RSS

Me And Asmat People

18 Agu

dsc08911.jpg
Jakarta, 17 Agustus 2007

Jadi wartawan memang banyak enaknya, apalagi jika media yang mengayomi kita sudah punya nama besar di mata warga. Tetapi, untuk yang satu ini gak ada hubungannya dengan profesiku, selain jadi dengan mudahnya masuk ke Ancol untuk liputan suku Asmat.

Sejak berita tentang Festival suku Asmat berkoar-koar di seluruh Jakarta, aku sedang ngebet banget ingin ke sana. Nah, bertepatan dengan libur panjang di Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-62, Jumat lalu, aku ditemani Agus (rekan kerja sekaligus hidup) berkunjung ke “pedalaman suku Asmat”.

Para ketua-ketua marga suku Asmat di Taman Impian Jaya AncolNamun sayang, setibanya aku di lokasi perkampungan Asmat ala Jakarta, pemandangan yang kulihat jauh dari angan-anganku. Di pikiranku, yang namanya festival di Jaya Ancol pasti wah ditambah lagi kegiatan itu mendapat dukungan dari Gubernur kedua provinsi. Tetapi, di sana yang kulihat hanya dua tenda ala ABRI dan satu rumah gubuk yang disebut rumah bujang.

Tadinya, aku berharap aku akan lebih banyak melihat rumah-rumah bujang ataupun rumah-rumah adat mereka. Sayang, keindahan tradisi mereka tidak begitu terlihat hari itu.

Dua tenda ABRI tersebut dipergunakan sebagai rumah peristirahatan mereka dengan beberapa tempat tidur yang juga ala ABRI. Beruntung, di salah satunya aku berkesempatan melihat tiga orang bapak-bapak yang sedang memahat patung. Yah, setidaknya sedikit terobati lah rasa penasaranku.

Lalu di rumah bujang setidaknya ada 12 kepala marga suku Asmat disana. Wiee…unik dan menarik. Pasalnya mereka berbusana adat lengkap dengan hiasan wajah dan kepala. Salah satu yang paling menarik perhatianku adalah Bapak Ermatilus yang wajahnya penuh diwarnai. Saat diinterogasi, ternyata warna merah yang ia gunakan berasal dari tanah liat khusus yang dibakar, warna putih berasal dari cangkang keong yang dibakar, dan warna hitam dari arang kayu yang dibakar.

Kesenian AsmatBanyak hal yang aku pelajari dari pak Ermantilus. Salah satunya tentang tradisi mereka yang kini sudah terjamah dunia modernisasi. Ternyata tidak seprimitif yang aku kira. Mereka jelas sudah bertambah maju, bahkan pemudanya sudah banyak yang keluar Papua untuk menuntut ilmu. Tidak itu saja, minimal pendidikan mereka setaraf SMU.

“Kita ini satu, kita sama satu bangsa. Hanya berbeda tradisi saja,” ungkap Pak Esmatilus. Bahkan, ia menambahkan, di hari kemerdekaan seperti ini pun mereka juga merayakannya dengan berbagai lomba. Sama halnya dengan suku-suku lain yang ada di Indonesia.

Namun, karena banyak yang tidak mengenal mereka saja, sehingga banyak yang berpikir sama dengan ku. Rasanya malu sekali diri ini tidak mengenal saudara sebangsa dan setanah air. Well dari pertemuan itu aku tahu, jika aku ke Papua satu saat nanti, aku tidak perlu khawatir karena banyak saudara sebangsa dan seiman yang akan datang menemaniku disana. He2x…

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 18, 2007 in aku dan dia, jalan-jalan, reportase

 

5 responses to “Me And Asmat People

  1. Fajarwan

    November 19, 2007 at 4:42 pm

    Ayoo kita lestarikan budaya bangsa !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    cici:”setujuuuuu, dan jangan lupa segera dipatenkan sebelum diambil negara tetangga”.hehehe, makasi atas komentarnya.

     
  2. ade

    Februari 18, 2008 at 5:00 pm

    “Asmat!!!” Saudara kita yang satu ini bener-bener patut diacungi 20 jempol!!!
    Zaman gini masih pegang teguh adatnya…masih lekat identitasnya….
    hebatbanget kan??? bangga dong!!! punya budaya yang hebat gini…..
    oia…. tau gak??? Tugas Akhirku…ngebahas Asmat….
    dan hebatnya….cuma sdikit literatur buku yang ngebahas Asmat…
    Hebatnya lagi….kebanyakan pengarangnya adalah orang asing!!! alias bule….
    Ayo…orang Indonesia???
    semoga makin byk dan bermunculan orang-orang seperti kawan kita ini…generasi muda…yang penasaran dan cinta ama budaya bangsa sendiri…jangan Jeepang melulu!!! hehe…
    mf klo komennya byk bgt…
    salam!

     
  3. Fajarwan

    Juli 26, 2008 at 9:22 am

    he.. he…
    akhirnya Saya udah punya blog

     
  4. edhye

    September 2, 2009 at 6:43 am

    Aku Mau ke Asmat aah….

     
  5. asror

    Januari 31, 2011 at 12:39 pm

    asmat…asmat

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: