Let’s Read and Talk

Bacalah yang bisa kau baca, karena tidak ada yang rugi

Liputan Istana Januari 28, 2008

Diarsipkan di bawah: reportase — suci @ 7:31 pm

Hari Pertama Di Istana Negara

Pagi itu, sebenarnya aku bangun dengan resah. Badan terasa tidak bersemangat, keringat dingin, pikiran bercampur aduk belum lagi ditambah perut yang bernyanyi karena belum sarapan.

Apa pasalnya? hehe, jawabannya karena minggu pagi itu aku ditugaskan untuk mengikuti acara di Istana. Khawatir pengalaman tidak menyenangkan selama liputan di DPR, membuat perasaan dan pikiranku ikut-ikutan gak siap menghadapi istana yang di dalam benak tentu lebih ketat.

Namun, dibilang aku terlalu mendramatisir keadaan dan perasaan iya juga kali ya. karena di benak ini sebenarnya siap-siap aja berangkat ke Istana. intinya hari itu aku cuma mau latihan jadi dibuat santai saja.

(lagi…)

 

Manisnya Abiku Januari 16, 2008

Diarsipkan di bawah: aku dan dia — suci @ 12:49 pm

Sabarnya Kelemahanku

Seorang teman di dalam Blognya bercerita bahwa ia merasa begitu aneh dengan ungkapan temannya tentang kisah cintanya yang dinilai beruntung. Dengan jelas ia menyiratkan bahwa ia sendiri masih bertanya-tanya benarkah ia seberuntung itu?

Tetapi, bila pertanyaan itu diajukan ke diriku…aku kan menjawab..

“Ya…ya, Aku beruntung. Beruntung mendapatkannya. Sepenuh hati dan sekuat tenagaku tidak akan kulepas dia, sampai yang sesungguhnya memiliki dirinya berkehendak lain.” (lagi…)

 

Kisah di Kantor Januari 15, 2008

Diarsipkan di bawah: aku dan dia — suci @ 11:38 am

Istana Kepresidenan

Percaya gak percaya, aku ikut saja pembagian rubrik yang baru ini. Aku yang kurang percaya diri dengan semua tulisan ku, akhirnya dikirim ke istana untuk ikut meliput aktivitas presiden.

Bangga? Ya tentu saja, karena aku tahu tidak semua wartawan bisa meliput disana. Takut? Ya, aku takut jalan reportase ku disana sama tak mulusnya dengan yang di eksplorasi.

Banyak pertanyaan yang sebenarnya muncul di benakku. Tepatnya prasangka buruk pada diri sendiri. Dimulai dengan pertanyaan kenapa aku yang dipilih padahal masih banyak teman lain yang kuyakin mampu. Adakah alasannya karena yang lain sudah ok di rubriknya masing-masing? Atau aku yang paling mudah dipindah-pindah tanpa diikuti gerutuan? Hingga mampukah aku mengemban tugas itu.

Abi pernah bilang kalo kemampuanku menulis yah masih bisa dibilang rata-rata. Dibandingkan rekan seangkatan, masih banyak yang lebih bagus. Mengapa tidak mereka? Apa karena terlalu sayang memindahkan mereka dari rubrik yang sudah membesarkan mereka? dan aku yang tulisannya gak jelas bakatnya kemana ini, bisa saja dipindahkan kemana-mana.

Tahu tidak, aku saja sampai demam saat ini, saat tahu Rabu nanti aku akan segera bertugas. Entahlah, sakit kepalaku jika terus berfikir yang negatif-negatif saja. Lewati saja dulu jalur perperangan ini, toh akan tetap ada akhir nya.  Juga kuatkan mental dulu untuk selalu berani bertanya jika tersesat di jalan. Yakinlah pasti akan ada yang membantu. Dan mulai selalu pagi hari dengan pikiran positif maka semuanya akan berjalan dengan baik.

Hah..bismillah bismillah…

wish me luck ya Freinds….

 

Pesta Akhir Tahun Januari 11, 2008

Diarsipkan di bawah: jalan-jalan — suci @ 8:54 pm

Akhir Tahun Keliling Jakarta

Akhir tahun ini benar-benar menyenangkan. Meski tidak jalan-jalan ke luar kota karena ongkos seret, tapi tidak berarti aku akan mendem di rumah saja menonton TV. Jakarta, ternyata juga banyak kok tempat yang asik untuk melepaskan penat. Meski telah berkali-kali pergi, pasti ada aja yang baru di tempat yang lama.

Tapi saya sarankan, agar lebih nikmat jangan datang di hari besar karena pengunjung jelas membludak. Datangnya satu dua hari sebelum atau sesudah hari besar. Dijamin gak rame-rame banget. Karena kuncinya kita refresing bukan pusing karena macet dan panas empet-empeten. Sekarang ikut yuk jalan-jalan di Jakarta bareng diku…

Monas

“Kalau belum ke monas, belum ke Jakarta namanya..”itulah celetuk abi, saat aku sodorkan beberapa alternatif jalan-jalan lainnya yang lebih bersifat nature alias ke alam. Tetapi, jalan-jalan kali ini selain liburan kita berdua juga untuk mengajak sang calon adik ipar keliling Jakarta. Ku pikir iya juga, dimana-mana kalo ke Jakarta ya ke monas dulu.

Jadilah kami pergi ke monas di suatu pagi. Saat ini, jalur busway sudah mewarnai lalu lintas Jakarta. jadi aku sengaja naik busway sekedar mengajarkan dan mengenalkan busway pada ana (calon adik ipar). Tarif busway alhamdulillah masih ampuh di kantong deh. Kalau subuh-subuh sampai jam enam kalau tidak salah, tarifnya hanya Rp2.000, sedangkan setelahnya hanya Rp3.500.

Yah lumayanlah, jika ada yang berniat keliling-keliling jakarta dengan kendaraan yang nyaman, Busway lah jawabannya. Asal jangan lupa untuk berhenti satu halte sebelum pemberhentian halte terakhir, yakni Pulogadung dan Kalideres. Karena bakalan kena tarif lagi.

Setibanya di Monas, matahari dah lumayan terik. Biasanya kawasan wisata nomor wahid di Jakarta ini sudah dipenuhi oleh calon-calon atlit kita alias mereka yang mau olahraga doang. Selain itu ada pula yang seperti kami bertiga (ditambah abi) yang cuma lihat-lihat dan sekedar jalan-jalan doang. Perlu di catat kalau sekedar masuk sih tidak bayar. Keluar dana kalau sampai naik ke atas monas. aku belum tahu budgetnya karena belum pernah dan gak niat. hehehe.

kegiatan di Monas, yach cuma keliling tugu, makan-makanan kecil, ngobrol and terakhir dan terpenting… foto-foto. itu mah gak boleh ketinggalan. silahkan lihat di Flicr ku ya…

setelah puas, kaki pun dialihkan ke jalan sudirman. biasanya di hari minggu tuh jalan lempang, dari tiga ruas di masing-masing jalur, dua nya dipersilahkan untuk mereka pejalan kaki dan pengendara sepeda. Intinya no polution. Nah, nikmati deh tiduran di jalan rayanya jakarta, jarang loh. hehehe. kita juga sempat coba kok.

Ragunan

Meski badan sudah lengket dan berkeringat akibat jalan sepanjang Sudirman hingga ke dukuh atas plus belum mandi (sssttt), rencana dadakan muncul tiba-tiba. Terlanjur di Busway gimana kalo lanjut aja hingga ke kebun binatang Ragunan? hasilnya, kami pun duduk di bangku busway yang mengarah ke ragunan. karena masih pagi jadi masih lempang. kalo lagi rame-ramenya wah tuh busway bisa sesak. Bahkan, liburan lalu antrian pelancongnya bisa sampai di gedung kehutanan yang jaraknya sekitar 3 atau 4 kilometer dari pintu ragunan.

nah, untuk ke ragunan ongkosnya sama ya, karena naik busway kemana pun sama. untuk biaya masuknya Rp4.000 satu orang. Tapi beda lagi kalau bawa kendaraan ya, diku lupa berapa kemarin.

Di Ragunan jelas yang bisa dilihat adalah satwa-satwa yang paling kita sayangi. untuk berkeliling ragunan ada tiga alternatif, yang paling ngirit adalah dengan jalan kaki, kedua pakai sepeda yang disewa dari sebuah konter di sebelah kiri pintu masuk I. Harga sewanya untuk satu sepeda dewasa mencapai Rp.15.000 dan anak-anak Rp10.000 per jamnya. jika lewat hanya tambah Rp2.000 per jamnya. Sedangkan yang ketiga, dengan naik mobil iring-iringan dari Ragunan, lagi-lagi diku gak tahu harganya. hehehe.

 

 

 

nyumy Januari 11, 2008

Diarsipkan di bawah: icip-icip — suci @ 12:19 pm

Mie hotplate

Namanya saja hot plate, jadi kalo buat makanan satu ini perlu hot plate. Tapi, waktu kutanya sama mbak penyajinya, teplon ataupun wajan tempat memasak kue serabi juga bisa digunakan.

Bahan yang diperlukan, tentu saja :

1. Mie kuning atau indomie yang sudah direbus buat anak kos,

2. Toge dan sawi hijau sebagai sayur pelengkap, jamur juga bisa kalo mau,

3. garam, gula, sedikit merica atau cabe bubuk untuk yang suka pedas, dan penyedap bagi yang suka,

4. kacang giling, bisa kacang tanah biasa atau kacang mete,

5. Kuah kaldu, enaknya sih ayam. Buatnya ditambah tepung maizena dikit jadi bisa agak mengental

mie hot plate

cara buatnya:

wajan di olesi mentega atau sedikit minyak makan, lalu cemplungkan mie tadi. Minyaknya cuma biar gak mie gak lengket aja ya, jadi bukan kayak ngegoreng tempe. lalu di atas nya di taruh lah sayur mayur tadi dan gilingan kacang tadi. setelah sayur sedikit layu, cemplungkan kuah kaldu. wah bunyinya itu mak yusss, heheh. lalu sediakan selagi panas dengan hot platenya sekalian, dan lengkapi dengan siomay atau telur iris, atau lainnya yang kalian suka.

selamat mencoba…

 

nyumy Januari 11, 2008

Diarsipkan di bawah: icip-icip — suci @ 12:18 pm

Buat Mie Aceh Yuk…..

Sebagai warga Aceh yang baik, jelas saya kudu bisa mempromosikan segala kebudayaannya. Termasuk seni tari, kawasan wisata dan jelas wisata kulinernya. Nah, kali ini saya ajak teman-teman semua membuat mie Aceh (mie goreng) yang sedikit berbeda dibandingkan mie-mie goreng lainnya.

Bahan:

Ø Mie goreng instan atau mie kuning besar 2 bungkus

Ø Mentega untuk menggoreng secukupnya

Ø Kecap (namanya juga mi goreng) secukupnya

Ø Telur ayam 2 butir

Ø Wortel (bagi yang suka) 1 buah

Ø Brokoli (sama kalo suka aja) secukupnya

Ø Bawang goreng secukupnya

Bumbu:

Ø Bumbu mie instan

Ø Atau bumbu mie goreng misalnya bawang merah putih, merah, merica

Ø Garam

Ø Cabe merah yang dipotong-potong kecil

Ø Acar (untuk tambahan)

Alat memasak: ya..jelas panci untuk menggoreng dong…

Cara:

  1. mie instan direbus dulu jangan terlalu matang (biar tidak lengket) dan langsung tiriskan. Kalo bisa diangin-anginkan….
  2. setelah dingin dan sedikit kering, campurkan dengan mentega, kecap dan bumbu instan atau bumbu gorengnya. Jelas di dalam panci penggorengan ya….
  3. sebagai pelengkap, goreng telur dan sayur dengan mentega. Sayur juga jangan terlalu layu ya…baru ditambahkan dengan tumisan cabai
  4. sebagai pelengkap taruh deh kacang goreng, acar, dan juga timun segar. sentuhan terakhir jelas minuman segar.
  5. masakan selesai….mie dengan dua bungkus ini bisa dinikmati dua orang atau kalo pada ngirit makannya ya bisa untuk tiga-empat orang deh. Selamat mencoba
 

2008 Januari 2, 2008

Diarsipkan di bawah: home — suci @ 11:30 am

Happy New Year…..

Selamat tahun baru untuk semua teman yang sudah setia membaca di blog ini..

so, resolusi apa yang dipersiapkan untuk tahun ini?

kalau diku…

1. pertinggi penghasilan, and..

2. Get Married…..(ha2x, i like this one)

semoga tahun ini kita jadi lebih baik ya…Happy new Year