RSS

Industri Bioetanol Butuh Impor Singkong

04 Nov

Pembangunan industri bahan bakar nabati yang memanfaatkan bahan dasar singkong untuk pengembangan bahan bakar bioetanol, saat ini tengah menanti izin impor benih dari pemerintah. Ketua Tim Nasional Pengembangan Bahan Bakar Nabati, Alhilal Hamdi, mengatakan, impor ini untuk mengimbangi kebutuhan industri. Menurut dia, sedikitnya Indonesia membutuhkan tambahan bantuan bibit sebanyak 4,4 juta ton, atau yang berasal dari lahan seluas 300 ribu hektar, untuk mencapai target industri sebesar 645 ribu kiloliter per tahunnya. “Industri ini berpotensi untuk berkembang sangat baik terutama setelah negara-negara maju mulai mengaplikasikan bahan bakar yang ramah lingkungan ini,” ujarnya akhir pekan lalu kepada Jurnal Nasional, di Jakarta.

Setidaknya, kata dia, sudah ada lima investor yang telah menjalankan industri bioetanol yaitu Medco Group, Melindo Group, Sungai Budi (Tbk), Sampoerna Group, dan Sorini Corp. Kapasitas produksinya antara 60 ribu hingga 300 ribu kiloliter per tahunnya.

Hingga saat ini, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku para investor tengah memanfaatkan lahan yang selama ini digunakan sebagai areal budidaya singkong secara tradisional. Lokasi terbesar berada di provinsi Lampung, dan lainnya tersebar di Jawa dan Sulawesi Tenggara. “Areal lahan di Lampung lebih kurang mencapai tiga ribu hektar, dan di Jawa di bawah 1.000 hektar,” kata mantan Menteri Tenaga Kerja ini.

Sayangnya, bibit yang ditanam di lahan-lahan tersebut jumlahnya tidak lebih dari dua persen dari target areal tanaman. “Padahal produktivitas bibit unggulan tersebut bisa mencapai 60 hingga 80 ton per hektar per musimnya,” ujarnya.

Karena itu, penyediaan bibit unggul yang disebut dengan singkong sambung mukibat itu tidak bisa menyamai kecepatan jalannya industri. Begitu pula dengan penyediaan bibit nonmukibat yang berasal dari Departemen Pertanian di Malang dan sentra-sentra Petani Penyemai Bibit Singkong yang bekerja mandiri di Sukabumi, aluku Utara dan Kutai, masih sangat terbatas.

Untuk itu, tim nasional pengembangan BBN meminta pemerintah dapat memberikan izin impor bibit unggul singkong. Impor yang diinginkan bisa dari Thailand yang memiliki jenis bibit unggul terbaik. “Harapannya pelaksanaan impor bisa dilakukan segera mengingat musim tanam akan dimulai pada November hingga Desember 2007 mendatang,” tuturnya.

Dia menambahkan, jika saat ini impor berbagai barang konsumtif seperti bahan pangan beras, jagung, kedelai dan lainnya bisa dilakukan, impor bahan baku singkong ini mestinya tak dilarang.

Sementara itu, menanggapi tutupnya tujuh perusahaan biodisel akibat terkena dampak naiknya harga CPO, menurut Alhilal lebih disebabkan karena perusahaan tak memiliki kebun sendiri. Ketergantungan perusahaan-perusahaan tersebut pada pasokan bahan baku dari petani yang harganya terpaut harga pasar, membuat perusahaan tutup. “Jika tidak memiliki kebun sendiri, maka tidak akan kompetitif karena harga bahan baku yang mereka beli sangat dipengaruhi oleh harga di pasar.”

Suci DH, diterbitkan di Jurnal Nasional, 1 November 2007

 

Tentang suci

pertama mengenal, diam kesan pertama...selanjutnya, gadis ceriwis jadi pilihan
26 Comments

Posted by pada November 4, 2007 in reportase

 

26 Respon untuk Industri Bioetanol Butuh Impor Singkong

  1. wdt

    Januari 12, 2008 at 3:40 pm

    wah, please dech..
    qt tuch punya sarjana pertanian bejibun,
    hargai dunk usaha keras belajar mereka selama kuliah,
    minta tolong ke para sarjana pertanian tuk buat bibit unggul sendiri,
    capek bro impor trus..
    malu!!
    ayo, mana niech sarjana pertanian indonesia??

     
  2. suci

    Januari 15, 2008 at 10:30 am

    apa ya..? fenomena ini seperti sifat konsumtif kita
    percaya kalo yang dari luar negeri itu lebih baik
    alasan pemerintah sih selalu mengatakan..
    wong dari luar yang kualitasnya jela lebih bagus harganya jauh lebih murah, so kenapa tidak..
    nah menurut kamu apa dong yang perlu kita lakukan?
    aku sih sarannya sambil menyelam menangkap ikan juga
    jadi waktu impor terus perkembangan di dalam negeri juga perlu diperhatikan
    bukannya disuruh swadaya terus penelitiannya. iya gak?

     
  3. wahid

    Juli 1, 2008 at 10:34 am

    mbak suci, ada info gak yang menyediakan bibit singkong unggul darul hidayah .. tp yang murah hehehe ……

    Import bibit singkong menurutku gak masalah, justru itu akan segera meningkatkan produktifitas singkong… pemerintah juga tidak perlu minta – minta tolong sarjana sarjana pertanian … mestinya para sarjana pertanian yang secara proaktif menangkap peluang ini …. so, tidak usahlah saling mengandalkan…. jadi semua mesti pro aktif untuk maju …..

     
    • Pt.puspita mulia anggun pma

      Januari 18, 2012 at 9:17 am

      Saya preskom pt.puspita mulia anggun pma,memiliki tanah 7088 ha di desa mega timur sungai ambawang kubu raya kalbar,mencari inves mudal tanam singkong,jabon,pabrik industri,sgra hub.raden maulana 082151240723.

       
  4. Dias,Mr

    Agustus 17, 2008 at 5:30 pm

    saya dapat mensuplai bibit singkong dengan kapasitas yang besar dan harga yang menarik
    jika ada yang membutuhkan bisa contac hp saya 081559731173 (hanya untuk yang serius)
    terima kasih

     
  5. suci

    Agustus 19, 2008 at 11:01 am

    wah terimakasi banyak mbak dias atas informasinya.semoga bisa membantu rekan-rekan yang benar-benar mau serius terhadap bidang ini ya. toh, singkong juga bisa jadi sumber nafkah. ok deh terima kasih ya mbak infonya…

     
  6. Toni.S

    Agustus 26, 2008 at 4:36 pm

    Saya tertarik sekali dengan tulisan anda mengenai bioetanol. Dan kemungkinan akan mencoba investasi kedaerah sana(Lampung) untuk informasi saya tinggal diJakarta. Bisakah mbak memberikan informasi yang lengkap kedaerah mana saya harus mulai, dan kira-kira didaerah tersebut berapakah investasi yang harus saya tanamkan untuk lahan. Terimakasih

     
  7. amar

    September 24, 2008 at 9:06 pm

    saya ada tanah 20 ha di jawa timur. kalo saya tanami singkok saya jual kemana ya? dan berapa harga singkong sekarang. harga di lahan bukan di pabrik. mohon info nya

     
  8. suci

    Oktober 5, 2008 at 5:45 pm

    pak/bu amar, terimakasi atas kunjungannnya ke situs ini. Sementara saya belum bisa memberikan informasi yang rinci mengenai perusahaan mana saja yang ada di jawa timur yang dapat menerima pasokan singkong tersebut.

    namun, ada lebih baiknya, sebelum bertanam anda cari informasi terlebih dahulu sebanyak-banyaknya tentang bibit singkong yang memang dipergunakan untuk program bioetanol ini. dan jika dalam waktu dekat ada informasi terbaru, insyaalah akan saya kabari kembali.

    terimakasi…

     
    • Yanto

      April 24, 2011 at 9:01 pm

      Mbak minta dong daftarnya , saya sudah nanem nich tapi bingung buangan nya dan paling di ambil para terngkulak dengan harga sakpenane

       
  9. bagus

    Oktober 30, 2008 at 7:40 pm

    untuk bioetanol ada banyak alternatif bahan baku yang bisa digunakan, bukan hanya singkong. Contohnya Molasse dan nira ,dua jenis bahan baku ini setelah di fermentasi lalu di distilasi menghasilkan bioetanol dengan kadar dan volume yang lebih di bandingkan dengan singkong. Untuk kelebihan penggunaan singkong sbg bahan baku justru dari limbahnya yang bisa digunakan sebagai makanan ternak jadi disamping memproduksi bioetanol saya sarankan sambil memelihara kambing atau sapi. Kami saat ini dengan di bantu berbagai fihak melaksanakan program binaan dengan wilayah probolinggo, situbondo, jember , lumajang untuk bioetanol skala rumahan. dimana kami menyediakan prangkat distilasi, bahan baku, pelatihan ,kompor ( saat ini kami fokus pd subtitusi minyak tanah ) sekaligus kami menerima hasil dari produksi distilasi warga binaan kami. Jadi semacam koperasi gitu. untuk info : (0335)7608997

     
  10. shobarul

    Maret 5, 2009 at 3:18 pm

    saya siap menanam singkong jika ada bibit unggul yg bisa ditanam, saya punya lahan 3 ha, saya sdg mencari bibit unggul singkong yg bisa saya tanam di lampung utara

     
  11. enos

    Maret 29, 2009 at 2:55 pm

    saya butuh industri bioetanol yang membutuhkan bahan baku dari singkong.

    thx

     
  12. M.Widoyo Puruboyo SE

    Mei 21, 2009 at 4:19 pm

    Idenya semua hebat mestinya kalau pejabat daerah berniat untuk membengun bioethanol ga sulit, karena dapat memanfaatkan koperasi pertanian untuk modalnya dan kalau kurang tentu pemerintah daerah dapat menambah kekurangannya, karena untuk tehnologi ini ga terlalu repot, dan dapat bekerja sama dengan fakultas pertanian misal:IPB pada fakultas tehnologi pertanian,Gama,Oensoed.
    Yang pasti hanya political will dari pejabat daerah untuk memajukan daerahnya, dalam pengentasan pengangguran dll.

     
  13. Heri Wahyudi S.Pd

    Oktober 11, 2009 at 10:07 pm

    Kaltim mempunyai lahan yang sangat luas untuk kebbun singkong. tapi hambatab alamaiah nya cukup tinggi antara lain babi hutan, yang sangat sukar di berantas. kemudian lahan dikaltim jika sudah sekali ditanami singkong maka produksinya menurun drastis. mengapa bisa begitu ????
    Bisakah kaltim dijadikan penasok singkong untuk bioetanol ?

     
  14. AGUNG SAMODRA

    Agustus 12, 2010 at 5:01 pm

    Saya punya lahan 50 Ha. saya ingin menanam singkong untuk Bioethanol. ada yang bisa memberikan dimana bibit terbaik bisa saya dapatkan dan kebutuhab oer Ha berapa batang, juga cara menanamnya serta cara pemeliharaannya sampai panen ? singkong yang kami butuhkan yang 1 batangnya bisa mengahasilkan 40 n- 50 kg

     
    • Mukharom Heri Prasetyo

      September 20, 2010 at 11:27 am

      Mas Agung Samodra, anda posisi di mana? bagaimana jika kita bekerjaaam untuk menanam singkongnya. saya memiliki informasi tentang bibit, penjualan, dan teknologi yang digunakan.

       
  15. khoirul

    Oktober 3, 2010 at 8:51 pm

    alamat saya di bogor, mau tanya dimana industri bioethanol terdekat dengan bogor…? Saya mau mencoba ikut menyuplai singkong skala kecil-kecilan sekitar 1 ton perhari. Thanks atas infonya.

     
  16. FAJAR NOVIANTO

    Januari 20, 2011 at 10:53 am

    Saya mampu produksi bioethanol dengan kadar alkohol capai 96%, harga menyesuaikan dengan komposisi kimia yg diinginkan. Bisa menghubungi via telp di 081330967489. Kualitas bisa ekspos maupun lokal.

     
  17. Eko Budi Sulistiyo

    Maret 25, 2011 at 2:30 pm

    Singkong Mukibat ( Malang ) lumayan bagus kandungan Bioethanol nya,dan dalam 1 pohon rata rata bisa keluar 30-40 kg singkong,asal cara tanam nya benar.

     
  18. andika renisari

    Mei 12, 2011 at 9:35 pm

    busyet…!!! singkong aja pake import.emg na kagak punya sarjana pertanian apa??? pada ngacir kemana tuch???
    jadi pinter lok cuma diatas kertas ya percuma.. kayak gini ni jadi na,
    pada kerj yang bukan lahannya. aku tau beberap bank yang punya karyawan sarjana pertanian. wah, gak sesuai tu. harus na pemerintah segera mentertibkab masalah spt itu. supaya orang bekerja sesuai ma latar belakng pendidikan na. jadi na gak seperti ini. bibit singkong aja pake import..

     
  19. Pt.puspita mulia anggun pma

    Januari 18, 2012 at 9:12 am

    Saya memiliki lahan 7088ha a.n.raden maulana milikku,pt.puspita mulia anggun pma ,terdiri apl 3.300.ha dan hp 3788ha,sudah siap tanam,butuh modal nanam singkong,jabon,dan pabrik ,butuh inves sgra,082151240723

     
  20. Pt.puspita mulia anggun pma

    Januari 18, 2012 at 9:31 am

    Luas 7088 ha,alamat jl.raya pt.bpk wilmar group jl.sri sulthan alkhalifah ampel 23 24 rwr.maulana muhammad kanjeng sunan indonesia amanah parit arang dusun mega kencana rt 04 rw 06 sungai melaya sungai maidin sungai kopiang sungai semangkok desa mega timur wil.pemekaran desa mega timur 2 kec.sungai ambawang kab.kubu raya prop.kalbar,milik sya sendiri,hub.082151240723.di cari kerja sama 6,4 6 investor 4 pemilik tanah,bangun pertanian perkebunan singkong,jabon,pabrik industri.

     
  21. erric yudhistira nugraha

    Maret 16, 2012 at 5:03 pm

    saya berasal dari sumatera utara, nama saya erric, saya sekarang sudah mengembangkan bibit farietas dalam negri yang bisa menghasilkan 100 ton- 150tan per hektar, bibit dilakukan penyilangan dan kami sudah bekerja sama dengan beberapa pakar dari IPB dan FAO (badan PBB yang mengurus bidang pangan) untuk menciptakan pupuk yang khusus buat ubi, dengan anggaran 17 juta per hektar dan dapat menghasilkan 45 s/d 70 juta perhektar, ini sudah di kembangkan di sumatera utara, sekarang kami telah melakukan berbagai penelitian penanaman dengan pola tanah, pola tanam yang berbeda dan sudah mendapat kesimpulan yang sangat signifikan sehingga mampu menghasilkan budidaya dan penghasilan yang layak bagi petani. jika ingin tahu lebih lanjut hub saya di no: 081370887272

     
    • angga

      April 7, 2012 at 10:30 am

      bibit,dan jarak yng tepat bagaimana ya?????

       

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 34 pengikut lainnya.