Akhir Tahun Keliling Jakarta
Akhir tahun ini benar-benar menyenangkan. Meski tidak jalan-jalan ke luar kota karena ongkos seret, tapi tidak berarti aku akan mendem di rumah saja menonton TV. Jakarta, ternyata juga banyak kok tempat yang asik untuk melepaskan penat. Meski telah berkali-kali pergi, pasti ada aja yang baru di tempat yang lama.
Tapi saya sarankan, agar lebih nikmat jangan datang di hari besar karena pengunjung jelas membludak. Datangnya satu dua hari sebelum atau sesudah hari besar. Dijamin gak rame-rame banget. Karena kuncinya kita refresing bukan pusing karena macet dan panas empet-empeten. Sekarang ikut yuk jalan-jalan di Jakarta bareng diku…
Monas
“Kalau belum ke monas, belum ke Jakarta namanya..”itulah celetuk abi, saat aku sodorkan beberapa alternatif jalan-jalan lainnya yang lebih bersifat nature alias ke alam. Tetapi, jalan-jalan kali ini selain liburan kita berdua juga untuk mengajak sang calon adik ipar keliling Jakarta. Ku pikir iya juga, dimana-mana kalo ke Jakarta ya ke monas dulu.
Jadilah kami pergi ke monas di suatu pagi. Saat ini, jalur busway sudah mewarnai lalu lintas Jakarta. jadi aku sengaja naik busway sekedar mengajarkan dan mengenalkan busway pada ana (calon adik ipar). Tarif busway alhamdulillah masih ampuh di kantong deh. Kalau subuh-subuh sampai jam enam kalau tidak salah, tarifnya hanya Rp2.000, sedangkan setelahnya hanya Rp3.500.
Yah lumayanlah, jika ada yang berniat keliling-keliling jakarta dengan kendaraan yang nyaman, Busway lah jawabannya. Asal jangan lupa untuk berhenti satu halte sebelum pemberhentian halte terakhir, yakni Pulogadung dan Kalideres. Karena bakalan kena tarif lagi.
Setibanya di Monas, matahari dah lumayan terik. Biasanya kawasan wisata nomor wahid di Jakarta ini sudah dipenuhi oleh calon-calon atlit kita alias mereka yang mau olahraga doang. Selain itu ada pula yang seperti kami bertiga (ditambah abi) yang cuma lihat-lihat dan sekedar jalan-jalan doang. Perlu di catat kalau sekedar masuk sih tidak bayar. Keluar dana kalau sampai naik ke atas monas. aku belum tahu budgetnya karena belum pernah dan gak niat. hehehe.
kegiatan di Monas, yach cuma keliling tugu, makan-makanan kecil, ngobrol and terakhir dan terpenting… foto-foto. itu mah gak boleh ketinggalan. silahkan lihat di Flicr ku ya…
setelah puas, kaki pun dialihkan ke jalan sudirman. biasanya di hari minggu tuh jalan lempang, dari tiga ruas di masing-masing jalur, dua nya dipersilahkan untuk mereka pejalan kaki dan pengendara sepeda. Intinya no polution. Nah, nikmati deh tiduran di jalan rayanya jakarta, jarang loh. hehehe. kita juga sempat coba kok.
Ragunan
Meski badan sudah lengket dan berkeringat akibat jalan sepanjang Sudirman hingga ke dukuh atas plus belum mandi (sssttt), rencana dadakan muncul tiba-tiba. Terlanjur di Busway gimana kalo lanjut aja hingga ke kebun binatang Ragunan? hasilnya, kami pun duduk di bangku busway yang mengarah ke ragunan. karena masih pagi jadi masih lempang. kalo lagi rame-ramenya wah tuh busway bisa sesak. Bahkan, liburan lalu antrian pelancongnya bisa sampai di gedung kehutanan yang jaraknya sekitar 3 atau 4 kilometer dari pintu ragunan.
nah, untuk ke ragunan ongkosnya sama ya, karena naik busway kemana pun sama. untuk biaya masuknya Rp4.000 satu orang. Tapi beda lagi kalau bawa kendaraan ya, diku lupa berapa kemarin.
Di Ragunan jelas yang bisa dilihat adalah satwa-satwa yang paling kita sayangi. untuk berkeliling ragunan ada tiga alternatif, yang paling ngirit adalah dengan jalan kaki, kedua pakai sepeda yang disewa dari sebuah konter di sebelah kiri pintu masuk I. Harga sewanya untuk satu sepeda dewasa mencapai Rp.15.000 dan anak-anak Rp10.000 per jamnya. jika lewat hanya tambah Rp2.000 per jamnya. Sedangkan yang ketiga, dengan naik mobil iring-iringan dari Ragunan, lagi-lagi diku gak tahu harganya. hehehe.