Let’s Read and Talk

Bacalah yang bisa kau baca, karena tidak ada yang rugi

Kasih Sayang Alam atau Tuhan? Januari 22, 2009

Diarsipkan di bawah: 141945 — suci @ 5:11 pm

Dilansir dari AFP, Sidney, hari ini —–”Two men who spent 25 days lost at sea in a giant icebox survived their extraordinary ordeal thanks to rainwater from tropical storms and fish spat out by passing birds, a report said Wednesday.

The men, who were rescued by helicopter on Saturday, are still being interviewed by Australian immigration officials, who are hoping to clarify how they came to be drifting in shark-infested waters off the country’s northern coast.

The pair told The Sydney Morning Herald they drank only rainwater and ate small fish regurgitated by seabirds after their Thai fishing boat broke up, possibly in Indonesian waters, in huge waves on December 23.

“For 10 days, nothing to eat,” one of the men told the paper through an interpreter.

“Then two big seabirds came and vomited some small fish — about six or seven little fish, and that’s all.”—–

intinya, dua orang nelayan asal Myanmar terlunta-lunta di tengah perairan Australia sana. Uniknya mereka ditemukan di dalam kotak es penyimpan ikan yang biasa digunakan para nelayan umumnya untuk menyimpan hasil tangkapan mereka.

saat diintrogasi pihak penyelamat Australia, kedua orang tersebut mengaku kalau mereka habis diterjang ombak besar yang membuat kapal mereka tenggelam. 10 rekan lainnya tidak berhasil mereka temukan…

cerita uniknya lagi, berdasarkan pernyataan dokter yang memeriksa mereka, kedua nelayan ini tidak sedikitpun tidak menunjukkan adanya gejala-gejala sakit fisik layaknya orang yang sudah 10 hari terlunta-lunta di tengah laut.

bibir mereka sama sekali tidak mengering akibat kekurangan air minum. kulit mereka sama sekali tidak terbakar. alasan mereka, air hujan di tengah badai menjadi satu-satunya sumber air minum mereka dan dua ekor burung camar (sepertuinya) yang membawa enam ikan kecil menjadi penyelamat perut mereka.

Hah, jika cerita mereka benar adanya..benar-benar kasih sayang Allah telah dilimpahkan kepada mereka..jika kita percaya setiap makhluk akan mendapatkan rejekinya dengan jalannya masing-masing, sepertinya ini salah satu buktinya…jarang loh ada kisah kayak begini…

 

PErtama Kali kakak di USG Januari 19, 2009

Diarsipkan di bawah: aku dan dia, iskandar's family — suci @ 10:39 am

alhamdulillah, ternyata kakak memang penurut ya…makasi ya sayang, kemarin ketika di USG kakak kelihatan sehat kata dokternya…

kemarin , pertama kalinya kakak di USG (maaf umi abi lagi seret sayang). meski dokter belum bisa pastikan kakak kuat nempel di rahimnya atau tidak. tapi paling gak kata dokter tempat tidur kakak (rahim) kelihatan bagus. “Rahimnya bulat, itu bagus bu…”kata dokter gitu kak…

tapi, umi sempat khawatir. karena setelah di USG, besoknya ada flek di CD umi..wah umi kalut…padahal kemarin kakak sehat-sehat aja. tapi mungkin karena hari itu umi maksa kerja bereskan rumah ya..??maaf ya sayang, ya deh umi akan lebih hati-hati lagi…

tapi janji ya, kakak tetap sehat di dalam sana sampai nanti saatnya umi dan abi bisa bertemu langsung dengan kakak. dan tentunya dengar suara kakak menangis. hahahaha…..

oya, maaf ternyata di dokter kemarin gambar kakak gak bisa di print sayang. dan sayangnya karena umi-abi semangat banget lupa bawa kamera..kapan-kapan gambar kakak kita print ya…

 

Im Pregnant Januari 7, 2009

Diarsipkan di bawah: Darmawan big Family, aku dan dia — suci @ 8:16 am

alhamdulillahhhh, setelah berdoa dengan khusuk bersama suami tercinta. akhirnya Allah memberikan kepercayaan dengan mengirimkan mukzijat yang paling indah ini.

Kakak, bantu umi ya sayang.kita jalani delapan bulan ke depan dengan menyenangkan ya sayang. pastinya umi dan abi tidak sabar melihat wajahmu langsung. Apalgi abimu itu,kasihan dia…karena yang merasakan hamil beneran itu abi mu cinta.alias abi yang mual2, pusing2, pinggul gak enakan, dan ngidam2.hehehe,kalo umi mah cuma perutnya ja membuncit untuk kakak…

yang sehat ya sayang,umi abi akan upayakan semua yang terbaik untuk kakak…lov u my dear child