“Brukk..”, hem…sepertinya ada benda yang jatuh?………
Waktu itu sesuai janji aku sedang masak untuk abi. Menunya sih sederhana, tapi sangat membuat abi tergila-gila. Tahu apa? Tumis kangkung dan tempe goreng. heheh, sangat menyenangkan jadi istrinya. Gak banyak nuntut termasukuntuk masalah makanan.
Sayangnya, kami belum punya rescooker. Setelah dihitung-hitung kayaknya lebih murah beli dari pada kelamaan nunggu masak di kompor. Lalu rencananya, setelah makanan hampir selesai di masak, abi beli nasi di warung terdekat. Jadi sayur tetap hangat waktu nasi datang. Abi pun berangkat…
Saat aku sedang serius-seriusnya memasukkan bawang dan cabe ke penggorengan dan memastikan semua bumbu sudah rapi di tempatnya, tiba-tiba suara itu terdengar. Hem…sekitar lima detik aku sempat terpikir, sepertinya bunyi orang jatuh atau benda. Kudengar lagi, tiada satu suara pun yang muncul, sepertinya bukan orang yang jatuh. mungkin teman kos ku meletakkan sesuatu yang berat karena dia baru saja pindah kos. mungkin ada benda yang beratia letakkan.
aku pun lanjutkan memasak. Tapi abi sepertinya lama sekali membeli nasinya. “Hah, mungkin karena jalan. mungkin juga belinya di warteg yang diujung sana. kenapa juga gak beli di dekat arion? kan sayurnya jadi dingin,”bersitku.
lama, lama…akhirnya aku putuskan merapikan kamar dan semua alat masak. jadi waktu makan sudah pada rapi. saat mencuci piring tiba-tiba abi ikut. “kok baik banget mau bantuin mencuci..”pikirku. senangnya…ternyata salah ia mencuci kakinya dan sedikit meringis.
Hah…ada luka panjang di kakinya, dan luka itu berwarna merah. berarti dalam…”Abi kenapa? jatuh?”..”iya..”ujarnya tampa semangat. hah..jangan-jangan yang tadi bunyi jatuh abi ya..,tanyaku. sekali lagi ia menganggukkan kepalanya dan berlalu. “Astafirullah abi…”
Aku langsung menyesal, menyesal sepenuh hatiku. kenapa tadi tidak kuikuti kata hatiku untuk mencari sumber suara itu? ia pasti sangat terluka menerima kenyataan aku tidak memberikan perhatian kepadanya, padahal ia kesakitan. hah..kepalaku langsung berfikir berbagai hal negatif..”ia pasti terluk..terluka, tidak hanya kakinya yang sakit tapi juga pasti hatinya”
Abi, umi minta maaf…maaf ya sayang..aku pun menjelaskan kepadanya mengapa aku tidak segera melihatnya. ia pun langsung merangkulku, makasi sayang atas perhatian dan kekhawatirannya. tapi abi jatuh biasa kok..gak papah, makasi ya…
aku pun langsung memberondongnya dengan berbagai pertanyaan. bagaimana ia bisa terjatuh, posisinya, adakah badan yang lain ikut sakit, maukah kuberikan alkohol di lukanya, dan tak lupa betapa aku menyesal…
seusai makan bersama, ia pun pulang. tapi di sms ku malam itu, selain mengucapkan selamat tidur….untaian kalimat permohonan maaf ku dan penyesalan ku terbang menuju inbox HPnya. jadilah malam ini aku tidur dengan penuh penyesala…
….maaf ya abi, umi menyesal….














