Dua hari yang lalu, aku ditugaskan ke Semarang. Dasarnya emang aku senang travelling, tentu saja perjalanan pertama ke Semarang ini gak disia-siakan. Satu objek wisata yang paling ngebet ingin kulihat adalah Lawang Sewu. Gedung bersejarah nan indang di simpang Lima, Semarang, yang semakin bertambah diperbincangkan orang setelah salah satu stasiun televisi berhasil menangkap penampakan “Penunggu Lawang Sewu”.
sampai-sampai, teman-teman seperjalananku jadi aneh sendiri melihat antusiaslu mengunjungi bangunan kokoh itu. pasalnya aku memaksa mereka untuk ikut melihat Lawang Sewu di malam hari. Saat menapaki kaki untuk pertama kalinya di Lawang Sewu, kesan pertama, “loh gedungnya ternyata gak sepanjang dan sebesar yang di TV ya?”. he…habis kalo dari TV gedung itu terlihat panjaaaanggg sekali dan besar.
kesan kedua, baru tuh yang horor-horor nongol. Habis kunjungan kita malam sich, jadi lampu-lampu di Lawang Sewu tidak ada yang hidup. waktu kutanya pada penjaganya, dia cuma bilang “wong gak ada yang mau bayarin mbak”. what’s gedung yang sudah begitu terkenal di Indonesia ini tetap tidak mendapatkan donatur tetap untuk perawatannya? atau memang sengaja gak diurus biar kesan mistisnya tambah kental ya?
selanjutnya saya bersama teman-teman mulai bereksyen ria di depan gedung yang sebelumnya digunakan sebagai kantor kereta api saat masih dibawah kedudukan pasukan Belanda. sayangnya, karena ada beberapa teman yang ogah diajak jalan-jalan melihat ke dalam, akhirnya kita tidak jadi masuk. sekitar 15 menit di depan pintunya, kita semua langsung kembali ke hotel. aku yang dari awal terlihat antusias untuk berkelana di gedung tua itu hanya bisa bersedih hati karena mimpiku tidak kesampaian. mungkin lain kali saja ya.








Komentar Terakhir