Juni 2012 S S R K J S M « Mar 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 -
Tulisan Terkini
Kategori
-
Tulisan Teratas
-
see this guys






More Photos Arsip
- Maret 2012
- Februari 2012
- November 2011
- Oktober 2011
- September 2011
- Oktober 2010
- Mei 2010
- Februari 2010
- Januari 2010
- Desember 2009
- Juni 2009
- April 2009
- Februari 2009
- Januari 2009
- Desember 2008
- November 2008
- Oktober 2008
- September 2008
- Agustus 2008
- Juli 2008
- Juni 2008
- Mei 2008
- April 2008
- Maret 2008
- Februari 2008
- Januari 2008
- Desember 2007
- November 2007
- Oktober 2007
- September 2007
- Agustus 2007
- Juni 2007
- Mei 2007
-
Komentar Terakhir
NURAISYAH on Hotel Pertama Luar Angkasa Dib… angga on Industri Bioetanol Butuh Impor… erric yudhistira nug… on Industri Bioetanol Butuh Impor… Hesron Ngelow on Bertandang Ke Mamuju, Sulawesi… Shumy Hasan on Kebon Singkong Medco di L… -
Blog Stats
- 65,158 hits


Mr. Bent Tabuni
Oktober 18, 2007 at 7:26 am
ya… benar sekali ditulis dalam buku ini tapi menurut saya tak wajar, karena penduduk dari 5 suku ini yang ada di Timika maupun daerah pertambangan PT. FI. harus diperhatikan dalam linkungan hidup mereka, sangat berbahaya karena (tailiing) pembuangan ini banyak menimbulkan pencemaran dan mempengaruhi tanaman di perkebunan maupun minuman dll. akibatnya banyak timbul penyakit yang menyebabkan masyarakat banyak meninggal. dan PT.FI. dengan pemerintah daerah setempat harus kerja sama memperhatikan masyarakat 5 suku ini, memakai penyerangan air minuman dari air ledeng berhubungan langsung dari mata air di gunung pasang kerumah masing-masing. juga untuk penerangan listrik dipasangkan masyarakat tidak mampu, dan sekarang saya lihat di timika ini masyarakat mengeluh karena pedaftaran di PlN sudah lamah setahun tapi saat ini belum dapat memiliki penyerangan listrik dan juga pemerintah tidak tegas sistim yang sekarang pake ini tdk bagus karena pedaftarannya mahal lebih 5.000,000′; sangat bahaya ini. thanks