Sejumlah ilmuwan sepakat bahwa taman nasional Yasuni, yang berada di pusat hutan Amazon, sebagai kawasan yang memiliki tingkat biodiversitas tertinggi di dunia. Baik untuk kelompok hewan maupun tumbuhan, dari berbagai jenis serangga, katak maupun pepohonan.
“Hasil pengamatan kami menyimpulkan bahwa Yasuni merupakan satu-satunya kawasan yang memiliki tingkat keanekaragaman mahluk hidup tertinggi di Amerika Selatan, dan bahkan dunia,”ujar Dr Peter English yang berasal dari Universitas Texas di Austin, seperti yang dilansir dari media ScienceDaily, Selasa (19/01) lalu.
Lanjutnya, kesimpulan itu khususnya didorong dari tingginya tingkat keanekaragaman dari jenis amphibi, burung, mamalia dan sejumlah tanaman di kawasan taman nasional itu. Bahkan tingkat keanekaragamannya mencapai tingkat tertinggi (maksimum).
Setidaknya, English menjabarkan dari berbagai penelitian yang dilakukan di kawasan itu telah terdata sedikitnya 596 jenis burung di taman nasional Yasuni.
“Jumlah itu sangat mencengangkan, dan itu hanya ditemukan di salah satu sudut dari sekian besar luas hutan Amazon,”katanya.Luas taman nasional itu sendiri mencapai 2.47 hektar.
Sementara itu, untuk jenis amphibi tercatat sebanyak 150 jenis, kurang lebih seratus ribu jenis serangga dan 655 jenis pepohonan yang asli tumbuh di kawasan tersebut.
“Di satu hektar taman nasional Yasuni, ditemukan berbagai aneka ragam pohon, semak belukar, dan liana yang jumlahnya terbanyak dibandingkan kawasan manapun di dunia,”ujar Gorky Villa seorang ahli tumbuhan yang bekerja di Institut Smithsonian dan yayasan ‘Finding Species’.
Suci Dian H
(telah diterbitkan di Jurnal Nasional, Sumber: http://www.sciencedaily.com/releases/2010/01/100119133510.htm)









santi
Oktober 29, 2010 at 9:30 am
nice post