkin sih memang tidak harus terlalu ekstrim, tetapi kalo intinya mau pematerian y mending di kantor kan sama aja, dah gt g perlu buang-buang uang!, tapi kalo mau outbound y oautbound, refreshingan sekalian gt melepas lelah. kalo kemarin itu gado2 yang g jelas dan membosankan.

    intinya karena dah cape si..
    he…..

     
  2. Aryajingga

    Oktober 9, 2007 at 5:11 am

    yaaa…itu sich bukan intelejen , main petak umpet kali yeee…cuma di maknai – maknai aja yg di konseptualisasikan sedemikian rupa agar punya arti dan makna yang cocok nya emang buat prajurit yg mau tempur ke libanon…

    mau belajar intelejen siich , pada ikutan kelas nya iin aja … banyak kok materi2 ttg pers , social investigation , simulacrom effect , social structuring , mapping issue , dll deeechhh…byk bgt kok , gw juga ampe lupa apa aja tutorial nya , yg jelas bakal berguna untuk jurnas squad ” para marketing untuk mengambil positioning biar gampang nentuin proyeksi dlm intervensi pasar , ae biar dapet selah nya dalam ngegaet “big fish” pemasang iklan , reporter dan redaktur untuk analisis content atas berita2 di berbagai media jadi smooth operator dalam memainkan peran strategic nya – biar jurnas tampil cantik , elegant dan yaa itu tadi ” smooth operator ” , jadi koran2 lain juga segan n appress – nggak di cap sebagai koran propaganda… hahahahahahahahahaha

    kalo di tentara itu ada pasukan PARA KOMANDO ( tentara dg qualifikasi di atas – upper qualify ) naach….squad jurnas jadi Journalism PARA ,
    gitu lhooooooooo , jangan jadi ” journalis kantoran coy ” hehehehehehehehehe….

     
  3. suci

    Oktober 9, 2007 at 5:06 pm

    wah kayaknya yang dibilang aryajingga (do i know u??), bener abis. masih banyak materi lainnya yang bisa diterapkan ke dunia jurnalistik kita. eh bisa tahu gak alamat dan nomor kontak pelaksananya. jadi bisa direkomendasikan kembali ke atasan.hehehe..salam kenal (atau memang sudah kenal)

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: