Wajah abi tampak murung, sambil tangannya dengan secara teratur memasukkan makanan ke dalam mulutnya yang terus mengunyah. Aku meliriknya sejenak, hm…wajahnya tetap tidak seperti biasanya. Ku lirik lagi makanannya, sempat terbesit mungkin di makanannya sumber masalah itu ada.
Potongan kacang panjang yang berwarna hijau…bukan, bukan itu, abi sangat suka tumis kacang panjang.
Telur dadar..hem sepertinya juga bukan, abi suka itu..oh apa sambalnya ya, memang sedikit sih di kasih sama penjualnya tadi..
Ikan teri sambal? sepertinya juga tidak, kalau abi tidak lagi sariawan abi senang makan ikan itu bahkan jadi cemilan.
Jadi, apa dong..? “Abi kenapa mukanya kok cemberut,”akhirnya aku memberanikan diri bertanya..
“Sayurnya sedikit dikasihnya,”ujarnya…”Pingin rasanya dibuang aja ke tong sampah,”lanjutnya…HAH!!! cuma karena sayurnya sedikit makanan sebungkus itu mau dibuang..
Wah-wah, ada apa ini? kok sensitif sekali padahal masalahnya cuma karena sayurnya sedikit.
“Kalo besok adek masaknya gak sesuai dengan keinginan abi, terus mau dibuang dong..? “tanyaku…
Abi pun terdiam..yah mungkin dia sedang tidak enak badan, atau lagi banyak pikiran..tapi sayang jangan buang-buang makanan ya..mungkin mbaknya belum tahu selera abi seperti penjual sebelumnya, jadi jangan makanannya ya yang disalahkan.
meskipun….
akhirnya makanan itu habis juga dilahapnya..hehehe






