Perjalanan menuju makasar dan mamuju, bisa dibilang hasil rengekan lobian dengan koordinator wartawan istana di kantor, mbak sally baik. Pasalnya, setiap kalio ikut acara bapak kita, SBY, selalu saja jurusannya gak jauh-jauh di pulau Jawa. Kalau tidak di Surabaya, ke semarang, kalo gak di Jogja. Padahal kalau gratisan gitu kan mending yang jauh sekalian. hahahaha…alhasil lobian disetujui.
Nah, ini dia segelintir Foto-foto yang mewakili perjalanan selama empat hari di tanah Sulawesi. Pertama, ini dia pesawat yang dinaiki rombongan wartawan Kepresidenan dari Makasar ke mamuju. Pesawatnya bukan boeing, karena panjang landasan airport Mamuju belum bisa mendukung saat itu. Tapi kini banyak perbaikan, maklum provinsi baru, jadi banyak duitnya.

Perjalanan udara itu jika saya tidak salah ingat tidak lebih dari sejam lamanya. Tapi, dasar aku anak darat, sebenarnya lebih menarik kalo bisa lewat jalur darat. Tapi, tidak ada yang mendukung. Huh, kesel padahal aku satu-satunya wartawan wanita dalam rombongan itu.
Sejak disahkan menjadi provinsi terbaru di Indonesia, kunjungan presiden kemarin itu memang adalah yang pertama kalinya. Meski sesungguhnya, itu adalah undangan yang ketiga kalinya disampaikan ke presiden. Sehingga, segala sarana dan prasarana tentu dipersiapkan dengan baik oleh pemdanya.
Jalan-jalan tanpak sudah diperlebar dan diaspal dengan baik. Menurut pengakuan, supir kendaraan khusus wartawan, jalan tersebut baru-baru saja diperbaiki. Kini, jalan ke makasar sudah muluuussssss.

Sesampainya di kota Mamuju, pemandangan pantai langsung menarik perhatian kita. Lautnya yang biru, ditambah teriknya matahari, seakan-akan mengajak kita untuk segera berenang. Tetapi, lagi-lagi aku kecewa sedikit, karena dilokasi pantai yang ku lihat, tidak ada pantai yang dihiasi pasir-pasir putih, atau coklat setidaknya. hehehe, jadi enggan juga untuk nyebur.

Agar perjalanan lancar, tentu saja perlu diakomodir dengan perut yang penuh. Jadilah kita makan-makan dulu di sebuah restoran yang jadi Favoritnya Gubernur Mamuju. Menunya? Tentu Ikaaaangggg. N’ is still going in a same menu to the next day in Mamuju. hahaha, sampai kita para wartawan yang bukan asli urang Sulawesi, jadi enek makan ikan terus. Seafood mulu booookkk…

Esok paginya, akhirnya semua wartawan yang dah kangen sama sayur dan nasi uduk plus nasi goreng berinisiatif mengelilingi kota kecil itu untuk mencari makanan-makanan selain Ikan dan hewan seafood lainnya. Dapatlah diku mi titi, hahaha, alias mi siram sebenarnya kalo di kota Medan.

Nah, ada yang unik di kota Mamuju ini. Salah satunya adalah kendaraan transportasi tradisional di dalam kota yang juga dikenal dengan nama becak. Uniknya dimana? Coba lah perhatikan, bangku penumpang becak ini bila dibandingkan di kota-kota lainnya sangat sempit. Kalau aku yang naik tentu tak ada lagi space untuk teman perjalanan. hahaha, kecil amat sih. Sayangnya, aku belum sempat mencicipi naik becak mini itu.

Senja di kota Mamuju, sangat indah dan membuat rindu. Deburan ombak, dan merahnya langit membuat mata dan hati tidak jemu-jemu mengingatnya. Momen itupun tentu tidak ku hindari.

Seasik-asiknya, foto-foto pemandangan tentu saat perut memanggil tuk diisi tidaklah bisa ditolak. Ajakan ke RM Surya terpaksa ku tolak, karena perut yang tak tahan mencium bau ikan. ALhasil, bakso jawa di pinggiran pantai Mamuju menjadi pilihan pertama. Sruuuuppp, enak-enak….temannya? air kelapa muda dong…

Nah, foto diatas adalah salah satu hasil alam kota Mamuju, Sulawesi barat yang paling populer. Lihat saja, lobster yang gadang nian, dan ikan kakap merah yang menggiurkan. Foto ini diambil di salah satu konter pameran yang dihadiri Presiden saat di mamuju.

akhirnya, setelah tiga hari menjejakkan kaki di kota Mamuju, tibalah kita di kota Makasar. Panase rek….dasar kota pantai ya. Ok, langkah pertama oleh-oleh buat keluarga. Sarung…sarung makasar….mana ya?