Let’s Read and Talk

Bacalah yang bisa kau baca, karena tidak ada yang rugi

Abi Mogok Makan Karena Sayurnya Sedikit November 4, 2007

Diarsipkan di bawah: aku dan dia, icip-icip — suci @ 7:00 pm

Wajah abi tampak murung, sambil tangannya dengan secara teratur memasukkan makanan ke dalam mulutnya yang terus mengunyah. Aku meliriknya sejenak, hm…wajahnya tetap tidak seperti biasanya. Ku lirik lagi makanannya, sempat terbesit mungkin di makanannya sumber masalah itu ada.

Potongan kacang panjang yang berwarna hijau…bukan, bukan itu, abi sangat suka tumis kacang panjang.

Telur dadar..hem sepertinya juga bukan, abi suka itu..oh apa sambalnya ya, memang sedikit sih di kasih sama penjualnya tadi..

Ikan teri sambal? sepertinya juga tidak, kalau abi tidak lagi sariawan abi senang makan ikan itu bahkan jadi cemilan.

Jadi, apa dong..? “Abi kenapa mukanya kok cemberut,”akhirnya aku memberanikan diri bertanya..

“Sayurnya sedikit dikasihnya,”ujarnya…”Pingin rasanya dibuang aja ke tong sampah,”lanjutnya…HAH!!! cuma karena sayurnya sedikit makanan sebungkus itu mau dibuang..

Wah-wah, ada apa ini? kok sensitif sekali padahal masalahnya cuma karena sayurnya sedikit.

“Kalo besok adek masaknya gak sesuai dengan keinginan abi, terus mau dibuang dong..? “tanyaku…

Abi pun terdiam..yah mungkin dia sedang tidak enak badan, atau lagi banyak pikiran..tapi sayang jangan buang-buang makanan ya..mungkin mbaknya belum tahu selera abi seperti penjual sebelumnya, jadi jangan makanannya ya yang disalahkan.

meskipun….

akhirnya makanan itu habis juga dilahapnya..hehehe ;)

abi ngambek

 

Bioetanol Unjuk Gigi November 4, 2007

Diarsipkan di bawah: reportase — suci @ 4:09 pm
Tags:

Perkembangan energi terbarukan (renewable resources) di dunia bertambah pesat seiring meningkatnya kesadaran bahwa tidak selamanya manusia dapat bergantung pada bahan bakar minyak dari fosil yang keberadaannya semakin menipis untuk memenuhi kebutuhan energinya.

Hal serupa juga disadari oleh pemerintah Indonesia, dengan langkah awal pembentukan Tim Nasional pengembangan bahan bakar nabati (BBN) berdasarkan surat keputusan Presiden No.10 tahun 2006 lalu. (lagi…)

 

Hambatan dan Kesempatan Pengembangan BBN November 4, 2007

Diarsipkan di bawah: reportase — suci @ 4:09 pm

Tingginya harga minyak kelapa sawit dibandingkan harga minyak dari pembakaran fosil, bisa dinilai merugikan dan juga menguntungkan. Merugikan bagi industri-industri yang hingga saat ini bergantung pada harga penjualan CPO di pasar dunia tanpa mengusahakan memiliki kebunnya sendiri, tetapi menguntungkan bagi para petani.

“Saat ini berbondong-bondong orang menanam kelapa sawit,”ujar Alhilal. Bayangkan saja, menurut penjelasan Alhilal biaya produksi yang dikeluarkan oleh para petani jauh lebih rencah dari harga beli dunia. “Biayanya berkisar US$250-300 per tonnya, tetapi harga belinya mencapai US$800 per tonnya”. (lagi…)

 

Bak Hantu di Siang Bolong November 4, 2007

Diarsipkan di bawah: reportase — suci @ 4:08 pm

Meningkatnya harga minyak mentah dunia yang dipicu oleh tingginya permintaan dunia seiring datangnya musim dingin dan menajamnya ketegangan di sepanjang perbatasan Turki dan Irak. Memaksa pemerintah Indonesia dan para pelaku industri yang terkait minyak untuk segera menemukan langkah alternatif agar kebutuhannya terpenuhi.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi VII, Agusman Effendi yang dihubungi Jurnal Nasional, Rabu (24/10) mengatakan kenaikan harga minyak merupakan indikasi yang sangat jelas bahwa dunia kini tengah mengalami krisis energi. Sudah seharusnya, pemerintah segera mencari jalan keluar agar masyarakat Indonesia nantinya dapat terhindar dari krisis energi. (lagi…)

 

Realisasi Renewable Energy Butuh Waktu Lama November 4, 2007

Diarsipkan di bawah: reportase — suci @ 4:07 pm

Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa lonjakan harga minyak mentah dunia yang menembus hingga US$90 per barel tersebut tidak akan memberikan efek secara langsung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2007 ini, seperti yang ia sampaikan kepada Jurnal Nasional Rabu (24/10).

Menurutnya, fluktuasi dari harga basket yang dipergunakan oleh Indonesia untuk menjual minyak mentahnya, yaitu ICP (Indonesian Crude Price), tidak menyamai fluktuasi yang dialami oleh WTI (Western Texas Intermediate) yang menjadi acuan Amerika.

silahkan dilanjutkan

 

Industri Bioetanol Butuh Impor Singkong November 4, 2007

Diarsipkan di bawah: reportase — suci @ 4:03 pm

Pembangunan industri bahan bakar nabati yang memanfaatkan bahan dasar singkong untuk pengembangan bahan bakar bioetanol, saat ini tengah menanti izin impor benih dari pemerintah. Ketua Tim Nasional Pengembangan Bahan Bakar Nabati, Alhilal Hamdi, mengatakan, impor ini untuk mengimbangi kebutuhan industri. Menurut dia, sedikitnya Indonesia membutuhkan tambahan bantuan bibit sebanyak 4,4 juta ton, atau yang berasal dari lahan seluas 300 ribu hektar, untuk mencapai target industri sebesar 645 ribu kiloliter per tahunnya. “Industri ini berpotensi untuk berkembang sangat baik terutama setelah negara-negara maju mulai mengaplikasikan bahan bakar yang ramah lingkungan ini,” ujarnya akhir pekan lalu kepada Jurnal Nasional, di Jakarta. baca lanjutannya

 

China Lirik Bioetanol Indonesia November 4, 2007

Diarsipkan di bawah: reportase — suci @ 4:01 pm

Dua investor asing asal China dan Amerika kini tengah melirik perkembangan industri bioetanol berbahan baku jarak di Indonesia. Alhilal Hamdi, Ketua Tim Nasional Pengembangan Bahan Bakar Nabati mengungkapkan, dua perusahaan itu adalah Chinese Seed Group Company, badan usaha milik negara China, dan Green Light Biofuel. Menurut Hilal, saat ini investor China tersebut tengah menanti ketersediaan lahan tanam seluas 200 ribu hektar untuk segera ditanami jarak. Sedangkan, investor asal Amerika mengalokasikan dana untuk lahan seluas 100 ribu hektar. “Setelah lahan tersedia industri go,”katanya akhir pekan lalu di Jakarta. (lagi…)

 

Apa Kabar Bahan Nabati? November 4, 2007

Diarsipkan di bawah: reportase — suci @ 4:00 pm

Temuan Astri Bestari Ciptaningrum dan Indra Surya Atmaja, siswa kelas XII IPA SMA Negeri 6 Yogyakarta, kian membuktikan bahwa Indonesia memiliki bahan melimpah untuk mengembangkan energi alternatif. Peserta Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Ke-39 Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), ini berhasil menemukan bahwa biji ketapang (Terminalia katappa) ternyata bisa dimanfaatkan sebagai briket bahan bakar.

Selain murah, ketapang mudah ditemukan di beberapa daerah, seperti Yogyakarta, dan bisa diperbarui. “Pohon ketapang tumbuh di pinggir-pinggir jalan dan buah yang tua biasanya berjatuhan di jalan,” ujar Astri. Dia dan Indra mendesain secara sederhana pemecah kulit ketapang dan alat pirolisis atau pembakaran kulit ketapang menjadi briket. (lagi…)