jujur aja aku kurang sepakat dengan sikap FPI dalam menyelesaikan masalah yang cenderung bertindak kekerasan jika keinginannya tidak tercapai. Meskipun bila di lihat dari agama islam yang mereka permasalahkan itu memang pantas untuk dipermasalahkan.
misalnya tentang gubuk-gubuk mesuk, toko-toko kecil yang menjual minuman keras, dan yang terakhir menyerang anggota Ahmadiyah yang dianggab sebagai penyelewengan agama Islam.
sebenarnya, ada gak sih aksi yang demikian di jaman rasulullah dulu?
apa sih yang menjadi dasar bagi mereka untuk bertindak anarkis begitu? gak melihat kalo-kalo ada perempuan dan anak-anak di dalamnya?
bukan menjelek-jelekkan, tetapi begitulah yang kita lihat di lapangannya.
Bukankah di dalam perilaku Rasul, dicontohkan untuk memperlakukan tawanan perang dengan baik? jadi mengapa tidak menganggap mereka itu tawanan perang yang tersesat dari jalan sebenarnya aja? kenapa harus langsung membabi buta begitu?
aku malah setuju, sikap yang diambil sama Muhammadiyah, yang memilih untuk membiarkan pemerintah unjuk gigi dalam menyelesaikan masalah ini. Juga atas sikap mereka untuk melakukan pendekatan langsung berupa dialog dengan sejumlah pimpinan ormas dan ahmadiyah. katanya, “dakwah gitu lho”.







0 Tanggapan ke “FPI gak Habis-Habisnya”