My Poem
Ia Berdegup
dag..dug…dag..dug… apa ini? mengapa tiba-tiba ia berdegup kencang? apakah aku diikuti? apakah aku diincar seseorang? perlahan…pelan dan pelan aku coba palingkan wajahku ke belakang tidak..tidak ada seseorang disana kulihat sekelilingku hanya pohon yang daunnya bergoyang lembut aku ingat pernah merasakan ini sepi…dan, dan rindu… ya, ini adalah perasaan rindu perasaan rinduku kepadanya kala ia meninggalkanku untuk perjuangkan cita-cita kami sayang…, aku rindu.. *************************************************************** Dia Kelelahan aku tidak bisa salahkan dirinya, tubuhnya hanya satu, dengan sepasang tangan dan kaki aku juga tidak bisa salahkan dirinya, jika pikirannya penuh dengan berbagai beban jika hatinya penuh dengan keraguan dan pertanyaan jika jiwanya lelah tidak berdaya aku juga tidak salahkan dirinya, jika waktu yang kuminta tidak dapat ia penuhi aku juga tidak salahkan dirinya, ketika ia jengkel dengan segala kemanjaanku aku juga tidak bisa salahkan dirinya, ketika ia begitu mencintai dan merinduku yang aku bisa hanyalah, mengucap “terimakasih dan maaf ya sayang” (17/01/2008)







anggi
Mei 29, 2008 at 12:37 pm
hii….puinsinya perempuan banget, he..he..
kalo boleh cobalah kuambil waktu untuk melihat betapa banyaknya waktu yang kubuang untukmu
aku selalu lena bila bersamamu.
tak ada tempat untukku…..tak ada waktu untukmu….
suci
Mei 30, 2008 at 12:09 pm
bee…..yang ini juga keren gi. singkat dan padat plus bermakna dalam. dasar anak teater..bagaimana kalau nanti saat acaraku, kau baca puisi..hahaha
Medicine Ball
Februari 14, 2011 at 3:55 am
Nice.
V.