04
Nov
07

Industri Bioetanol Butuh Impor Singkong

Pembangunan industri bahan bakar nabati yang memanfaatkan bahan dasar singkong untuk pengembangan bahan bakar bioetanol, saat ini tengah menanti izin impor benih dari pemerintah. Ketua Tim Nasional Pengembangan Bahan Bakar Nabati, Alhilal Hamdi, mengatakan, impor ini untuk mengimbangi kebutuhan industri. Menurut dia, sedikitnya Indonesia membutuhkan tambahan bantuan bibit sebanyak 4,4 juta ton, atau yang berasal dari lahan seluas 300 ribu hektar, untuk mencapai target industri sebesar 645 ribu kiloliter per tahunnya. “Industri ini berpotensi untuk berkembang sangat baik terutama setelah negara-negara maju mulai mengaplikasikan bahan bakar yang ramah lingkungan ini,” ujarnya akhir pekan lalu kepada Jurnal Nasional, di Jakarta.

Setidaknya, kata dia, sudah ada lima investor yang telah menjalankan industri bioetanol yaitu Medco Group, Melindo Group, Sungai Budi (Tbk), Sampoerna Group, dan Sorini Corp. Kapasitas produksinya antara 60 ribu hingga 300 ribu kiloliter per tahunnya.

Hingga saat ini, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku para investor tengah memanfaatkan lahan yang selama ini digunakan sebagai areal budidaya singkong secara tradisional. Lokasi terbesar berada di provinsi Lampung, dan lainnya tersebar di Jawa dan Sulawesi Tenggara. “Areal lahan di Lampung lebih kurang mencapai tiga ribu hektar, dan di Jawa di bawah 1.000 hektar,” kata mantan Menteri Tenaga Kerja ini.

Sayangnya, bibit yang ditanam di lahan-lahan tersebut jumlahnya tidak lebih dari dua persen dari target areal tanaman. “Padahal produktivitas bibit unggulan tersebut bisa mencapai 60 hingga 80 ton per hektar per musimnya,” ujarnya.

Karena itu, penyediaan bibit unggul yang disebut dengan singkong sambung mukibat itu tidak bisa menyamai kecepatan jalannya industri. Begitu pula dengan penyediaan bibit nonmukibat yang berasal dari Departemen Pertanian di Malang dan sentra-sentra Petani Penyemai Bibit Singkong yang bekerja mandiri di Sukabumi, aluku Utara dan Kutai, masih sangat terbatas.

Untuk itu, tim nasional pengembangan BBN meminta pemerintah dapat memberikan izin impor bibit unggul singkong. Impor yang diinginkan bisa dari Thailand yang memiliki jenis bibit unggul terbaik. “Harapannya pelaksanaan impor bisa dilakukan segera mengingat musim tanam akan dimulai pada November hingga Desember 2007 mendatang,” tuturnya.

Dia menambahkan, jika saat ini impor berbagai barang konsumtif seperti bahan pangan beras, jagung, kedelai dan lainnya bisa dilakukan, impor bahan baku singkong ini mestinya tak dilarang.

Sementara itu, menanggapi tutupnya tujuh perusahaan biodisel akibat terkena dampak naiknya harga CPO, menurut Alhilal lebih disebabkan karena perusahaan tak memiliki kebun sendiri. Ketergantungan perusahaan-perusahaan tersebut pada pasokan bahan baku dari petani yang harganya terpaut harga pasar, membuat perusahaan tutup. “Jika tidak memiliki kebun sendiri, maka tidak akan kompetitif karena harga bahan baku yang mereka beli sangat dipengaruhi oleh harga di pasar.”

Suci DH, diterbitkan di Jurnal Nasional, 1 November 2007


12 Tanggapan ke “Industri Bioetanol Butuh Impor Singkong”


  1. 1 wdt
    Januari 12, 2008 pukul 3:40 pm

    wah, please dech..
    qt tuch punya sarjana pertanian bejibun,
    hargai dunk usaha keras belajar mereka selama kuliah,
    minta tolong ke para sarjana pertanian tuk buat bibit unggul sendiri,
    capek bro impor trus..
    malu!!
    ayo, mana niech sarjana pertanian indonesia??

  2. 2 suci
    Januari 15, 2008 pukul 10:30 am

    apa ya..? fenomena ini seperti sifat konsumtif kita
    percaya kalo yang dari luar negeri itu lebih baik
    alasan pemerintah sih selalu mengatakan..
    wong dari luar yang kualitasnya jela lebih bagus harganya jauh lebih murah, so kenapa tidak..
    nah menurut kamu apa dong yang perlu kita lakukan?
    aku sih sarannya sambil menyelam menangkap ikan juga
    jadi waktu impor terus perkembangan di dalam negeri juga perlu diperhatikan
    bukannya disuruh swadaya terus penelitiannya. iya gak?

  3. Juli 1, 2008 pukul 10:34 am

    mbak suci, ada info gak yang menyediakan bibit singkong unggul darul hidayah .. tp yang murah hehehe ……

    Import bibit singkong menurutku gak masalah, justru itu akan segera meningkatkan produktifitas singkong… pemerintah juga tidak perlu minta – minta tolong sarjana sarjana pertanian … mestinya para sarjana pertanian yang secara proaktif menangkap peluang ini …. so, tidak usahlah saling mengandalkan…. jadi semua mesti pro aktif untuk maju …..

  4. 4 Dias,Mr
    Agustus 17, 2008 pukul 5:30 pm

    saya dapat mensuplai bibit singkong dengan kapasitas yang besar dan harga yang menarik
    jika ada yang membutuhkan bisa contac hp saya 081559731173 (hanya untuk yang serius)
    terima kasih

  5. 5 suci
    Agustus 19, 2008 pukul 11:01 am

    wah terimakasi banyak mbak dias atas informasinya.semoga bisa membantu rekan-rekan yang benar-benar mau serius terhadap bidang ini ya. toh, singkong juga bisa jadi sumber nafkah. ok deh terima kasih ya mbak infonya…

  6. 6 Toni.S
    Agustus 26, 2008 pukul 4:36 pm

    Saya tertarik sekali dengan tulisan anda mengenai bioetanol. Dan kemungkinan akan mencoba investasi kedaerah sana(Lampung) untuk informasi saya tinggal diJakarta. Bisakah mbak memberikan informasi yang lengkap kedaerah mana saya harus mulai, dan kira-kira didaerah tersebut berapakah investasi yang harus saya tanamkan untuk lahan. Terimakasih

  7. September 24, 2008 pukul 9:06 pm

    saya ada tanah 20 ha di jawa timur. kalo saya tanami singkok saya jual kemana ya? dan berapa harga singkong sekarang. harga di lahan bukan di pabrik. mohon info nya

  8. 8 suci
    Oktober 5, 2008 pukul 5:45 pm

    pak/bu amar, terimakasi atas kunjungannnya ke situs ini. Sementara saya belum bisa memberikan informasi yang rinci mengenai perusahaan mana saja yang ada di jawa timur yang dapat menerima pasokan singkong tersebut.

    namun, ada lebih baiknya, sebelum bertanam anda cari informasi terlebih dahulu sebanyak-banyaknya tentang bibit singkong yang memang dipergunakan untuk program bioetanol ini. dan jika dalam waktu dekat ada informasi terbaru, insyaalah akan saya kabari kembali.

    terimakasi…

  9. 9 bagus
    Oktober 30, 2008 pukul 7:40 pm

    untuk bioetanol ada banyak alternatif bahan baku yang bisa digunakan, bukan hanya singkong. Contohnya Molasse dan nira ,dua jenis bahan baku ini setelah di fermentasi lalu di distilasi menghasilkan bioetanol dengan kadar dan volume yang lebih di bandingkan dengan singkong. Untuk kelebihan penggunaan singkong sbg bahan baku justru dari limbahnya yang bisa digunakan sebagai makanan ternak jadi disamping memproduksi bioetanol saya sarankan sambil memelihara kambing atau sapi. Kami saat ini dengan di bantu berbagai fihak melaksanakan program binaan dengan wilayah probolinggo, situbondo, jember , lumajang untuk bioetanol skala rumahan. dimana kami menyediakan prangkat distilasi, bahan baku, pelatihan ,kompor ( saat ini kami fokus pd subtitusi minyak tanah ) sekaligus kami menerima hasil dari produksi distilasi warga binaan kami. Jadi semacam koperasi gitu. untuk info : (0335)7608997

  10. 10 shobarul
    Maret 5, 2009 pukul 3:18 pm

    saya siap menanam singkong jika ada bibit unggul yg bisa ditanam, saya punya lahan 3 ha, saya sdg mencari bibit unggul singkong yg bisa saya tanam di lampung utara

  11. 11 enos
    Maret 29, 2009 pukul 2:55 pm

    saya butuh industri bioetanol yang membutuhkan bahan baku dari singkong.

    thx

  12. 12 M.Widoyo Puruboyo SE
    Mei 21, 2009 pukul 4:19 pm

    Idenya semua hebat mestinya kalau pejabat daerah berniat untuk membengun bioethanol ga sulit, karena dapat memanfaatkan koperasi pertanian untuk modalnya dan kalau kurang tentu pemerintah daerah dapat menambah kekurangannya, karena untuk tehnologi ini ga terlalu repot, dan dapat bekerja sama dengan fakultas pertanian misal:IPB pada fakultas tehnologi pertanian,Gama,Oensoed.
    Yang pasti hanya political will dari pejabat daerah untuk memajukan daerahnya, dalam pengentasan pengangguran dll.


Tinggalkan Balasan




a

 

November 2007
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

see this guys

foto bareng teman-teman kampus yang jauh-jauh datang

kegirangan seluruh rangkaian selesai

rancak-rancak datuk dari madiun..hahaha

sah jadi nyonya agus DD

merajut cinta di kepulauan seribu

perlengkapan snorkling siap

More Photos

Blog Stats

  • 37,108 hits