Let’s Read and Talk

Bacalah yang bisa kau baca, karena tidak ada yang rugi

liburan panjang akhir tahun 2007 (III) Desember 29, 2007

Diarsipkan di bawah: jalan-jalan — suci @ 6:39 pm

Teguran Itu….

Lelah setelah bersenang-senang menikmati akhir liburan di Bandung,
Membuatku dan dia terlelap dalam mobil travel yang disinyalir tereksklusif itu.
Jarak bangku yang terpisah dari depan ke belakang, tak mengurungkan niatku mengucap selamat beristirahat
“Maaf ya, nta, jadinya bi duduk di depan. Kasihan kalo ibu-ibu yang di depan. Met istirahat ya, jangan lupa pakai sit bealt-nya ya..”
Itu akhir sms ku untuknya, hingga akhirnya kami terlelap menikmati guncangan kendaraan yang akan membawa kami tiba di Jakarta…
….”SUBHANALLAH.. AAA..aaa…Allah Akbar..aaaa”, teriakan itu membangunkan ku. Seluruh kendaraan berguncang keras.
Dua ibu yang duduk di depanku, berteriak nyaring menyebut asma Allah. Aku sendiri terlempar-lempar meski masih di tetap dibangku tempat duduk.
Gadis berambut panjang duduk di sebelahku, sedetik kemudian terlempar ke bangku depan.
genggaman tangaku di pengangan kursi semakin erat seiring dengan semakin kerasnya guncangan kendaraan itu.
“Astafirullah, jika mobil ini terbalik, habislah aku…”
…sepuluh detik..hanya sepuluh detik..mobil itu akhirnya berhenti berguncang…
Ucapan rasa syukur dan rintihan menahan rasa sakit terdengar sayup-sayup..kulihat kaca depan tidak lagi ditempatnya..Abi..!!
“Abang..abang..”…sedetik..”iya…”
syukurlah tuhan, ia yang dibangku depan tak apa-apa…syukurlah….

wajah abi setelah kecelakaanwajahku setelah kecelakaan

 

liburan panjang akhir tahun 2007 (II) Desember 26, 2007

Diarsipkan di bawah: jalan-jalan — suci @ 3:35 pm

Tiba di Lampung, Tiga Jam Perjalanan Lagi

Pooppp.pooppp(bunyi klakson kapal), hwoah nyem nyemkenapa berisik sekali kapal ini? Oh, syukurlah ternyata sudah mau sampai. Abi..abi, dah mau sampai.. kubangunkan Abi yang tertidur karena kelelahan. Tahu jawabnya? Sudah lihat pulau belum disamping sana? Kalau sudah baru berarti sampai..

Dasar! Tidak percaya ternyata dia, atau karena tak mau dibangunkan dari tidur ikannya tadi? Hehe..

 kelokan tajam di lampung yang berlatarkan pemandangan pantai.

 

(lagi…)

 

liburan panjang akhir tahun 2007 (I) Desember 26, 2007

Diarsipkan di bawah: jalan-jalan — suci @ 3:01 pm

Naik Motor Ke Lampung? Siapa Takut.

‘asyik bonus liburan seminggu lagi..mau kemana ya?’

makan pop mie diatas kapal, nikmat….
 

Eksplorasi PT Arun Desember 25, 2007

Diarsipkan di bawah: reportase — suci @ 12:17 pm

Apa Kabarnya PT Arun?

Kota Lhokseumawe dikenal juga sebagai kawasan industri pe-trokimia modern di Nanggroe Aceh Darussalam. Sebutan itu tentunya sangat wajar, mengingat ada lima perusahaan yang beronggok mencari nafkah di kawasan itu. Tetapi jangan dikira, perusahaan-perusahaan itu termasuk kelas teri. Sebaliknya diantaranya termasuk perusahaan bertaraf internasional.

Sebut saja Exxon Mobil Oil (EMOI), perusahaan perminyakan Amerika yang terbesar di dunia. Bahkan, PT Arun juga dinobatkan sebagai perusahaan gas cair (LNG) terbesar di dunia, ditambah pula PT Asean Aceh Fertilizer (AAF) yang sebelumnya juga di kenal sebagai perusahaan pupuk terbesar se-Asia Tenggara.

Namun, sejak pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) meletus hingga kini, satu per satu perusahaan tersebut menemui ajalnya. Lihat saja PT AAF yang menutup usianya tahun 2005 lalu, akibat terputusnya pasokan gas dari kilang lapangan Arun yang selama ini menjadi pemasok utamanya. Terus..terus..

 

Eksplorasi PT Arun Desember 25, 2007

Diarsipkan di bawah: reportase — suci @ 12:14 pm

Seorang Wartawan Bertanya..

Seorang wartawan Jakarta berceletuk kala menyusuri ruang-ruang di kota Lhokseumawe yang disebut-sebut sebagai kota zona industri di Nanggroe Aceh Darussalam. “Seharusnya dengan kehadiran lima perusahaan besar di kota ini, pembangunannya bisa jauh lebih baik,”ujarnya sambil termangu memandangi kondisi pembangunan di kota itu.

Meski baru kali ini ia datang berkunjung ke kota Lhokseumawe, ia dapat melihat dengan jelas bahwa ada sesuatu yang salah dalam pemerintahan dan pembangunan kota yang berukuran 212 kilometer kubik dengan jumlah penduduk mencapai 188.974 jiwa berdasarkan sensus tahun 2000.

Pertanyaan yang menggelitik pikirannya itu dirasa cukup wajar. Terutama posisi kota ini persis di tengah-tengah jalur lalu lintas timur Sumatra dari Medan hingga ke Banda Aceh. Siapa pun yang melewatinya tentu sempat terbesit pemikiran, bukankah seharusnya dengan lima perusahaan besar yang menghasilkan cukup banyak uang dari sumber daya alam yang dikeruk dari tanah masyarakat Aceh itu bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat?

memandang laut lepas
 

Eksplorasi PT Arun Desember 25, 2007

Diarsipkan di bawah: reportase — suci @ 12:05 pm

Bukan Tidak Ingin Memberi..

Ketika aksi pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) mulai berpusat di kota Lhokseumawe yang disebut-sebut sebagai kawasan industri di Naggroe Aceh Darussalam (NAD), lima usaha bisnis di kota itu tanpa disadari ikut terkena dampak. Secara perlahan, pemberontakan itu menyebabkan kelima usaha bisnis tersebut sekarat dan salah satunya mati.

Diawali dengan matinya PT Asean Aceh Fertilizer (AAF) yang dalam sejarah bisnis pupuk merupakan salah satu perusahaan pupuk terbesar di Asia Tenggara. Setelah dua tahun mencoba bertahan menunggu pasokan gas untuk produksi, tepatnya pada tahun 2005. AAF sendiri merupakan perusahaan bisnis yang merupakan gabungan dari lima negara Asean yakni Indonesia, Thailand, Malaysia, Filiphina dan Singapura.

Dua perusahaan lainnya, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dan PT Kertas Kraft Aceh (KKA) sedikit berbeda nasibnya dengan AAF. Kini hidup mereka bisa diandaikan seperti ikan yang kehilangan airnya. Penyebabnya tidak lain lagi-lagi karena kehilangan pasokan gas utama yang sebelumnya dikirim dari lapangan arun yang dikelola Exxon Mobil Oil.

PT Arun yang notabenya menjadi satu-satunya perusahaan yang bertanggung jawab untuk mengalirkan gas dari lapangan arun ke seluruh konsumen termasuk kedua perusahaan tersebut, tidak lepas dari “amukan” para konsumen.

PT Arun dianggap pilih kasih dengan menghentikan pasokan gas ke perusahaan-perusahaan tersebut, namun tetap mengekspor gas LNG-nya ke Jepang dan Korea.

Tidak ingin nama dan kredibilitas perusahaan yang telah diakui sebagai salah satu industri LNG terbaik di dunia itu bertambah buruk, mendorong Presiden Direktur PT Arun LNG, Aknasio Sabri, untuk menjelaskan secara gamblang posisi PT Arun saat ini secara eksklusif kepada Suci Dian Hayati dari Jurnal Nasional, Kamis (06/12) lalu. Berikut petikan wawancaranya:

Aknasio Sabri, Presiden Direktur PT Arun Presdir PT Arun Presdir PT Arun

Ayuk baca lagi..

 

Kisah di Kantor Desember 25, 2007

Diarsipkan di bawah: home — suci @ 11:41 am

 

Satu Lagi Teman Memilih Pergi

Sesampainya di Jakarta setelah empat hari liputan ke Lhokseumawe, aku dikabarkan tentang rencana seorang teman yang akan pergi meninggalkan Jurnal Nasional. Mita, teman seperjuangan di rubrik eksplorasi selama lebih enam bulan berencana untuk melanjutkan sekolahnya. Tidak tanggung-tanggung, ia memilih ke luar negeri. Perancis tepatnya.

Sebenarnya bangga juga sih. Setidaknya karena ia sudah bisa menetapkan pilihannya dan yakin pada pilihannya. Ia tidak terus menerus mau bergulat dengan perkataan hatinya yang kerap membuatnya sakit kepala hingga ke hati.

Tetapi, rasanya begitu cepat teman-teman seangkatan di Jurnas meninggalkan aku yang hingga kini masih ingin bertahan dan berdoa semoga perusahaan ini tetap lancar.

Yah, aku cuma bisa berharap agar Mita dapat mencapai kembali apa yang sesungguhnya ia inginkan. Meskipun begitu, jangan pula ragu ketika hatimu meronta untuk kembali kesini ya, mit. Toh kau sudah dapatkan tiket emasnya. haha, selamat menempuh mimpimu yang baru ya, Mit. Dimana ada kehendak disitu pasti ada jalan…

 

Liputan Comdev Exxon di Lhokseumawe-Lhoksukon Desember 14, 2007

Diarsipkan di bawah: jalan-jalan, reportase — suci @ 7:39 pm

 

Acehku Sayang Acehku Malang

Sejak Senin lalu, 10 Des, aku ditugaskan ke Lhokseumawe, kampung halaman. Berangkat dengan segala akomodasi dari Exxon, aku kembali mengenang tempat selama kurang lebih 10 tahun aku dibesarkan. Silahkan untuk teman-teman yang ingin tahu keadaan aceh, khususnya lhokseumawe, membaca terus tulisan ini. Dijamin tidak akan bosan, karena full pic. hehehe….

>becak di Sumatra memang sedikit berbeda dibandingkan di pulau-pulau lainnya. Bandingkan saja dengan yang ada di Jawa, yang kebanyakan menggunakan sepeda dan berada di belakang bangku penumpang. Becak sumatra juga tidak perlu ditundukkan ke depan, saat menaikkan penumpang, karena memang tidak terlalu tinggi. Tetapi jangan samakan dengan Bajai, karena satu ini tidak seribut itu.

becak motor khas sumatra

>Jika di lain tempat dikenal dengan sedako atau angkot, maka di Aceh dikenal dengan sebutan Labi-labi. Tidak seperti angkutan umum lainnya yang pintunya ada di sisi kiri kendaraan, labi-labi berada di bagian belakang kendaraan. Kalo lagi jam-jamnya ibu-ibu terjun ke pasar, wah labi-labi akan penuh dengan sayur-sayuran sampai di atas-atasnya.

kendaraan umum di Aceh, sering dipanggil labi-labi

>Satu lagi keunikan di Aceh. Entah karena minimnya kawasan berumput, Tetapi saya rasa tidak juga, atau karena begitu nyamannya jalan raya karena tidak banyak kendaraan yang lalu lalang. Jalan raya menjadi bagian dari “habitat” sapi-sapi ternak. Bahkan, tidak jarang ada pengendara motor atau mobil masuk rumah sakit setelah menabrak sapi-sapi yang tentu tidak sadar rambu lal lintas ini. Jadi, berhati-hati ya kalau berkendaraan disana.

jalan raya yang juga hak milik para sapi peliharaan

>kenangan akan sapi-sapi ternak nan liar di kota-kota di NAD, tidak hanya di jalan tetapi juga sampai di pantainya. Jadi jangan terkejut jika menemukan “ranjau” ditengah-tengah butiran pasir coklatnya.

sapi-sapi pun merajai pantai

>pantai di kota Lhokseumawe yang alami abrasi setelah tsunami menerjang Aceh. Meski tidak langsung menghantam pantai Ujong Blang, tetapi akibat tingginya ombak laut pantai jadi abrasi. Meski sudah mencoba menghadangnya dengan batu-batu sungai yang besar-besar, ombak tetap menghantam pantai. kini sulit untuk bisa bermain pasir dengan tepian air laut yang mencoba mengejar. ditambah jalan ke pantai yang rusak berat hingga membuat kendaraan bergocang ria, hati ini makin kecewa dengan pemda lhokseumawe. apa saja kerjaan mereka.

pantai yang sudah abrasi diterjang garangnya ombak

>kini, nasib warga hanya tergantung pada kebaikan alam saja. termasuk para ibu-ibu yang berusaha mencari kerang-kerang laut untuk dijual dan dikonsumsi sendiri. bayangkan betapa dinginnya air laut saat mereka terjun mencari nafhah di pagi hari. belum lagi bahaya ketika air laut tiba-tiba pasang.

wanita pun terjun ke air untuk mendapatkan seember penuh kerang

 

 

Liputan Comdev Exxon di Lhokseumawe-Lhoksukon Desember 14, 2007

Diarsipkan di bawah: icip-icip — suci @ 3:28 pm

 

Nikmatnya Kepiting Jumbo Warung Mie Ayah

Sore itu hujan membasahi kota Lhokseumawe di Kabupaten Aceh Utara, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), saat pesawat yang saya tumpangi mendarat di bandara pribadi milik Exxon Mobil Oil setelah 45 menit terbang dari bandara Polonia Medan.

Cuaca yang dingin dan perut yang masih kosong dari siang, mendorong saya dan beberapa teman untuk mampir di sebuah warung mie aceh yang ternyata sangat terkenal di kota Lhokseumawe.

ayah Safabuddin, jagonya masak mie aceh kepiting

mau tambah, lanjutkan bacanya

 

Tentang Dia Desember 5, 2007

Diarsipkan di bawah: aku dan dia — suci @ 2:37 pm

Lelakiku Yang Beruntung

michan sayang bichan

Bicara masalah beruntung, Ibuku lah yang paling percaya kalo keberuntungan selalu menyertaiku. Pindah sekolah (meski tidak yang bagus-bagus amat) malah bawa beruntung bisa lolos di Universitas tertua di Indonesia, sebulan setelah lulus kuliah langsung dapat panggilan kerja, dan masih banyak lagi kejadian-kejadian kecil yang ‘mama’ kategorikan keberuntunganku.

Termasuk dirinya. Aku beruntung karena ia orang tersabar yang pernah aku kenal, dan juga sangat penyayang. Aku beruntung, karena akhirnya ia menetapkan hatinya kepada ku, dan aku beruntung karena ia mampu membantuku melewati hari-hari berat.

Tetapi, tak kusangka ia juga orang yang beruntung, meski di awalnya ia perlu bekerja keras. Itulah bedanya denganku, jarang aku harus bekerja keras, atau aku sendiri yang tidak sadar…

Salah satu keberuntungannya adalah tiket gratis melihat negara tetangga, Malaysia. Tugas dadakan ini jelas sangat mengejutkan dirinya, terlebih lagi dia saja satu-satunya orang yang dipercaya untuk menjalankannya. Tetapi seperti kukatakan sebelumnya, ia harus kerja keras dulu untuk mendapatkannya. termasuk satu hari sebelumnya kala mengorder pasport untuk keberangkatannya.

Pada hari itu, aku sangat miris melihat perjuangannya untuk mendapatkan hadiah itu. Hingga suaranya begitu terdengar kelelahan hanya untuk mengurus pasport. Seharusnya pengalaman ini mudah baginya, terlebih lagi ia punya kartu mandraguna, Sayangnya nol pengalaman malah membuatnya kesulitan.

Tetapi, akhirnya ia berhasil mendapatkannya dan mendaratkan dirinya di negara melayu itu. Sepulangnya dari sana tampak rasa kebanggaan, kebahagian dan juga ketidakpuasan karena hanya sehari disana, ia tunjukkan kepadaku. Sayang-sayang, kau memang lelaki keberuntungan..bukan hanya untuk dirimu tetapi juga diriku..