Let’s Read and Talk

Bacalah yang bisa kau baca, karena tidak ada yang rugi

Butik Inong Bale.. Juni 22, 2008

Diarsipkan di bawah: butik inong bale — suci @ 6:30 pm

teman-teman, saya sedang memulai usaha bisnis souvenir aceh yang utamanya bisa dipergunakan sehari-hari. Salah satunya adalah tas aceh dengan motif rajut yang khas. Dimulai dengan satu tas ransel satu ini.

Harganya tergolong murah untuk sesuatu yang hand made, yakni Rp135.000 sudah termasuk biaya kirimnya. terlebih bahan yang digunakan sangat kaku alias tidak mudah penyok-penyok.

Selain itu bahannya sangat ringan, warnanya juga berbagai macam. Yang sedang trend ada warna biru seperti di foto, merah darah, merah hati, hijau, itam dan juga coklat. kalau ada warna lain akan dikabari.

Untuk pemesanan silahkan via email, cii_marici@yahoo.com

atau via HP 085228492020, dan mendatang mungkin akan bisa via blog “butik Inong Bale” aja…(skarang lagi dibuatkan blognya)…

pesanan insyaalah kalau tidak ada halangan, tiba seminggu seusai pemesanan. INsyaalah jika ada yang mau nempah dengan model sendiri juga bisa. masalah harga mungkin akan lebih enak negosiasi aja ya…

so, siapa yang mau coba pesan tas ransel ini dulu. lumayan untuk tas note book, atau laptop 12 inci…

 

Antusias Warga Mamuju Menyambut Presiden Juni 12, 2008

Diarsipkan di bawah: reportase — suci @ 8:28 pm

Pernah ingat, apa yang kita lakukan saat anak-anak saat mendapat berita Presiden akan berkunjung ke sekolah? wah, pertama-tama pasti kerja bakti membersihkan sekolah..Mana mungkin kita menunjukkan hal-hal yang tidak baik pada seorang presiden..hahaha

Begitu juga, masyarakat Mamuju saat presiden susilo bambang yudhoyono akan bertandang ke mamuju, sulawesi barat, untuk yang pertama kalinya. Berbagai sarana dan prasarana dipersiapkan dengan sangat baik. Bahkan, para penyambutpun tidak ketinggalan ikut dipermak.

Meski cuaca panas dan menyengat di lapangan dekat bandara mamuju, mereka tetap bersedia menanti sang presiden yang satu setengah jam lagi baru tiba dari Makasar. Bisa bayangkan panasnya badan, dengan rapatnya baju adat dan make up yang tebal menutup wajah.

Cuba lihat…sambutannya meriah sekali bukan. Lambaian bendera merah putih dan gambar besar sang presiden dan ibu negara menghiasi jalur presiden sampai di kota mamuju.

Tidak tertinggal tabuhan gendangnya tentu…plus warna-warni baju yang ramai..

Wah, paspamresnya tidak tertarik sama wanita cantik satu itu ya? saking seriusnya. hehehe

Kayaknya, bupati jantungan ni?

“Selamat pagi anak-anak…,” dan lalu…..hehehe, kecapeaan ya pak? sampai gak tahu mau nanya apa sama anak-anak?

Seen there antusiasm saat presiden SBY pertama kali sampai di Mamuju. Pagarpun jadi kaki yang memanjang demi sang presiden. Panaspun bagaikan air hujan, saat melihat presiden melambai..kelihatan gak presidennya?

N the sow must be over, sampai jumpa lagi pak PResiden…ibu Ani cantik sekali sih…

 

Bertandang Ke Mamuju, Sulawesi Barat Juni 10, 2008

Diarsipkan di bawah: 141945 — suci @ 8:36 pm

Perjalanan menuju makasar dan mamuju, bisa dibilang hasil rengekan lobian dengan koordinator wartawan istana di kantor, mbak sally baik. Pasalnya, setiap kalio ikut acara bapak kita, SBY, selalu saja jurusannya gak jauh-jauh di pulau Jawa. Kalau tidak di Surabaya, ke semarang, kalo gak di Jogja. Padahal kalau gratisan gitu kan mending yang jauh sekalian. hahahaha…alhasil lobian disetujui.

Nah, ini dia segelintir Foto-foto yang mewakili perjalanan selama empat hari di tanah Sulawesi. Pertama, ini dia pesawat yang dinaiki rombongan wartawan Kepresidenan dari Makasar ke mamuju. Pesawatnya bukan boeing, karena panjang landasan airport Mamuju belum bisa mendukung saat itu. Tapi kini banyak perbaikan, maklum provinsi baru, jadi banyak duitnya.

Perjalanan udara itu jika saya tidak salah ingat tidak lebih dari sejam lamanya. Tapi, dasar aku anak darat, sebenarnya lebih menarik kalo bisa lewat jalur darat. Tapi, tidak ada yang mendukung. Huh, kesel padahal aku satu-satunya wartawan wanita dalam rombongan itu.

Sejak disahkan menjadi provinsi terbaru di Indonesia, kunjungan presiden kemarin itu memang adalah yang pertama kalinya. Meski sesungguhnya, itu adalah undangan yang ketiga kalinya disampaikan ke presiden. Sehingga, segala sarana dan prasarana tentu dipersiapkan dengan baik oleh pemdanya.

Jalan-jalan tanpak sudah diperlebar dan diaspal dengan baik. Menurut pengakuan, supir kendaraan khusus wartawan, jalan tersebut baru-baru saja diperbaiki. Kini, jalan ke makasar sudah muluuussssss.

Sesampainya di kota Mamuju, pemandangan pantai langsung menarik perhatian kita. Lautnya yang biru, ditambah teriknya matahari, seakan-akan mengajak kita untuk segera berenang. Tetapi, lagi-lagi aku kecewa sedikit, karena dilokasi pantai yang ku lihat, tidak ada pantai yang dihiasi pasir-pasir putih, atau coklat setidaknya. hehehe, jadi enggan juga untuk nyebur.

Agar perjalanan lancar, tentu saja perlu diakomodir dengan perut yang penuh. Jadilah kita makan-makan dulu di sebuah restoran yang jadi Favoritnya Gubernur Mamuju. Menunya? Tentu Ikaaaangggg. N’ is still going in a same menu to the next day in Mamuju. hahaha, sampai kita para wartawan yang bukan asli urang Sulawesi, jadi enek makan ikan terus. Seafood mulu booookkk…

Esok paginya, akhirnya semua wartawan yang dah kangen sama sayur dan nasi uduk plus nasi goreng berinisiatif mengelilingi kota kecil itu untuk mencari makanan-makanan selain Ikan dan hewan seafood lainnya. Dapatlah diku mi titi, hahaha, alias mi siram sebenarnya kalo di kota Medan.

Nah, ada yang unik di kota Mamuju ini. Salah satunya adalah kendaraan transportasi tradisional di dalam kota yang juga dikenal dengan nama becak. Uniknya dimana? Coba lah perhatikan, bangku penumpang becak ini bila dibandingkan di kota-kota lainnya sangat sempit. Kalau aku yang naik tentu tak ada lagi space untuk teman perjalanan. hahaha, kecil amat sih. Sayangnya, aku belum sempat mencicipi naik becak mini itu.

Senja di kota Mamuju, sangat indah dan membuat rindu. Deburan ombak, dan merahnya langit membuat mata dan hati tidak jemu-jemu mengingatnya. Momen itupun tentu tidak ku hindari.

Seasik-asiknya, foto-foto pemandangan tentu saat perut memanggil tuk diisi tidaklah bisa ditolak. Ajakan ke RM Surya terpaksa ku tolak, karena perut yang tak tahan mencium bau ikan. ALhasil, bakso jawa di pinggiran pantai Mamuju menjadi pilihan pertama. Sruuuuppp, enak-enak….temannya? air kelapa muda dong…

Nah, foto diatas adalah salah satu hasil alam kota Mamuju, Sulawesi barat yang paling populer. Lihat saja, lobster yang gadang nian, dan ikan kakap merah yang menggiurkan. Foto ini diambil di salah satu konter pameran yang dihadiri Presiden saat di mamuju.

akhirnya, setelah tiga hari menjejakkan kaki di kota Mamuju, tibalah kita di kota Makasar. Panase rek….dasar kota pantai ya. Ok, langkah pertama oleh-oleh buat keluarga. Sarung…sarung makasar….mana ya?

 

Mama mau datang… Juni 10, 2008

Diarsipkan di bawah: 141945 — suci @ 7:56 pm

Cihiuuuyyy, akhirnya bisa kumpul satu keluarga…

ada mama, andar, bella, ira dan aku…

semua nya berkumpul…

hah, kangen sekali dengan mama

apalagi banyak dengar mama kurang sehat belakangan ini

belum pula ditambah masalah sama papa

MAMAMA….. KITA KANGEENNNN

 

Woa…King Cobra Juni 10, 2008

Diarsipkan di bawah: home — suci @ 7:53 pm

Ini Dia Baru namanya Raja Ular

 

Kegamamangan Pemerintah Atas Ahmadiyah Juni 9, 2008

Diarsipkan di bawah: reportase — suci @ 7:37 pm

Akhirnya, hari Senin (09/06) ini, Pemerintah mengeluarkan SKB tiga Menteri atas kasus ajaran agama Ahmadiyah yang sudah dinanti-nanti banyak pihak. Sayangnya, keputusan yang dikeluarkan seperti bersikap mirip win-win solution. Karena, tidak ada yang menang dalam pertemuran ini, jadi bisa juga dibilang lose-lose solution.

Yang menang hanyalah pemerintah dengan keputusannya. Tuntutan berbagai organisasi masyarakat (ormas) untuk segera membubarkan Ahmadiyah. Buyar dengan dikeluarkannya SKB yang memutuskan, berbagai kegiatan Ahmadiyah di Indonesia di bekukan.

Dibekukan? Apa maksudnya? Lalu apa bedanya dengan pembubaran. Toh mereka juga dengan kondisi ini bagaikan mati suri. Hidup tak bisa, mati pun tak mau.

Mendengar penjelasan dari Menteri Agama di siaran MEtro TV, kemarin malam, ia menjelaskan bahwa yang dimaksudkan dalam SKB itu bukanlah pembekuan ataupun penghentian. Yang ada adalah, Ahmadiyah masih bisa melakukan aktivitasnya sehari-hari. Tetapi harus meninggalkan berbagai embel-embel atribut yang berkaitan dengan Islam.

Jika mereka tetap ingin disebut sebagai Islam, maka seperti yang disampaikan sang Menteri, tinggalkan ajaran atau pengakuan yang menyebutkan ada Nabi setelah Rasulullah Muhammad.

Seorang teman berkata, “keputusan itu gamang sekali, tidak jelas,”..ya, juga tidak tegas kataku. Ia pun menjawab, “Karena ada antek Amerika di belakang ini”. Hem, pernyataan yang memang ada kemungkinan untuk dikatakan benar. Tetapi juga harus hati-hati, toh, jangan sampai pernyataan seperti itu akan membawa masalah lagi.

Ya, sudahlah, toh hidup harus penuh dengan warna warni. Bukankah ALLAH juga menyampaikan, bahwa akan ada 77 aliran agama Islam di muka bumi ini, dan hanya Dia yang tahu kebenarannya. So, just believe your heart and use your brain.

 

FPI gak Habis-Habisnya Juni 3, 2008

Diarsipkan di bawah: home, reportase — suci @ 12:07 pm

jujur aja aku kurang sepakat dengan sikap FPI dalam menyelesaikan masalah yang cenderung bertindak kekerasan jika keinginannya tidak tercapai. Meskipun bila di lihat dari agama islam yang mereka permasalahkan itu memang pantas untuk dipermasalahkan.

misalnya tentang gubuk-gubuk mesuk, toko-toko kecil yang menjual minuman keras, dan yang terakhir menyerang anggota Ahmadiyah yang dianggab sebagai penyelewengan agama Islam.

sebenarnya, ada gak sih aksi yang demikian di jaman rasulullah dulu?

apa sih yang menjadi dasar bagi mereka untuk bertindak anarkis begitu? gak melihat kalo-kalo ada perempuan dan anak-anak di dalamnya?

bukan menjelek-jelekkan, tetapi begitulah yang kita lihat di lapangannya.

Bukankah di dalam perilaku Rasul, dicontohkan untuk memperlakukan tawanan perang dengan baik? jadi mengapa tidak menganggap mereka itu tawanan perang yang tersesat dari jalan sebenarnya aja? kenapa harus langsung membabi buta begitu?

aku malah setuju, sikap yang diambil sama Muhammadiyah, yang memilih untuk membiarkan pemerintah unjuk gigi dalam menyelesaikan masalah ini. Juga atas sikap mereka untuk melakukan pendekatan langsung berupa dialog dengan sejumlah pimpinan ormas dan ahmadiyah. katanya, “dakwah gitu lho”.

 

Selamat Ulang tahun Jurnas Juni 1, 2008

Diarsipkan di bawah: reportase — suci @ 9:23 am

selamat ulang tahun untuk Jurnal Nasional kedua,

sebenarnya aku sedikit malas berkomentar untukmu,

hanya saja aku doakan agar kau tetap bisa hidup didalam kegalauanmu menentukan arah

agar kantongku tidak menipis