Arsip untuk September, 2007

30
Sep
07

oh tuhan, lelah sekali mencari rumah

badan ini sepertinya masi pegal-pegal, bahkan leher dan mata ikut-ikutan kaku.

 

kemarin, aku sudah melihat rumah yang ditawarkan bapak kos. astafirullah, jauhnya sampai 70 kilometer, bak lokasi setan membuang anaknya. mana jalannya kacau balau lagi, seperti tidak pernah mengenal aspal. hehehe. dan rumah itu pun kami tinggalkan dengan segudang penyesalan dan rasa syukur karena melihatnya lebih dulu.

 

Grand Depok City
selanjutnya berjalan lagi dan mata terpaut ke perumahan grand depok city. setelah semalaman pusing memikirkan bagaimana melunasi uang muka untuk rumah idaman, akhirnya kami mengalah untuk melepaskan lokasi idaman itu dan memilih rumah yang lebih realistis untuk kami cicil. setidaknya kami akan ada rumah bukan.
bagi anda keluarga baru, dan berpenghasilan di bawah lima juta, coba renungkan hal ini:
1. jangan terlalu terburu-buru menentukan pilihan rumah. pengalaman saya si penjual bilang harga akan segera naik dua hari kemudian dan saya buru-buru memboking dan itu berbahaya,
2. konsultasikan dengan bank yang akan memberikan anda pinjaman ataupun dengan pihak kantor tempat anda bekerja. seperti saya karena tidak konfirmas dulu mereka tidak bisa memberikan pinjaman karena bank tersebut tidak ada kerja samanya,
3. pikirkan cicilannya, jangan sampai anda tidak mampu membuat dapur mengepul
well selamat hunting rumah di jabodetabek..hehehe (sulit bang kalo gak sabar)
di jatiwaringin
28
Sep
07

Aksi Pencurian Motor Tukang Ojek

well, cerita ini aku dapatkan langsung dari bapak kos. tepatnya tanggal berapa aku gak ingat, harinya aja kagak. yang pasti disini ada tiga pemeran, seorang tukang ojek, calon penyewa kamar kos, dan bapak kosku.

jadi menurut ceritanya, hari itu ada seorang bapak dengan tubuh yang tegap dan kulit berwarna gelap datang ke kos-an dengan alasan ingin mencarikan anaknya kamar kos. well, kali itu bapak kos tidak curiga karena siapa tahu memang dari luar kota. tapi anehnya hari itu anaknya tidak ikut.

setelah puas melihat kamar yang tersisa satu itu, akhirnya ia pun pulang. keesokan harinya, ia datang lagi tetapi kali ini bersama dengan seorang anak perempuan. “Rada miriplah, itam-itam gitu juga kulitnya,” ujar bapak kos ku. satu jam setelah kepulangan mereka, akhirnya bapak kos mendapatkan telepon yang mengatakan ia bersedia menyewa kamar itu.

tetapi, si calon penyewa itu ingin mengubah cat kamar yang semulanya putih menjadi warna krem. “Ya, silahkan aja. tapi bapak sendiri yang bawa tukang catnya dan catnya sendiri. karena saya sukanya putih,”jawab bapak kos saat ditanya. ya iyalah, situ yang mau nyewa masa kita yang rugi ikuti kemauannya.

dua atau tiga hari setelahnya, si calon penyewa itu datang lagi. kali ini ia naik ojek, sebelumnya sih kalau tidak salah naik mobil. tapi, tampa dikira ternyata tukang ojek itu juga berperan sebagai tukang catnya. “kamu bisa ngecat, gak?”tanya si bapak calon penyewa. si tukang ujek juga tampa curiga mengiyakan dan mulailah ia bertugas.

di kala tengah sibuk itulah si bapak penyewa seperti kelupaan sesuatu dan ingin kembali ke toko cat. ia pun meminta ijin meminjam motor si tukang ojek. tetapi ia tidak mengijinkan, karena si bapak itu mengaku jika rumah kos itu adalah rumahnya. jelas saja si tukang ojek bingung, karena di depan ada mobil dan juga motor. kenapa pinjam punya dia?

tapi, ia tidak melanjutkan ceritanya, dan si bapak itu pun pergi keluar. dasar bapak kos ku itu ramah orangnya ia pun menghampiri si tukang ojek. mungkin berawal dari pertanyaan kemana si bapak itu pergi. setelah bertukar cerita ternyata si tukang ojek sadar jika ia ditipu. karena rumah ini jelas bukan punya si bapak penyewa itu dan bapak kos jelas bukan saudaranya.

bapak kos ku juga hampir jadi korban karena setelah tidak mendapatkan pinjaman motor dari tukang ojek ia juga berupaya meminjam motor bapak kos ku.

“wah, hampir bapak (tukang ojek) ketipu. jelas-jelas ini rumah saya dan saya bukan adiknya,” ujar bapak kos.

kemudian, mereka pun asik berbincang mengenai beberapa kejadian penipuan serupa yang menimpa tukang-tukang ojek sekitar. penipuan itu sebenarnya hanyalah kedok untuk aksi pencurian sepeda motor.

jadi, beberapa hari sebelumnya si tukang ojek selalu di sewanya dan tidak jarang meraka di berikan tips yang lumayan besar. tujuannya menumbuhkan keakraban dan kepercayaan si tukang ojek. jadi saat motornya akan dipinjam ia tidak akan curiga. bahkan jika si penipu itu beruntung ia akan mendapatkan STNK nya juga.

tapi, tak semua berhasil seperti kasus yang satu ini, jika kita memang selalu waspada. ingat ucapan seorang pembaca berita di media TV, “Waspadalah karena kebanyakan orang yang berbuat jahat adalah orang-orang terdekat anda”. oya, menurut si bapak motor si tukang ojek itu sepertinya masi baru. karena masih mulus banget. well, lucky u man….

jadi, buat yang lain juga perlu waspada, karena mungkin bukan tukang ojek aja yang jadi korban. hehehehe

nb:kejadiannya berlangsung di kawasan rawamangun, jakarta timur

27
Sep
07

Magic Math

Bagi mereka yang mengenalku, pasti bertanya-tanya, ‘tumben-tumbennya si Suci membicarakan matematika..’ Pasalnya aku memang dikenal tidak menyukai matematika. Alasannya simpel karena sisi otak ku yang bertanggung jawab terhadap ilmu matematika sedikit lemot.
tetapi, mengapa aku kali ini menuliskan matematika. Pertama, karena aku terinspirasi dari tulisan majalah Femina yang menuliskan seorang wanita yang memiliki bisnis terkait dengan matematika. Pekerjaannya adalah mengajarkan dan membuka mata anak-anak yang tidak menyukai matematika (sepertiku) ataupun yang kesulitan dengan matematika, bahwa ada kunci-kunci tertentu yang akan mempermudahkan kita.
salah satunya coba lihat ini, cara mudah untuk segera mengetahui hasil perkalian dengan angka 11.
jika soalnya, 11 x 14 =…
maka tinggal menambahkan angka yang dikalikan —> 1+4 =5, kemudian menambahkannya ke tengah dua angka yang ditambah tadi, menjadi 154. coba saja hitung dengan kalkulator benar atau tidak?
coba lagi deh, sekarang 11 X 66 = …
–> 6 + 6 = 12, jadinya 726. na, bener kan? oya, untuk soal yang akhirnya memunculkan dua angka lagi tinggal menambagkan angka terdepan ke angka terdepan yang dikalikan. misalnya seperti contoh ini angka satu dari 12 ditambahkan ke angka 6 yang terdepan dari 66. em..paham gak sih?? heheheh, coba terus deh
sekarang tebak-tebakan angka rahasia, ini juga bisa loh dijadikan untuk bahan permainan dengan orang yang baru anda kenal..
caranya, minta lah teman anda menentukan dua angka yang ia suka. Misalnya angka 63, tetapi jangan beritahukan angka rahasia itu ke anda. kemudian, minta ia tambahkan angka itu dengan 90. setelahnya, akan muncul tiga angka dari penjumlahan itu, yaitu 153.
selanjutnya, minta dia menambahkan angka terdepan ke kedua angka dibelakangnya. tapi, ingat jangan seperti abi Agus yang salah paham dengan menambahkannya satu-satu. salah !! yang benar untuk contoh di atas adalah 1 + 53 dan hasilnya 54.
nah, disini barulah keluarkan ekspresi misterius anda seakan-akan tengah berfikir keras. padahal anda tinggal menambahkan angka terakhir yang ia sebutkan dengan angka 9. jadi, 54 +9, dan jawabannya adalah 63. hore..!!! bener kan… silahkan mencoba…
27
Sep
07

Hampir Rp 1 Triliun untuk Pembangunan Sosial

Jakarta | Kamis, 27 Sep 2007

Habis manis sepah dibuang. Itulah peribahasa yang sering dipakai masyarakat yang hidup di sekitar pertambangan. Tapi Freeport menampik anggapan itu. Mindo Pangaribuan, juru bicara PT Freeport Indonesia kepada mengatakan, pihaknya telah menanamkan dana US$100 juta atau hampir Rp 1 triliun untuk berbagai program pembangunan berkelanjutan di Papua selama 2006. Jumlah itu termasuk US$27 juta atau sekitar Rp245 miliar untuk pengelolaan lingkungan hidup, dan US$77 atau Rp700 miliar untuk pengembangan sosial kemasyarakatan.

Dana itu antara lain untuk menjalankan program pengembangan masyarakat yang ditujukan untuk memberdayakan masyarakat Papua. “Berbagai program pengembangan dilaksanakan berbasis pada kebutuhan dasar masyarakat, meliputi bidang kesehatan, pendidikan, dan pengembangan ekonomi,” ucap Mindo kepada Jurnal Nasional.

Sejak 1996, Freeport bersama mitra usaha patungannya telah menyisihkan sebagian dari pendapatan kotor perusahaan (satu persen dari pendapatan) untuk memberi manfaat bagi masyarakat setempat melalui Dana Kemitraan Freeport Bagi pengembangan Masyarakat.

Dana Kemitraan tersebut dikelola dan disalurkan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Komoro. Jumlah dana untuk 2006, mencapai US$52 juta. Total jumlah kontribusi bagi dana kemitraan sejak penggagasannya mencapai kurang lebih US$242 juta.

Organisasi tersebut telah membuat proyek-proyek yang diharapkan bermanfaat bagi warga desa di Kabupaten Mimika, termasuk rumah sakit di Timika dan Banti yang memberi pengobatan bagi ribuan pasien setiap tahunnya. Sedangkan, program pendidikan, lembaga itu telah menyediakan beasiswa ataupun bantuan pendidikan bagi ribuan siswa Papua.

Program pengembangan ekonomi dan program-program pembangunan berbasis desa yang menyediakan sarana air bersih, listrik, gereja, dan prasarana lainnya di desa-desa terpencil di daerah pegunungan Papua.

Marwan Batubara, anggota Dewan Perwakilan Daerah tidak puas dengan program tersebut. Dia menunjukkan bukti, meskipun pendapatan domestik bruto Papua barat menempati peringkat ke tiga dari 30 provinsi di Indonesia pada 2005, tetapi Indeks Pembangunan Manusia Papua, yang diekspresikan dengan tingginya angka kematian ibu hamil dan balita akibat kekurangan gizi, berada di urutan ke 29. Menurut dia, kondisi tersebut merupakan potret akumulasi penghilangan ruang penghidupan suku-suku di pegunungan tengah Papua dan penghancuran lingkungan yang telah terjadi selama puluhan tahun.

Diterbitkan di Jurnal Nasional

27
Sep
07

Angin Kencang di Balik Program Kemanusiaan

Jakarta | Kamis, 27 Sep 2007

“Tanpa angin yang berlawanan arah, layang-layang tidak akan membumbung ke udara..” Itulah ungkapan yang disampaikan oleh Rusdian Lubis, Direktur dan Executive VP-untuk SHE dan Gov Rel PT Freeport Indonesia terhadap pandangan kebanyakan warga masyarakat terhadap berbagai aktivitas perusahaan tambang di Papua. Dalam artikelnya “CSER: Pengalaman dan Pelajaran dari PT Freeport Indonesia”, Rusdian menyatakan, Freeport menyadari bahwa perusahaannya merupakan salah satu perusahaan tambang yang sangat menjanjikan untuk memberikan pemasukan besar bagi negara. Tetapi, seiring perjalanan pengembangannya, mata dunia mulai melihat ketidakberesan dalam pelaksanaannya.

Abdoel Raoef Soehoed, dalam buku Sejarah Pengembangan Pertambangan PT Freeport Indonesia di Provinsi Papua: Pertambangan dan Pembangunan Daerah mengungkapkan, di balik keberhasilan Freeport menggali butiran-butiran logam di tanah Papua, ternyata aktivitasnya berdampak buruk bagi lingkungan, kehidupan, dan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Negara pun hanya mendapatkan keuntungan kecil dari penggalian tanahnya sendiri.

Tanpa disadari perkembangan pesat Freeport di Papua, kata Soehoed, juga mengubah cara pandang warga setempat terhadap arti sebuah pertambangan. Hal tersebut terbukti kala kebanyakan warga berpikiran bahwa suatu perusahaan tambang berkewajiban untuk menyisihkan sebagian dari sahamnya untuk Pemerintah Pusat dan Daerah tempat perusahaan itu beroperasi.

Soehoed mencatat hal lain yang lebih mengejutkan, yakni masyarakat tidak hanya sekadar paham apa yang menjadi hak mereka sebagai penduduk asli. Mereka juga berpandangan bahwa saham perusahaan pertambangan yang mengeruk tanah kelahiran mereka harus membaginya secara cuma-cuma dengan pemerintah dan warga setempat. Langkah itu sebagai imbalan atas penggarapan kekayaan alam di kawasannya.

“Imbalan atas penggarapan kekayaan alam nasional sesungguhnya sudah diberikan Freeport kepada pemerintah Indonesia berupa royalti bagi tiap jenis logam yang digali,” tulis Soehoed. Nilai dari masing-masing logam yang ditemukan dihitung berdasarkan bobot yang dihasilkan tiap jenis logam.

Adapun jenis logam yang ditemukan di tambang Freeport sejak memperoleh konsesi pertambangannya pada 1967 adalah tembaga, emas, dan perak. Untuk logam tembaga, lahan tambang Freeport di Papua merupakan tambang ketiga terbesar di dunia, begitu pula dengan logam emasnya yang masuk deposit emas dunia terbesar.

Royalti yang diberikan Freeport selanjutnya oleh pemerintah pusat akan diserahkan sebagian kepada pemerintah daerah di dalam suatu perimbangan-perbandingan tertentu. Kebijaksanaan sehubungan dengan penggunaan dan pemanfaatan royalti tersebut sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah pusat, dan daerah yang bersangkutan.

Freeport juga memiliki pengalaman penjualan saham dengan Pemerintah Indonesia sebagai salah satu syarat yang diajukan dalam kontrak karya. Namun, pelaksanaannya tidaklah mudah, seperti yang disampaikan Soehoed. Salah satunya, karena syarat dana yang terpaut 20 persen saham ternyata tidak dapat disanggupi oleh pemerintah Indonesia yang masih membutuhkan dana tunai dalam jumlah banyak untuk pembangunan. Akhirnya, kala itu Indonesia hanya mampu membeli delapan persen saham Freeport.

Selanjutnya, agar syarat kontrak karya tetap terpenuhi, Freeport memilih untuk menjual 10 persen dari 20 persen yang disyaratkan kepada perusahaan swasta Indonesia. Tetapi, pada akhirnya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, saham yang telah dibeli itu pun kembali dijual ke perusahaan swasta lainnya kala nilai saham Freeport-McMoran Copper&Gold Inc. tengah menanjak tinggi di pasar modal.

Kejadian ini, menurut Soehoed, membuka mata pimpinan Freeport bahwa sesungguhnya kepemilikan bukanlah jalur yang tepat untuk menggalakkan partisipasi masyarakat Indonesia di dalam persahaman PT Freeport Indonesia. Kecuali, telah terbuka kemungkinan bagi PT Freeport Indonesia untuk melepaskan sebagian sahamnya di pasar modal Jakarta dan Surabaya.

Dengan demikian, kecil pula kemungkinan warga Papua sendiri untuk berkesempatan untuk berpartisipasi dalam program pembangunan PT Freeport di kawasannya sendiri. Pemerintah Papua akhirnya hanya mendapatkan bagian dari royalti yang diberikan kepada pemerintah pusat.

Suci Dian Hayati

Diterbitkan di Jurnal Nasional, 27 September 2007

27
Sep
07

Masyarakat Berkembang Seiring Pembangunan Freeport

Jakarta | Kamis, 27 Sep 2007

DI awal pembangunan PT Freeport Indonesia di Papua, masyarakat setempat masyarakat adat Pegunungan Tengah Papua yang kawasan permukimannya kemudian menjadi salah satu lokasi pertambangan, masih jauh dari kata pembangunan berbasis teknologi. Bahkan, kebanyakan warga masih harus dipenuhi kebutuhan hidupnya. Begitulah Abdoel Raoef Soehoed mencatat dalam buku Sejarah Pengembangan Pertambangan PT Freeport Indonesia di Provinsi Papua: Pertambangan dan Pembangunan Daerah. Menurut dia, kebanyakan dari mereka tidak terpenuhi gizinya, bahkan tidak satu pun dari mereka mengenal kata rumah sakit, karena jauhnya akses menuju fasilitas kesehatan di provinsi itu. Anak-anaknya pun tidak ada yang bersekolah mencicipi pendidikan dasar.

Ada beberapa masyarakat adat yang tinggal di sekitar area pertambangan Freeport. Suku Amungme salah satunya. Suku ini adalah pemilik asli kawasan pertambangan PT Freeport Indonesia. Suku ini telah menempati dataran tinggi pegunungan Jayawijaya selama 5.500 tahun terakhir. Kurang lebih suku ini berjumlah 12.000 jiwa.

Komoro adalah suku lainnya. Suku ini menduduki kawasan dataran rendah yang kini digunakan Freeport sebagai lokasi pembuangan tailing (limbah). Selain itu masih ada Suku Dani, Duga, Damal, Moni, dan Mee/Ekari yang menempati kawasan yang lebih luas. Total warga keseluruhannya, dikurangi wilayah Amungme, diduga mencapai 30.000 jiwa.

Menurut Soehoed, tidak mudah bagi Freeport untuk mendekati masyarakat adat terutama dengan segala kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Jika salah langkah maka Freeport akan kehilangan dukungan dan pengertian para warga tersebut,” ujarnya dalam buku tersebut.

Langkah awal yang mereka lakukan adalah pendekatan menggunakan fasilitas kesehatan. Tentu saja dengan sedikit variasi, karena selama ini warga lebih mengenal tahap penyembuhan dan pengobatan dengan berbagai kekuatan gaib. Akhirnya, kata Soehoed, sedikit demi sedikit para ketua suku mulai terbuka dan itu akan lebih memudahkan Freeport untuk mendekati anggota masyarakat lainnya.

Selanjutnya, Freeport melanjutkan pendekatan dengan perbaikan beberapa sara permukiman, jalan-jalan dan beberapa prasarana dasar lainnya sehingga apresiasi masyarakat terhadap perusahaan itu meningkat.

Upaya Freeport untuk mengenalkan pendidikan dasar dan sekolah kepada masyarakat ternyata jauh lebih mudah. Masyarakat setempat, menurut Soehoed, terlihat sangat antusias. Bahkan, setelah tiga tingkat pertama di bangun dan berjalan, mereka kembali menuntut pendidikan yang lebih tinggi.

Freeport pun mengeluarkan beasiswa untuk memancing minat seluruh anak dan pemuda di tanah Papua. Awalnya luas jangkauan sekolah hanya mencapai Timika, kemudian berkembang hingga ke Jayapura dan kini hingga ke luar tanah Papua seperti Jawa.

Rusdian Lubis, Direktur dan Executive VP-untuk SHE dan Gov Rel PT Freeport Indonesia mengungkapkan, program Community Development PT Freeport Indonesia, setidaknya telah membangun 2.000 rumah tinggal, 100 gereja, 30 sekolah dan asrama pelajar, dua rumah sakit tipe C dan 5 klinik yang mampu melayani 130.000 pasien per tahun 2005. Sedangkan untuk pendidikan, Freeport setidaknya kini telah memberikan sedikitnya 5.000 beasiswa dari sekolah dasar hingga universitas bagi warga Papua.

Freeport melalui program pengembangan masyarakatnya juga telah berupaya untuk mengembangkan perekonomian warga sekitar. Menurut Rusdian, dalam artikelnya: “CSER: Pengalaman dan Pelajaran dari PT Freeport Indonesia”, melalui program tersebut Freeport telah mengeluarkan dana sejumlah US$426 juta pada 1992-2004 dan US$42 juta pada 2005.

Dana tersebut dikelola oleh Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme-Komoro, dengan harapan dipergunakan sepenuhnya untuk kesejahteraan dua suku yang telah dikeruk sumber daya alam kawasannya. Pelestarian lingkungan juga tidak luput dari pengamatan Freeport. Lebih khusus program ini banyak yang menyoroti, dimulai dari masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), media massa, pemerintahan dan juga DPR.

Setidaknya Freeport telah menjalankan beberapa program ramah lingkungan yang tercantum di dalam program beyond compliance. Di antaranya, daur ulang oli bekas sebagai bahan bakar, aki bekas, mereklamasikan hutan bakau dan melakukan penelitian dasar dan terapan tentang satwa dan tumbuhan asli Papua.

“Pelestarian lingkungan hidup, sebagaimana community development, adalah program yang perlu ketekunan, kerja keras, dan keberanian dalam menghadapi kritik dan kecaman,” ujar Rusdian. Bagaimanapun tambahnya, program kemasyarakatan tersebut adalah program yang sarat isu sosial dan politik.

Meskipun, Freeport telah dengan terbuka dalam menjalankan program corporate social and environmental responsibility, yang merupakan tanggung jawab satu perusahaan terhadap kehidupan warga sekelilingnya dan juga lingkungan, “Freeport tetap menuai kritikan dan kecaman”.

“Tetapi, tanggapilah dengan melapangkan dada atau …mengelus dada,” katanya menjelaskan. Menurut dia, pemerintah, masyarakat dan perusahaan adalah tiga pilar jembatan emas menuju Indonesia yang adil dan makmur. “Untuk itu, ketiganya harus bekerja sama untuk mencapai tujuannya.”

Suci Dian Hayati

Diterbitkan di Jurnal Nasional, 27 September 2007

24
Sep
07

Langkahku dan Dia Menuju Mahligai

ya Allah, sabar…sabar…

jika pertama kali membaca kalimat di atas biasanya orang akan berfikir bahwa aku tengah diberi cobaan. tapi kali ini cobaannya sangat menggembirakan, sangat membahagiakan. sampai-sampai aku bersemangat sekali membicarakannya dengan pasanganku, Abi Agus.

apa pasalnya? jadi berawal dari bicara punya bicara dengan bapak kos ku yang akhirnya merambat ke upayaku dan abi mencari rumah untuk persiapan kami nanti setelah memiliki rumah. kesimpulannya, si bapak punya rumah dekat bogor sana dengan luas tanah 90 dan harganya yang bisa dibilang murah. yah, terjangkaulah jika kami ingin mencicilnya dari bank.

mendengar itu aku langsung bersemangat menyampaikannya ke abi. abi pun jadi antusias dengan alasan yang sama, dan kami berencana sehari kemudian untuk mencoba mengurusnya ke bank. maksudny mau tahu prosedu untuk meminjam uang untuk membeli rumah.

pilihan jatuh di bank depan kantor dan punya kerja sama dengan perusahaan yang menampungku saat ini. setelah menunggu beberapa saat dan berbicara akhirnya kami diajukan cara mudah dan aman dari bunga. syaratnya juga gak jelibet, apalagi via kantor. jadi langsung potong gaji, cuma aku kudu wanti-wanti aja. tiap bulan kudu cek slip gaji, biar gak kecolongan.

aku yang awalnya sudah senang banget lihat prosedur mudah yang harus dilalui, bertambah senang lagi dengan usulan lokasi lain yang diajukan si bapak yang melayani kami. suasananya gak jauh beda ama yang di bogor itu, dengan harga yang jauh lebih murah. wah aku langsung mendorong si abi untuk menghubungi kontak yang disarankan bapak tadi.

wah jantung ini gak kuat, menahan rasa haru akan mudahnya jalan kami untuk memiliki sebuah rumah. tapi, bener kata abi, “cool down dulu dong, say”. iya, jangan buru-buru. karena survey lokasi juga belum, tapi ughhh aku gak sabar segera mencicil rumah itu. hahaha. doakan ya, biar tetep lancar kayak tol.

20
Sep
07

Mengapa Jakarta Yang Dapat Bantuan?

Satu artikel di harian Jurnal Nasional sempat membuat saya tercengang.. Dilihat dari judulnya saja, “World Bank Danai Proyek Anti Banjir Jakarta”, saya langsung terbesit pikiran jika inilah satu bukti ketidakadilan di negara kita. Mengapa selalu Jakarta yang jadi pusat perhatian negara dan dunia? bahkan untuk masalah banjir pun juga begitu.

Banjir besar kan tidak hanya dihadapi Jakarta saja. Masih banyak daerah-daerah lain yang kerusakannya jauh lebih parah dibandingkan Jakarta. Lihat saja banjir badang yang baru saja menerjang salah satu kota di Kalimantan. Yang menjadi inti permasalahanku adalah mengapa Jakarta yang jelas memiliki dana lebih banyak malah dibantu lagi oleh bank utang terbesar di dunia? apa tidak cukup dengan penuhnya perhatian pemerintah ke kotanya?

Coba alihkan ke daerah dong dana itu? sudah pemerintah daerahnya minim dana, terkadang juga ada yang dipotong aksi korupsi anggota pemerintahannya, besarnya bencana juga jauh lebih besar. cobalah untuk mengalihkan pandangan dari jakarta. pemerintah jangan jadi katak dalam tempurung, alias membuka mata hanya untuk jakarta. kalau warga diseluh provinsi itu “menggempur”Jakarta akibat eksal dari ketimpangan dana pemerintahan, mereka bisa saja ku pikir. Dan aku sangat yakin itu terjangan massa itu mampu melumpuhkan jakarta.

jadi, ayo coba beralih ke kawasan yang lebih membutuhkan. jangan karena ingin tampil cantik di depan para dubes saja..

13
Sep
07

Adikku Yang Tak Pantang Menyerah

apa kabar mu adekku sayang..tahukah kau seluruh keluarga khawatir mendengarkan perjuanganmu menunjukkan kemampuan dirimu disana. namun, kami juga bangga mendengar kabar bahwa kau mampu melakukannya. satu per satu tantangan kau lalui, meski dada mu sesak meminta ruang yang lebih luas. ku tahu sakitnya dadamu hingga memaksa air keringat di tubuhmu keluar lebih banyak.

ccfe.jpg

betapa bangganya ku, ketika menyaksikan sendiri kau berdiri tegak bersama rekan-rekan mu. tampa ada perbedaan antara kau yang bertubuh lemah dengan mereka yang diberkahi dengan kesehatan. bangga…bangga..dengan sepenuh hati ku. kami pun yakin untuk melepaskanmu terbang menuju dunia luar, karena yakin kau tak mudah digoyangkan alunan angin. meski ia meniup mu dengan kencangnya.

berjuanglah sayang..berjuanglah, tunjukkan bahwa mereka salah menilaimu…mereka salah mengatakan bahwa kau tidak sanggup. dan itu adalah kesalahan terbesar mereka mengenai mu…

86ee.jpg

buat adek-adek ku yang lainnya, jangan merasa kecil hati, karena kalian masing-masing memiliki kekuatan yang menjadi ciri khas diri kalian sendiri. Abang (panggilan sayangku untuk lelaki satu-satunya, si bontot) jangan kecil hati dengan perkataan pedas kakak mu ini, karena sesungguhnya kakak tak lebih baik dari kau. kami hanya ingin menempa mu untuk siap menjadi pembela kami kakak-kakak mu, perempuan-perempuan tangguh tapi juga butuh dirimu. ayo, adik-adik ku, berjuanglah…

13
Sep
07

Hari Puasa Pertama, Disambut Gempa

13 September 2007

Ditengah-tengah ramainya persiapan umat Islam Indonesia menyambut Bulan suci Ramadhan yang jatuh 13 September 2007 (1427 H), Allah memberikan teguran kecilnya.

Selasa sore lalu, menjelang waktu sholat magrib, saudara-saudara di daerah Bengkulu mendadak diguncang gempa berkekuatan 7,9 skala ritcher. Bahkan, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) mengabarkan gempa tersebut juga berpotensi menjadi tsunami.

Astafirullaaahhhh….apakah ini teguran ataukah tanda bahwa bumi sudah mulai tak sanggub menampung semua manusia dengan berbagai karakter ini.. Namun, yang pasti apapun itu Allah hanya ingin menunjukkan kekuasaannya bagi manusia dan mengingatkan kepada siapa manusia akan memilih meminta pertolongan kala dunia memusuhinya.

Gempa itu tidak hanya terjadi sekali. Kantor media Metro TV mengabarkan bahwa hingga Rabu pagi (11.10 am), setidaknya kawasan Sumatra telah diguncang 17 gempa yang kekuatannya sekita 5 hingga 7 SR. Bisa dibayangkan, bagaimna galaunya warga muslim Riau, Padang, Jambi dan lainnya kala menjalankan ibadah puasa..??

bahkan, mengutip dari kantor media detik.com, dikabarkan seorang ibu yang baru saja melahirkan terpaksa berjalan melalui tangga menuruni 15 lantai untuk menyelamatkan diri. begitu kecilnya manusia dan tidak berdayanya dalam menghadapi gempa. selain itu, Jurnal Nasional juga menuliskan beberapa korban tewas telah dilaporkan. setidaknya seorang warga Bengkulu tewas setelah tertimpa runtuhan toko tempat ia bekerja..

dugaan akan adanya gelombang tsunami susulan, hingga saat ini belum terbukti. ya, syukurlah kurasa manusia Indonesia belum siap jika bencana alam yang pernah menggoreskan kekuatannya di tanah Aceh, kembali menuangkan kekuatannya di Bengkulu. namun, kewaspadaan tetap diperlukan tetapi tidak berlebihan.




a

 

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

see this guys

foto bareng teman-teman kampus yang jauh-jauh datang

kegirangan seluruh rangkaian selesai

rancak-rancak datuk dari madiun..hahaha

sah jadi nyonya agus DD

merajut cinta di kepulauan seribu

perlengkapan snorkling siap

More Photos

Blog Stats

  • 36,358 hits