RSS

Harimau Berkaki Tiga Selamat Dari Teror Manusia

14 Agu

Setelah tiga tahun melakukan pemotretan dengan menggunakan kamera trap —kamera sensor tubuh yang mampu menjepret makhluk apa saja yang melintas di depan kamera itu — pertengahan Maret dan awal Mei lalu terjepret harimau aneh di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. Harimau Sumatera berjenis kelamin jantan itu hanya memiliki tiga kaki. Sementara kaki depan sebelah kanan buntung hingga pergelangan.

070706_sumatra_tiger_hmed_10ahmedium.jpg

“Harimau ini baru pertama kali tertangkap kamera. Dari kondisinya, kami menduga kaki harimau itu buntung akibat terjebak jerat yang dipasang orang. Tapi, jerat itu bukan di kawasan Tesso Nilo,” ujar Koordinator Monitoring dan Survey Harimau WWF, Sunarto, kepada Jurnal Nasional melalui telepon, Jumat (6/7).

Meski hanya berkaki tiga, kondisi harimau itu cukup sehat, kata mahasiswa program doktor jurusan Pengelolaan Satwa Liar, Virginia Tech, Blacksburg Virginia, Amerika, ini. “Harimau itu mampu bertahan hingga sekarang,” katanya. Walau begitu, kata Sunarto, pihaknya akan terus memantau keberadaan harimau buntung tadi.

“Kami akan fokuskan perhatian ke harimau itu. Kita ingin pastikan kalau harimau itu benar-benar sehat.” Sunarto mengatakan, saat ini populasi harimau Sumatra terancam punah. Menurut informasi narasumber Taman Nasional, diduga harimau tersebut mengunyah kakinya sendiri agar dapat terlepas dari jeratan pemburu liar.

Jelas, aktivitas pemburuan liar mengancam harimau-harimau tersebut. Bahkan, kini jumlahnya hanya sekitar 400 ekor saja. Lantaran itu, katanya, pihaknya bersama WWF, Balai Taman Nasional Tesso Nilo dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau akan terus melakukan upaya konservasi.

Tidak itu saja, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya jerat bagi keselamatan satwa juga dilakukan. Keberhasilan harimau tersebut tetap hidup telah mengajarkan kepada kita bahwa kekuatan alam dan kemauan untuk tetap hidup mampu mengalahkan berbagai rasa sakit. Sekaligus menunjukkan bahwa manusia telah banyak menyakiti makhluk hidup lainnya yang bersama-sama menghuni bumi. Juga menunjukkan masih adanya tindakan perburuan liar terhadap hewan yang terancam punah tersebut.

threeleg_1505791.jpg

 

Berdasarkan data WWF, sejak tahun 2005 WWF bersama tim anti perburuan BKSDA Riau telah menyita sedikitnya 101 set jerat. Sebanyak 75 jerat berada di dalam kawasan lindung Tesso Nilo dan Rimbang Baling. Dari jumlah jerat itu, 23 di antaranya merupakan jerat khusus untuk harimau. Sementara sisanya untuk menjerat babi hutan, kijang, rusa, dan beruang madu.

Jerat-jerat ini tidak saja hanya mengancam populasi harimau, tapi juga akan bisa memicu konflik. Sebab, jika harimau terluka, biasanya dia akan mencari mangsa yang lebih lemah. “Mangsa ini kan adanya di permukiman penduduk. Kalau harimau sudah masuk ke permukiman, apa yang terjadi?” kata Sunarto mengkhawatirkan kejadian itu.

Suci DH/Abdul Aziz/Jurnal Nasional

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 14, 2007 in reportase

 

One response to “Harimau Berkaki Tiga Selamat Dari Teror Manusia

  1. nurbaiti

    Juni 18, 2008 at 12:56 pm

    saya membaca kisah sibelang yg buntung sambil menagis,seolah perihnya penderitaan mahkluk makhluk yang tak dapat membeladiri menghujam ke jantung saya,begitu berdosa rasanya sebagai manusia yang diciptakan tersempurna tapi tak dapat melindungi,perlakukanlah apapun yg kita temui dibumi sebagaimana kita ingin diperlakukan

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: